Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Tidak Mencintainya


__ADS_3

Pagi ini Alula bersiap-siap pergi ke kampus barunya untuk tanda tangan kontrak dengan pihak universitas. Saat Alula tengah memakai sepatu pentopel, ia melihat kotak makanan yang ia buatkan untuk Kaivan ketinggalan di atas meja makan.


"Kai benar-benar ceroboh. Dia lupa dengan bekal makanannya," Alula mengambil kotak makanan itu.


"Aku harus mengantarkannya sebelum ke kampus. Dia pasti lapar saat istirahat nanti," Alula segera bergegas pergi dan mencegat taksi.


Alula turun dari taksi dan segera masuk ke kantor suaminya. Ia baru pertama kalinya berkunjung ke kantor Kaivan.


"Selamat pagi, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" Kata petugas keamanan yang mencegat Alula di pintu masuk.


"Selamat pagi, pak. Saya ingin bertemu dengan Kai," jawab Alula ramah.


"Nona sudah membuat janji dengan tuan Kai?"


"Belum. Saya hanya ingin mengantarkan makanan untuknya," Alula menunjukan bekal makanan yang ia bawa.


"Kalau boleh saya tahu, nona siapa nya tuan Kai? Biasanya yang mengantarkan bekal makanan hanya nona Arabella," tanya petugas keamanan itu dengan nada yang heran, karena ada yang berani mengantarkan bekal makanan selain dari Arabella. Arabella memang selalu mengantarkan bekal makanan untuk Kai.


Alula merasa terusik setelah ia tahu bahwa Arabella selalu mengantarkan bekal makanan untuk Kai.


"Saya istrinya, pak," Alula tersenyum kikuk.


"Jadi nona istrinya tuan Kai? Maafkan saya nona! Saya tidak mengetahui jika anda adalah istri tuan Kai, karena saya baru pertama kali melihat Nona ke kantor. Silahkan langsung masuk Nona, ruangan tuan Kai ada di lantai 10 !" Petugas keamanan itu tampak kaget begitu mengetahui Alula adalah istri dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.


"Tidak apa-apa, pak. Terimakasih, kalau begitu saya masuk dulu."


Alula melewati lobby kantor untuk menaiki lift agar sampai di lantai 10. Semua pegawai yang ada di lantai satu memperhatikan Alula.

__ADS_1


"Itu istrinya tuan Kai kan?"


"Iya, itu istrinya. Cantik ya? Aku melihat berita mereka saat honeymoon. Benar-benar wanita yang beruntung."


"Ah, aku jadi iri kepadanya. Tapi aku kasian juga terhadap nona Arabella. Secara, dia kan yang berpacaran dengan tuan Kai selama ini."


Itulah gumaman-gumaman yang terdengar oleh Alula dari karyawan suaminya.


Alula langsung masuk begitu lift terbuka. Ia segera memencet tombol 10 untuk sampai ke lantai 10. Alula tak menghiraukan orang yang sedang berdiri di sampingnya, karena saat tadi ia memasuki lift ada satu orang yang berada di dalam lift.


"Kasian sekali ya jadi dirimu," Ucap seseorang itu. Alula menolehkan wajahnya. Ternyata itu adalah Beverly. Alula diam dan tak menyahuti perkataannya.


"Kau istrinya tapi baru pertama kali datang ke kantor ini. Kau tahu? Arabella yang sering mengantarkan makanan untuk Kai kesini. Kau istrinya tapi baru datang hari ini?" Beverly tersenyum sinis.


Alula hanya menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan Beverly yang sengaja untuk menyulut emosinya.


Alula tersenyum, kemudian ia berkata "lebih kasian mana nasibku dibandingkan dengan nasibmu. Saat ini Kai adalah suamiku. Sedangkan, kau? Kai melirik dirimu saja tidak."


"KAAUU!!" Bentak Beverly. Ia tampak menahan emosinya dan segera keluar ketika lift terbuka di lantai 8.


Alula menatap punggung Beverly yang menjauhinya.


"Dulu kau sahabatku. Hanya karena pria, kau tega membuangku menjadi sahabatmu," batin Alula lirih.


****


Alula keluar dari dalam lift, ia berjalan ke arah ruangan suaminya yang berada di lantai 10. Alula begitu gembira saat ia akan bertemu dengan Kaivan. Alula akan masuk ke dalam ruangan Kai, tetapi niatnya ia urungkan saat Alula mendengar Kai tengah mengobrol dengan ayahnya di dalam ruangan pribadi miliknya.

__ADS_1


"Kai, daddy tidak mau tahu, pokoknya kau harus menceraikan Alula dan kembali kepada Bella," seru William dengan suara yang dapat didengar oleh Alula yang tengah berada di luar.


"Kau dengar daddy tidak? Perusahaanmu membutuhkan perusahaan orang tua Arabella, kau harus ingat itu!"


"Tapi dad, Kai menyukai Alula," jawab Kai.


"Kau hanya menyukainya, Kai. Kau tidak mencintainya. Setelah kau bercerai, rasamu itu akan menghilang. Percayalah kepada daddy!"


"Kau tidak boleh melupakan Arabella yang selama ini berada di sisimu. Kau jangan membuangnya hanya karena istrimu yang tak sepadan dengan Bella! Istrimu bukan anak dari seorang pengusaha. Sementara Bella?" William membandingkan Alula dan Arabella.


Mata Alula mulai memerah mendengar penuturan mertuanya.


"Katakan pada daddy jika kau akan menceraikannya!" Desak William.


"Aku-" Kai ragu dengan apa yang akan ia katakan.


"Katakan!" Bentak William.


"Kurasa kau benar, Dadd. Kai hanya menyukainya dan tidak mencintainya. Kai akan menceraikan Alula jika waktunya sudah tiba," jawab Kai.


Kaivan berkata seperti itu agar ayahnya segera keluar dari dalam ruangannya. Ia berfikir, kantor bukan tempat yang baik untuk berdebat. Apalagi jika ada karyawannya yang mendengar. Kai akan membicarakannya lagi jika nanti sudah berada di rumah orang tuanya. Di rumah orang tuanya, Kai bisa langsung memohon restu William dengan dukungan dari Sofia, begitu fikirnya.


Tetapi, berbeda dengan Alula. Ia sudah tidak dapat menahan sakit hatinya lagi mendengar Kai perkataan Kai. Alula segera berlari ke arah lift dan turun kembali ke lantai 1. Air mata terus keluar dari matanya hingga orang-orang heran melihat Alula yang tengah menangis di area kantor. Alula menundukan wajahnya dan berjalan cepat ke luar kantor.


"Nona, kau tidak apa-apa?" Tanya petugas keamanan yang tadi mengintrogasi Alula. Alula tak menjawab, ia terus berjalan dan segera mencegat taksi.


"Mengapa hatiku sakit seperti ini saat aku tahu dia tidak mencintaiku? Ternyata sifat baiknya kepadaku akhir-akhir ini hanya sebuah kepura-puraan?" Gumam Alula saat ia terduduk di kursi taksi. Tangannya terus menerus menghapus air mata yang terus berderai. Sementara itu, supir taksi yang Alula tumpangi hanya melirik dari kaca spion saat mendengar isak tangis Alula.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 jika kalian suka novel ini. Terimakasih šŸ¤—


__ADS_2