Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Sedang Apa Kau Di Sini?


__ADS_3

Alula baru saja selesai mencuci. Ia membilas puluhan baju Kai dengan menggunakan tangannya. Terlihat telapak tangannya memerah dan lecet, karena ia juga mencuci pakaian-pakaian yang terbuat dari bahan jeans. Setelah mencuci, Alula bergegas untuk pergi ke halaman belakang. Ia akan membersihkan daun-daun yang berguguran. Namun nyalinya menciut saat melihat banyaknya daun yang memenuhi halaman belakang rumah.


"Aaa, kalau seperti ini aku tidak bisa melamar pekerjaan," ucap Alula frustasi.


"Lebih baik aku kerjakan nanti saja sepulang melamar kerja," Alula segera bergegas pergi ke kamar dan bersiap siap untuk pergi melamar kerja ke salah satu universitas swasta di kota Birmingham.


Alula terlihat mengenakan mantel berwarna abu-abu miliknya. Tak lupa ia membawa dokumen-dokumen sebagai persyaratan dalam melamar pekerjaan. Setelah mengunci rumah, ia segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari area perumahan no 1 di kota Birmingham itu.


"Aku tidak membawa uang sepeserpun di tas, disini juga tidak terlihat ada ATM untuk mengambil uang tabunganku," mata Alula menyapu jalanan yang ia lewati.


"Aku berjalan kaki saja," Alula bergumam pelan.


Alula menyelusuri jalan untuk sampai di kampus yang ia tuju. Setelah 50 menit berjalan, ia sampai di sebuah universitas yang ada di dekat Canon Hill Park.


Alula segera masuk ke gedung universitas itu. Ia naik ke lantai 4 untuk sampai ke bagian tata usaha kampus. Setelah Alula menyerahkan berkas berkas untuk melamar kerja, ia di persilahkan untuk pulang terlebih dahulu dan menunggu pemberitahuan lewat email.


Hari sudah semakin sore. Alula segera bergegas untuk pulang. Ia tidak ingin jika suaminya sampai ke rumah terlebih dahulu.


"Aku harus cepat," gumam Alula.


Alula merekatkan mantelnya dan berjalan cepat untuk sampai ke rumah.


"Alula?" sapa dua orang berbarengan saat Alula melintas ke sebuah cafe yang berada di dekat area Cannon Hill Park.


"Cleon? Chelsea? Kalian ada disini?" tanya Alula heran.


"Iya, Al. Tadi aku tidak sengaja bertemu dengan Cleon disini. Tadi dia sedang melakukan kunjungan kerja ke Cannon Hill Park," papar Chelsea cepat. Ia tak ingin membuat sahabatnya salah faham mengenai kebersamaannya dengan Cleon.

__ADS_1


"Oh," Alula menbulatkan bibirnya.


"Kau habis dari mana?" Cleon mendekat ke arah Alula.


"Aku tadi habis melamar pekerjaan di universitas yang ada di sebelah sana !" Alula menunjuk gedung universitas yang masih terlihat.


"Kau tidak naik taksi?" tanya Chelsea heran dan ikut mendekat ke arah sahabatnya.


"Tidak, aku sedang ingin jalan santai," Alula berkilah.


Cleon menyipitkan kedua matanya, ia tahu kini Alula tengah berbohong.


"Bukannya kau tidak kuat dingin? Lalu kenapa bisa berjalan santai di udara yang lumayan dingin seperti ini?" tanya Cleon curiga.


"Yah, sekali kali apa salahnya," Alula tersenyum.


"Awwww," Alula meringis kesakitan.


"Kau kenapa, Al?" tanya Chelsea.


"Tidak, aku tidak kenapa-kenapa," Alula menarik tangannya dan memasukannya kembali ke saku mantelnya.


Cleon semakin curiga, ia mengeluarkan tangan Alula paksa dari saku mantel berwarna abu-abu itu.


"Kenapa tanganmu seperti ini?" Cleon bertanya dengan nada tinggi saat melihat telapak tangan Alula berwarna merah dan lecet.


"Emm, tidak. Aku baik baik saja."

__ADS_1


"Baik? Kau bilang ini baik? Katakan padaku, laki laki berengsek itu melakukan apa padamu?" bentak Cleon.


"Cleon, tenanglah !" tukas Chelsea yang melihat Cleon emosi.


"Bagaimana aku bisa tenang? Kau tidak lihat tangan Alula?" Cleon kembali memperhatikan tangan kecil Alula.


"Apa yang dilakukan Kai terhadapmu, Al?" kini Giliran Chelsea bertanya.


"Dia tadi menyuruhku untuk mencuci baju-bajunya dengan tanganku," Alula menundukan wajahnya.


"Memang kalian tidak memiliki asisten rumah tangga?" tanya Chelsea kembali.


"Kata Kai, mamanya sedang mengurus mengenai asisten rumah tangga, tetapi sampai saat ini tidak ada kabar lebih lanjut mengenai asisten rumah tangga itu," beber Alula.


Sementara itu rahang Cleon terlihat mengeras menahan amarah.


"Aku akan memberi dia pelajaran. Dia tidak boleh memperlakukanmu seperti ini !" sahut Cleon berang.


"Jangan Cleon ! Kau tidak usah berurusan dengannya !"


Saat mereka tengah mengobrol, tiba-tiba mobil Kai melintas di depan mereka di ikuti dengan mobil Nino dan Alden. Setiap hari, Kai memang selalu melewati Canon Hill Park untuk berangkat dan pulang dari kantornya. Kai menghentikan mobilnya, saat ia melihat Alula berkeliaran di luar rumah bukan sedang bekerja membersihkan rumah.


"Sedang apa kau disini?" Hardik Kai saat ia turun dari mobil dan menghampiri istrinya. Nino dan Alden pun ikut turun dari mobil mereka masing-masing.


Kepada para Readers:


Jika kalian menyukai novel ini harap like, komen dan vote ya untuk mendukung Author. Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2