
Pagi-pagi sekali Cleon sedang mencuci mobil di pekarangan rumahnya sebelum berangkat bekerja. Ia memang terbiasa menyelesaikan semua pekerjaannya sendiri dan tidak bergantung pada siapa pun. Di saat Cleon tengah mencuci mobil miliknya, Beverly datang ke rumahnya masih dengan memakai setelan piyamanya.
"Cleon? Aku disuruh mengantarkan ini oleh mommy," Beverly memberikan satu mangkuk Bread puding kepada Cleon.
"Bev, kau tidak perlu repot-repot !" Cleon merasa sungkan karena semenjak bertetangga dengannya, ibu Beverly rajin mengirimkan makanan ke rumahnya.
"Tidak apa-apa. Itu titipan dari mommy," Beverly menyerahkan mangkuk yang berisi bread pudding buatan ibunya.
"Kalau begitu, terima kasih Bev. Sebentar aku simpan dulu," Cleon mencuci lengannya dan mengambil mangkuk bread pudding dari tangan Beverly. Kemudian ia masuk ke dalam rumah untuk menaruh pudding itu.
Cleon keluar kembali dan mulai mencuci mobilnya kembali.
"Biar aku bantu," Beverly mengambil sebuah spons yang ada di samping Cleon.
"Bev, tidak usah. Nanti tanganmu kasar," Cleon mencegah Beverly untuk membantunya mencuci mobil.
"Tidak apa-apa. Lagi pula, aku berangkat kerja 2 jam lagi. Masih banyak waktu," Beverly segera mengelap mobil milik Cleon dengan spons khusus untuk mencuci mobil. Ia melakukannya dengan begitu telaten.
"Padahal aku bisa sendiri Bev," Cleon merasa tidak enak hati karena Beverly mau berkotor-kotoran untuk membantu dirinya mencuci mobil.
"Aku yang mau melakukannya," Beverly segera mengambil selang dan mengarahkan selang itu ke arah mobil Cleon yang sudah di penuhi oleh busa.
"Aku lihat sikap Beverly semakin hari semakin membaik. Aku berharap dia bisa bersahabat kembali dengan Alula dan juga Chelsea seperti dulu. Sebelum Beverly berpacaran dengan Kai, mereka bertiga tidak terpisahkan," gumam Cleon dalam hatinya.
Beverly melirik ke arah Cleon dan melihat Cleon sedang termenung. Beverly mengarahkan selang itu kepada tubuh Cleon.
"Kau ini usil sekali !" Cleon tertawa. Ia segera mengambil selang yang lain dan balas menyemprotkannya ke tubuh Beverly.
Beverly pun kembali menyemprot tubuh Cleon dengan selang itu. Mereka bermain air seperti anak kecil. Kate keluar dari rumahnya, ia melihat putrinya tengah bermain semprot-semprotan dengan Cleon diiringi dengan canda tawa.
"Aku harap Cleon juga menyukai putriku," Kate tersenyum dan segera masuk ke dalam rumahnya lagi.
Di saat mereka masih bermain main, tanpa diduga Chelsea datang ke rumah Cleon.
__ADS_1
"Ehem," Chelsea sengaja berdehem saat menyaksikan Cleon dan Beverly tengah berlari-larian sembari menyemprotkan air ke tubuh masing-masing.
"Chel, kau kemari?" Cleon menyimpan selang itu dan segera mendekat ke arah Chelsea.
"Iya. Aku sengaja mampir ke rumahmu untuk membawakamu sarapan dan bekal untuk bekerja," Chelsea tersenyum kaku dan menyerahkan bekal makanan yang ia bawa kepada Cleon. Cleon pun mengambil bekal yang di sodorkan oleh Chelsea.
"Chel, terima kasih," ujar Cleon dengan senyumnya.
"Bev, mengapa kau ada di sini?" Chelsea berjalan mendekat ke arah Beverly yang baru saja menaruh selang di tangannya dan mematikan keran air.
"Aku tinggal di pinggir rumah Cleon sekarang Chel. Awalnya aku tidak menyangka Cleon menjadi tetangga baruku," jelas Beverly. Ia sungguh tahu Chelsea sekarang tengah cemburu padanya.
"Kau tidak memberitahuku jika sekarang kau bertetangga dengan Beverly !" Chelsea menghunuskan tatapan tajam kepada Cleon.
"Maaf, Chel ! Aku lupa memberitahumu," Cleon tidak menyangka jika Chelsea akan marah perihal masalah kecil seperti ini.
"Kalau begitu aku pulang dulu. Kau teruskan saja bermain airnya !" Chelsea bergegas untuk meninggalkan rumah Cleon.
"Tunggu Chel !" Cleon mengejar Chelsea yang sedang berjalan dan menahan lengannya.
"Sudahlah, teruskan saja bermain airnya dengan Beverly !" Chelsea tersenyum sinis. Ia bergegas untuk pergi kembali.
"Chel? Maafkan aku !" Lirih Cleon. Ia sungguh tidak peka dengan perasaan wanita. Cleon menganggap kedekatannya dengan Beverly adalah kedekatan sebagai seorang teman dan juga tetangga.
"Mengapa kau meminta maaf? Ya sudah, aku hanya mau menyampaikan jika Alula dan Kai mengajak kita untuk makan malam bersama malam ini. Apakah kau bisa?" Chelsea bertanya dengan malas.
"Makan malam bersama? Double date maksudmu?" Cleon merasa ragu. Ia khawatir akan melihat kemesraan Kai dan Alula di sana.
"Iya. Memangnya kenapa? Kau tidak mau? Kau cemburu kepada Kai?" Sindir Chelsea.
"Bukan seperti itu, tapi-" Cleon menggantung kata-kata selanjutnya.
"Tapi apa?"
__ADS_1
"Aku mau," jawab Cleon cepat.
"Kalau begitu, nanti malam kita bertemu di Mylahore Cafe," sahut Chelsea dengan ekspresi wajah yang datar.
"Baiklah, aku akan menjemputmu nanti malam," tutur Cleon. Sementara Beverly hanya melihat Cleon dan Chelsea yang sepertinya tengah bersitegang.
"Tidak usah. Kita bertemu di sana saja," timpal Chelsea dingin.
"Baiklah," Cleon menyetujui.
"Kalau begitu aku pulang dulu," Chelsea segera melangkahkan kakinya ke mobil yang ia parkir di pinggir jalan perumahan Cleon.
"Hati-hati di jalan ! Kau jangan mengebut!"
"Chelsea sangat pencemburu. Beda sekali dengan Alula," batin Cleon seraya melihat punggung Chelsea yang menjauhinya.
"Cleon, maafkan aku ! Kau dan kekasihmu jadi berselisih gara-gara kehadiranku," Beverly mendekat ke arah Cleon dan menunjukan wajah yang merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, Bev. Kau tidak bersalah. Lagi pula Chelsea belum menjadi kekasihku. Jadi kau tidak perlu merasa bersalah, kita pun tidak melakukan hal yang aneh-aneh," Cleon menghibur Beverly. Sungguh ia tidak berfikir hal semacam tadi akan menyinggung perasaan Chelsea.
"Bukan kekasih? Berarti aku masih mempunyai harapan," setitik harapan muncul di hati Beverly, saat ia tahu Cleon dan Chelsea belum meresmikan status mereka.
"Kau yakin tidak apa-apa?" Beverly memastikan kembali.
"Iya. Aku yakin."
"Baiklah. Kalau begitu aku pulang ya? Aku harus bersiap untuk pergi bekerja," Beverly berpamitan kepada Cleon.
"Baiklah, Bev. Terima kasih untuk bread pudding yang kau bawa dan terima kasih telah membantuku mencuci mobil," Cleon tersenyum tulus.
"Dan maaf membuat baju mu basah," sambung Cleon.
"Aku juga telah membuat bajumu basah," Beverly tertawa. Cleon pun ikut tertawa.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku pulang. See you Cleon!" Beverly berjalan ke luar pagar dan masuk ke dalam rumahnya yang ada di samping rumah Cleon.
"Aku nyaman saat bersama dengan Chelsea. Tetapi, aku kurang suka sikapnya yang pencemburu. Saat aku dekat dengan Alula selama enam tahun lamanya, Alula tidak pernah cemburu kepada wanita yang berada di sekelilingku. Bahkan saat tahun pertama aku bekerja di kota ini, Amanda mengejarku untuk kembali padanya, dan Alula tahu itu, tapi ia hanya bersikap biasa saja. Aku yakin dulu Alula menyukaiku. Cinta memang sungguh rumit," Cleon pun menghembuskan nafasnya berat.