Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Bioskop Mini


__ADS_3

Tubuh Alula jatuh terjerembab ke atas kasur karena ikut tertarik oleh tangan suaminya. Kini wajah mereka sangat dekat dan hanya berjarak beberapa cm saja. Kai memperhatikan wajah istrinya yang sangat dekat dengan wajahnya. Matanya menjamah setiap sudut wajah Alula.


"Kalau dilihat dari dekat dia cantik sekali, seperti Barbie," bisik Kai dalam hatinya.


"Ternyata benar apa yang dikatakan orang, wajah Kai memanglah tampan. Sayangnya prilakunya sangat buruk. Aku tidak akan lupa apa yang sudah ia lakukan padaku. Aku jadi ingat, dulu saat aku baru pindah ke SMA Auckland Hills dan belum memiliki teman, Kai melemparku ke atas tempat sampah besar yang ada di belakang sekolah," Alula bergumam sembari mengingat prilaku buruk laki-laki yang kini telah menjadi suaminya itu.


Alula segera berdiri dan merapikan rambutnya.


"Ayo Kai! Kumohon temani aku untuk nonton film!!" Alula memohon kepada Kai yang masih terbaring di atas kasur.


"Baiklah, kau ingin nonton apa?" Kai mendudukan tubuhnya.


"Aku ingin nonton film Annabelle Comes Home."


"Ya, sudah. Ayo kita nonton!" Kai melenggang pergi dari kamarnya.


"Kai, kau mau ke mana?" Tanya Alula melihat suaminya pergi.


"Nonton kan?" Sahut Kai polos.


"Laptop ku kan ada di sini."


"Maksudmu kita nonton film itu di laptop?" Kai mengernyitkan dahinya heran.


"Ya," Alula mengangguk.


Kai tertawa kecil.


"Kenapa kau tertawa?" Alula mengerucutkan bibirnya kesal.


"Ya, bagaimana kita bisa menonton di layar kecil seperti itu? Ayo ikut aku!" Kai berjalan menghampiri Alula, kemudian ia menarik lengan gadis itu keluar menuju ke ruangan yang ada di samping kamarnya.

__ADS_1


Kai membawa Alula ke ruang bioskop mini yang ada di rumahnya. Mata Alula dibuat takjub dengan isi bioskop mini tersebut. Di ruangan bioskop itu telah tersedia spot yang nyaman untuk menonton film. Disana ada kasur yang nyaman untuk menonton film lengkap dengan bantal dan juga selimut, ada proyektor dan juga kain untuk backdrop proyektor, ada laptop, mesin pop corn, speaker dan juga lampu-lampu hias yang sangat cantik untuk penghias dinding.


"Ayo!" Kai menarik tangan Alula untuk masuk ke dalam.


Dengan cekatan Kai segera menyalakan proyektor tersebut. Lalu ia mulai menyalakan AC agar suhu ruangan semakin sejuk. Kai pun mengambil pop corn, lalu ia simpan di atas tempat tidur, dan terakhir ia segera mematikan lampu. Saat lampu utama mati, lampu-lampu hias di dinding menyala secara otomatis.


Kai pun segera merebahkan dirinya di atas kasur yang menghadap ke layar untuk menonton film. Sedangan Alula masih berdiri di tempatnya.


"Apa yang kau tunggu? Ayo kemarilah!" Perintah Kai.


"Maksudmu? Aku juga harus berbaring di kasur ini juga?" Alula menatap kasur yang lumayan kecil itu.


"Kau ingin nonton di lantai? Ya, sudah. Duduklah saja sana di lantai!" bentak Kai.


"Ti-tidak. Aku ikut nonton di sini saja," Alula segera merebahkan dirinya di atas kasur, karena ia akan ketakutan jika menonton sendirian di atas lantai. Alula merebahkan dirinya di ujung kasur agar jauh dari suaminya.


Kai mulai menyetel film horor itu di iringi dengan speaker yang dinyalakan dengan sedikit keras, sehingga backsound film benar benar mendukung untuk menciptakan ketegangan. Semuanya tampak tenang saat awal-awal film itu di mulai. Kai asik dengan pop cornnya, sedangkan Alula terlihat menutup matanya, karena baru awal film pun adegannya sudah terlihat menyeramkan baginya.


"Katanya kau ingin nonton film ini? Tetapi, baru 15 menit berjalan kau sudah ketakutan seperti ini," Kai melirik Alula yang tengah menutup wajahnya dengan kedua tangan, tetapi matanya sesekali terlihat mengintip.


"Aaa, Kai aku takut!!!" Alula berteriak histeris saat scene film menayangkan tokoh Anabelle dewasa muncul di balik pintu. Alula refleks memeluk Kai yang ada disampingnya dengan sangat kuat.


Kai kaget saat Alula tiba-tiba memeluk dirinya begitu erat. Wajahnya merona merah saat wajah gadis itu menempel lekat di tangannya.


"Hey, lepaskan pelukanmu!" Kai berpura pura marah dan meninggikan suaranya.


"Aku takut Kai, aku mohon biarkan aku seperti ini sampai film ini usai!!" Ucap Alula, kemudian matanya mengintip sedikit ke layar untuk melihat adegan selanjutnya.


Kai pun memiringkan badannya menghadap Alula. Wajah gadis itu kini tenggelam di dada bidangnya. Alula masih berteriak histeris melihat cuplikan-cuplikan film horor yang diperankan oleh aktris Mia Gordon tersebut.


Alula masih menonton filmnya walau ia terus menyembunyikan wajahnya di dada Kai. Kai sudah tidak fokus untuk menonton film itu lagi. Ia menikmati momen saat Alula memeluk tubuhnya erat.

__ADS_1


"Kenapa nyaman sekali dipeluk oleh gadis bodoh ini? Bahkan saat Arabella memelukku rasanya tidak seperti ini," Kai melingkarkan tangannya di pinggang ramping Alula. Kemudian ia mengirup dan mencium dalam-dalam rambut istrinya.


"Harum sekali," gumam Kai.


Alula tidak menyadari tangan dan kaki suaminya sedang memeluknya saat ini. Ia masih fokus dengan film yang ia rasa sangat menakutkan baginya.


"Kai, ini film lebih seram dari film pertamanya," Alula berbicara dengan nada ketakutan seraya tangannya meremas pinggang suaminya.


"Hmmmm," Kai sudah tidak memedulikan apa yang Alula bicarakan. Ia masih sibuk menciumi rambut Alula yang tiba-tiba membuatnya begitu candu.


Tak terasa, film pun sudah usai. Layar pun kembali ke halaman utama sebagai simbol bahwa film telah usai.


Kesadaran Alula baru pulih. Ia merasakan Kai tengah menciumi rambutnya, serta tangan dan kaki suaminya tengah melingkar erat di tubuhnya.


"Kai, apa yang kau lakukan?" Alula mendorong keras dada Kai, sehingga tubuhnya menjauh.


"Aku hanya membuatmu tidak takut," tutur Kai datar.


"Kau jangan berani-berani mengambil kesempatan saat aku lengah!" Alula memelototkan kedua matanya.


"Bukannya kau yang memelukku?" Teriak Kai.


Alula terdiam karena ia teringat jika memang dirinya lah yang memulai memeluk tubuh Kai terlebih dulu.


"Ya sudah, ayo kita kembali ke kamar!" Alula bangun dari posisi berbaringnya.


"Kita tidur di sini saja!" Kai menarik tangan Alula sehingga posisi tubuh gadis itu terduduk.


"Aku tidak mau, Kai. Di sini kasurnya sempit," Alula merengek sembari memegang tangan suaminya.


"Baiklah, ayo kita kembali ke kamar," Kai berdiri dan langsung berjalan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Ya tuhan, mengapa aku terbawa suasana?" Kai mengusap wajahnya kasar seraya terus berjalan kembali ke kamarnya.


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2