
Alula sampai di kota York pada pukul 12.00 malam. Kota York merupakan ibu kota historis Yorkshire yang terletak di Inggris Utara. Ciri khas dari kota ini adalah bangunan tua dengan gaya abad pertengahan, karena kota ini sarat akan perjalanan historisnya. Kota York adalah kota yang sangat unik karena bangunan bersejarah, sekolah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya menyatu di kota ini. York juga mendapat julukan kota hantu di Eropa. Mungkin karena bangunan-bangunan di sana banyak bangunan kuno warisan abad pertengahan yang sudah berusia ribuan tahun.
"Ini rumah kakek dan nenekmu, Al?" Cleon memperhatikan rumah bergaya Georgia yang ada di depannya.
"Iya, ini rumahnya. Sudah dua tahun aku tidak kemari," Alula memperhatikan rumah kakek dan neneknya yang sedikit berubah.
"Al, kau yakin akan tinggal di rumah ini?" Chelsea bergidik ngeri melihat rumah yang terasa menyeramkan untuk ditinggali.
"Rumahnya seperti rumah di film The Conjuring," lanjutnya.
"Kalau tidak salah rumah The Conjuring itu bergaya Bungalow," Alula menyanggah pernyataan Chelsea.
"Ya sudah, ayo kita turun!" Alula turun dari mobil yang segera diikuti oleh Cleon dan juga Chelsea. Cleon segera mengeluarkan barang-barang Alula, barang miliknya dan barang milik Chelsea dari bagasi.
Alula memencet bel rumah itu. Tak lama seseorang membuka pintu.
"Al, kau sudah sampai?" Nenek Alula yang bernama Anne Hamilton menyambut kedatangan cucunya.
"Nek," Alula memeluk neneknya itu.
"Ini suamimu?" Tanya Anne ketika melihat wajah Cleon.
"Bukan. Dia bukan suami Alula. Nenek lupa dengan wajah suamiku?" Alula mengerucutkan bibirnya, karena neneknya itu sudah bertemu Kai saat hari pernikahan.
"Nenek lupa. Maklum nenek sudah tua," Anne terkekeh.
"Ya sudah, ayo kita masuk! Nenek sengaja begadang untuk menunggumu."
Alula, Cleon dan Chelsea segera masuk ke dalam rumah itu.
"Kakek?" Alula menyapa kakeknya yang baru turun dari tangga.
"Cucuku," kakek Alula yang bernama Charlie Hamilton langsung memeluk Alula.
"Ke mana suamimu?" Charlie mengedarkan pandangannya mencari sosok Kai.
"Dia tidak ikut," Alula tersenyum kaku saat di tanya mengenai Kai. Sejujurnya ia sudah tidak ingin membahas pria yang sudah menyakitinya itu.
"Oh iya, teman teman Alula akan menginap di sini selama dua minggu untuk menikmati liburan musim panas. Apakah boleh?" Alula meminta izin kepada Charlie.
"Tentu saja boleh. Kalian bisa menginap di sini selama yang kalian mau," Charlie tersenyum kepada Cleon dan Chelsea. Charlie dan Anne memang hanya tinggal berdua karena anak-anak dan cucunya sudah hidup di kota lain. Ada yang tinggal di kota Durham, Cambridge dan kota Birmingham.
"Terima kasih," Chelsea dan Cleon mengangguk sopan.
Anne pun mengantar mereka ke kamar masing-masing.
"Kalian segera tidur, ini sudah tengah malam! Nenek pamit dulu untuk tidur," Ucap Anne saat dia sudah menunjukan kamar untuk Alula, Chelsea dan Cleon.
"Baiklah. Selamat malam, Nek!" Kata Cleon ramah.
"Al, aku tidur bersamamu, ya? Aku takut," Chelsea merajuk kepada Alula.
"Boleh. Ayo!" Alula segera masuk ke dalam kamar. Chelsea dan Cleon mengekorinya.
__ADS_1
"Mengapa kau ikut masuk?" Alula kaget Cleon mengikutinya.
"Aku mau menaruh ini," Cleon menunjukan tas Alula dan juga kopernya.
"Oh iya, aku lupa," Alula tertawa. Cleon dam Chelsea tersenyum melihat Alula tertawa, karena sudah beberapa hari ini pekerjaannya hanya menangis.
"Baiklah, kalau begitu aku masuk kamarku dulu. Mimpi indah untuk kalian!"Cleon segera berlalu dari kamar itu dan masuk ke kamar yang ada di samping kamar Alula dan Chelsea.
Alula dan Chelsea segera memindahkan baju mereka masing masing ke dalam lemari yang ada di dalam kamar.
"Al?" Chelsea menatap Alula yang tengah mengeluarkan baju-bajunya.
"Hhmmm?" Alula hanya bergumam.
"Kau yakin akan tinggal di sini seterusnya?"
"Aku tidak tahu. Yang pasti aku akan tinggal di sini selama libur musim panas. Setelah 3 bulan, aku akan memikirkannya," Alula masih sibuk mengeluarkan baju-bajunya dari dalam koper, tiba-tiba paspor dan visa miliknya terjatuh.
Alula mengambil paspor dan visa itu lalu menatapnya dengan perasaan sedih yang berkecamuk di dalam dirinya. Alula mengingat momen saat dirinya berbulan madu dengan Kai di negara Switzerland.
Chelsea memandangi Alula yang tengah menatap pilu paspor dan visa yang ada di tangannya.
"Sudah, kau jangan memikirkan Kai!" Chelsea menyabet paspor dan visa itu dari tangan sahabatnya.
"Dia pasti senang aku sudah pergi dari hidupnya," Alula tersenyum getir.
"Lupakan Kai, Al! Dia tidak pantas untuk kau tangisi. Air matamu terlalu berharga untuknya. Pikirkan anakmu saja!" Chelsea berjongkok di hadapan Alula.
"Kai sudah membuangmu. Dia sudah keterlaluan padamu."
"Iya, Chel. Selama ini, kata cinta yang sering ia ucapkan padaku hanya dusta. Aku juga tidak ingin bertemu dengannya lagi," Alula tersenyum penuh luka.
"Dan aku akan melahirkan dan merawat anak ini sendiri," Alula mengelus perutnya yang masih datar.
"Tenang saja. Aku akan membantumu untuk merawat anakmu," Chelsea ikut mengusap lembut perut Alula.
"Ayo kita tidur! Kau harus banyak beristirahat," Chelsea menarik tangan Alula. Mereka pun segera merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.
"Kai, inilah saatnya aku melupakanmu."
****
Pagi hari, Beverly datang ke rumah Cleon dengan membawa bekal makanan. Ia memang sengaja memasak untuk Cleon.
Beverly mengetuk pintu. Seorang pria tampak membuka pintu itu.
"Kau siapa?" Tanya Beverly kepada pria asing yang ada di hadapannya. Pria itu memandangnya dengan dingin.
"Justru aku yang bertanya, kau siapa?" Pria itu bertanya balik.
"Aku teman Cleon. Cleonnya ada?" Beverly celingak celinguk mencari keberadaan Cleon di dalam rumahnya.
"Cleon sedang tidak ada. Dia sedang pergi ke luar kota," jawab pria itu.
__ADS_1
"Ke kota mana?" Beverly merasa kecewa karena Cleon tidak memberi tahukan perihal keberangkatannya.
"Kalau tidak salah ke Inggris utara."
"Berapa lama dia akan pergi?" Beverly merasa deg degan menunggu jawaban dari pria asing yang ada di hadapannya. Beverly takut jika Cleon akan pergi dalam waktu yang cukup lama.
"2 minggu."
"Hah? Mengapa lama sekali?" Beverly merasa shock. Ia sungguh sangat ingin bertemu Cleon saat ini.
"Susul saja olehmu!" Ucap pria itu dengan ketus.
"Kau benar! Mengapa aku tidak menyusulnya? 2 minggu ke depan kan libur musim panas," Beverly tersenyum ceria mendengar perintah pria itu.
"Dasar wanita aneh!" Pria itu menutup pintunya dengan sangat keras.
"Tidak sopan sekali dia!" Beverly menggerutu. Ketika Beverly keluar dari halaman rumah Cleon, ia melihat ibu Cleon turun dari dalam mobil.
"Bev, kau ada di sini?" Tanya Alice, ibu dari Cleon.
"Iya. Aku mencari Cleon, tetapi ia tidak ada di rumah.Kemana Cleon pergi tante?" Tanya Beverly.
"Tante tidak bisa memberi tahumu. Cleon yang menyuruh tante untuk merahasiakannya," jawab Alice dengan raut wajah yang tidak enak kepada Beverly.
"Mengapa tante?" Beverly penasaran mengapa Cleon meminta ibunya untuk merahasiakan kota tempatnya singgah.
"Tante juga kurang tahu."
"Ayolah beri tahu Bev tante! Bev ada urusan penting dengannya. Bev janji tidak akan memberi tahukan kepada orang lain," Beverly memohon.
"Baiklah. Karena kau anak baik, tante akan memberi tahumu. Awalnya Cleon berkata jika ia akan pergi ke county Surrey, tetapi tadi malam dia menelfon kembali, katanya dia pergi ke kota York," Alice berbisik.
Beverly tersenyum senang saat ia mengetahui kota yang dituju oleh Cleon.
"Tante, bolehkah Bev meminta alamat lengkap Cleon di sana? Bev mohon!" Beverly mengatupkan lengannya.
"Baiklah. Nanti tante kirimkan alamatnya ke nomor ponselmu."
"Terima kasih tante," Beverly memeluk Alice.
"Sama sama, sayang," Alice membalas pelukan Beverly hangat.
"Oh iya, tadi ada laki-laki di rumah tante. Dia siapa sih? Kok menyebalkan banget?"
Alice tertawa mendengar ucapan Beverly.
"Dia Henry, kakaknya Cleon. Dia memang seperti itu sifatnya," Alice tersenyum.
"Maaf tante! Bev tidak bermaksud-"
"Tidak apa-apa," Alice mengusap lembut tangan Beverly.
Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤
__ADS_1