Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Dia Harus Menikahimu


__ADS_3

Alula turun dari taksi dan berjalan gontai menuju halaman rumahnya. Alula segera masuk ke dalam rumah setelah mengambil kunci dari dalam tas.


Alula langsung masuk ke kamarnya. Kemudian mencharger ponselnya yang lowbat. Lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menatap langit langit kamar.


"Aku berharap tidak akan pernah bertemu dengan Alfin lagi," Alula berbicara sendiri. Tubuhnya masih terbungkus sweater milik Kai.


"Aluaaaaa !!!" seseorang terdengar memanggil Alula dari lantai 1. Alula segera berdiri dan turun untuk melihat siapa yang masuk ke dalam rumahnya.


"Mama, Papa?" tukas Alula saat ia melihat Halbert dan Ainsley sudah pulang ke rumah.


"Katanya hari ini mama dan papa ada seminar? Tapi kenapa sudah kembali?" tanya Alula.


Halbert dan Ainsley tidak menyahuti pertanyaan Alula. Wajah kedua orang tuanya tampak tak seramah biasanya.


"Kalian kenapa?" Alula mengernyitkan dahinya heran.


"Kau masih bertanya kami kenapa?" Ainsley berteriak kepada Alula.


"Kenapa mama membentak Al?"


"Kau tidak menonton dan membaca berita hari ini?" tanya Halbert dengan tatapan tajamnya.


Alula hanya menggelengkan kepalanya.


"Lihatlah ini !" Ainsley memberikan ponselnya kepada Alula.


Alula melihat apa yang ada di ponsel ibunya. Alula begitu terkesiap saat melihat berita yang memuat mengenai dirinya dan Kai terlebih ada foto mereka disana. Terlihat foto Kai yang bertelanjang dada dan sedang menindih separuh tubuhnya, sedangkan tangan Alula melingkar di leher musuh bubuyutannya itu.


"Kami tidak menyangka di luar sana kelakuanmu binal seperti itu," Halbert berkata geram.


"Ini tidak seperti yang kalian lihat. Kejadiannya bukan seperti itu," Alula menggelengkan kepalanya dan mulai menangis.


"Kau membohongi kami?" Ainsley tampak berang kepada putrinya.


"Papa sudah bilang, kau tidak boleh melakukan hal seperti itu sebelum menikah. Kau tahu bagaimana ajaran kami selama ini kepadamu !" bentak Halbert.


"Kami merasa gagal mendidik dan menjadi orang tuamu," terlihat buliran air mata terjatuh dari pelupuk mata Ainsley.


Hati Alula merasa nyeri mendengar perkataan ibunya.


"Aku benar benar tidak melakukan hal seperti itu," Alula menggelengkan kepalanya sembari menangis.


"Panggil kekasihmu untuk menghadap papa !" perintah Halbert keras.

__ADS_1


"Dia bukan kekasihku, Pa. Bagaimana aku bisa memanggilnya kesini?" jawab Alula dengan suara serak.


"Bukan kekasihmu? Kenapa kau bisa berada di apartemen miliknya semalam?" teriak Halbert.


Alula ketakutan melihat ayahnya marah seperti itu.


"Lalu, jika Alula berhasil membawanya kesini papa akan berbuat apa?" Alula memberanikan diri bertanya.


"Dia harus menikahimu !" teriak Halbert.


Alula membulatkan matanya mendengar apa yang dikatakan ayahnya.


"Alula tidak mau menikah dengannya !" Alula semakin mengeraskan tangisnya.


"Kau sadarlah ! Sekarang namamu sedang di perbincangkan di seluruh negeri ini. Jika kau tidak menikah dengannya, laki-laki mana yang mau denganmu kelak?" timpal Ainsley. Ainsley dan Halbert memang masih memegang nilai-nilai konservatif dalam hidupnya.


"Ma, pa. Alula yakin kelak akan ada yang mau menikah dengan Al. Al tidak mau menikah dengan laki-laki itu, Alula membencinya..." Alula menangis tersedu-sedu.


"Dimana harga dirimu jika kau tidak menikah dengannya? Bahkan tadi rekan-rekan papa menjudge papa dan mama tidak bisa mendidikmu. Kita adalah seorang pendidik, harusnya kau memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dan mahasiswa-mahasiswamu !" tandas Halbert.


Alula tampak panik saat ayahnya membahas mahasiswa-mahasiswanya. Apa yang akan mereka katakan tentang Alula? Apa yang harus Alula lakukan saat ia datang ke kampus?


"Masuklah ke kamarmu !" perintah Halbert.


"Chel?" seru Alula. Lalu ia segera memeluk sahabatnya sambil menangis.


"Tenangkan dirimu, Al !" Chelsea mengusap-ngusap punggung Alula. Kini baju Chelsea tampak basah karena air mata Alula.


Alula melepaskan pelukannya. Ia berjalan ke arah tempat tidur dan di ikuti oleh Chelsea di belakangnya.


"Sebenarnya ada apa, Al? Setelah tadi aku membaca berita di internet aku bergegas ke rumahmu untuk mendengar apa yang sebenarnya terjadi," ujar Chelsea.


"Chel, aku benar-benar tidak tidur dengan Kai," beber Alula sambil menangis.


"Aku tahu itu, Al. Kau tidak mengatakannya pun aku yakin kau tidak tidur dengan musuh bubuyutanmu saat SMA," jawab Chelsea. Chelsea sangat tahu bagaimana Alula dan Kai saling membenci.


"Ceritakan kepadaku semua yang terjadi !" pinta Chelsea lembut.


"Semalam aku akan dinner dengan Cleon lalu aku menumpangi taksi untuk sampai restoran. Akan tetapi, di tengah perjananan taksi yang ku tumpangi mogok. Lalu aku berjalan untuk menyetop taksi, keadaan disana sungguh sangat sepi... Setelah aku berada di depan gym yang ada di jalan Bougenville seseorang tiba-tiba membekam mulutku dan memasukanku ke dalam mobil," papar Alula.


"Siapa yang melakukannya? Apakah Kai?" Chelsea semakin penasaran apa yang terjadi.


"Bukan, tetapi mantan kekasihku. Dia membawaku ke apartemennya dan mencoba melecehkanku," dada Alula terasa sesak saat ia harus menceritakan kejadian mengerikan itu.

__ADS_1


Chelsea mengusap ngusap lengan Alula untuk menguatkan.


"Tapi Kai menolongku saat itu, kebetulan Kai melihat saat Alfin membiusku dan dia membuntuti mobil laki-laki berengsek itu. Aku dibawa oleh Kai ke apartemennya karena saat di dalam mobil aku tidak sadarkan diri. Mengenai foto itu, aku tidak tahu mengapa posisiku dengan Kai seperti itu," Air mata semakin deras menghujani pipinya.


"Kau yakin Kai tidak melecehkanmu saat kau tidak sadar?" Chelsea tampak khawatir.


"Memang aku tidak tahu mengapa di foto posisiku dan Kai seperti itu, tetapi aku yakin dia tidak melecehkanku. Saat aku terbangun, bajuku masih utuh dan tubuhku tidak merasakan apa-apa," tangkas Alula.


"Iya sih, aku yakin Kai tidak akan menyentuhmu," ucap Chelsea yakin.


"Tapi siapa yang memotret kalian? Apakah ada orang selain kalian disana?" tanya Chelsea.


"Semalam aku mendengar suara dua orang di kamar itu. Sepertinya seorang dokter, karena aku merasakan tubuhku sedang di periksa. Kurasa semalam aku setengah sadar karena efek bius yang diberikan Alfin," terang Alula.


"Aku percaya padamu, Al. Lalu setelah ini apa yang akan kau lakukan? Namamu dan Kai sudah tercemar sekarang, mungkin berita ini besar karena Kai adalah seorang pengusaha muda yang sedang naik daun di Inggris selama setahun ini. Dan kau pun seorang pendidik, makanya ini menjadi affair yang besar," terang Chelsea.


"Papa menyuruhku untuk menikah dengan Kai. Aku tidak mau Chel," Alula menangis tersedu-sedu saat mengingat perintah ayahnya untuk menikah dengan Kai.


"Bagaimana kau bisa menikah dengan seseorang yang sering membully dan menyakitimu?" Chelsea menatap Alula iba.


"Aku tidak tahu. Yang jelas aku tidak ingin menikah dengannya,"


"Tapi, Al... Kurasa papamu benar. Jika kalian tidak menikah, nama kalian akan selalu jelek dan....." Chelsea menggantung perkataannya


"Dan apa Chel?" tanya Alula sendu.


"Dan kurasa kau akan di berhentikan oleh kampus tempatmu mengajar. Lalu setelah itu? Aku ragu ada universitas lagi yang mau menerimamu," ucap Chelsea hati-hati.


"Jangan sampai itu terjadi Chel ! Aku tidak mau kehilangan pekerjaanku," Alula mengusap air mata di pipinya kemudian dia mengambil ponsel miliknya yang tengah ia charger.


"Ya tuhan, aku lupa belum menghubungi Cleon," ucap Alula saat ia membuka ponselnya.


"Telfon saja dia sekarang," saran Chelsea.


"Baiklah," Alula mencoba menelfon Cleon tetapi ponsel Cleon sedang tidak aktif.


"Chel, aku harus menjelaskan ini semua kepada Cleon," Alula meremas tangan Chelsea.


"Lebih baik kau datang saja ke rumah Cleon, Al !" Chelsea memberikan saran.


Alula tampak menimbang-nimbang.


"Baiklah, besok aku akan medatangi Cleon ke rumahnya. Hari ini papa dan mama sedang sangat marah jadi aku tidak akan diizinkan untuk keluar..."

__ADS_1


Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2