Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 100


__ADS_3

Keesokkan harinya, Diki sengaja di task pergi ke kantor karena hari ini Diki akan membawa Dian ke pusat perbelanjaan untuk membeli perlengkapan bayi mereka dan juga beberapa baju hamil untuk Dian yang terlihat sudah tak ada yang muat lagi di tubuh Dian yang semakin hari semakin membesar karena nafsu makan yang sangat meningkat beberapa hari belakangan ini.


"Mas jadi kita hari ini pergi membeli perlengkapan baby?" tanya Dian pada Diki yang masih main handphone nya duduk di sofa kamar mereka.


"Jadi sayang..." jawab Diki dan langsung mematikan layar handphonenya saat Dian mendekatinya.


"Terus itu Citra gimana? kan kemarin mas belum sempat jelasin ke aku?" tanya Dian pada Diki minta penjelasan.


Akhirnya Diki pun menjelaskan dari ia pulang kantor sampai akhirnya bertemu Citra dan memutuskan untuk membawanya karena kasihan melihat anak kecil di jalan sendirian saat hari sudah sore menjelang malam itu.

__ADS_1


"Kasih ya mas nasib Citra, masih kecil sudah lupa ingatan dan di tabah lagi sekarang di tinggal ibunya dan nenek kakeknya tidak menerimanya." ucap Dian sendu karena kasihan dengan nasib Citra yang buruk di usianya masih kecil itu.


"Iya maka dari itu mas membawanya pulang dulu sebelum mas tau yang sebenarnya terjadi pada ibunya, karena mas tidak mau terjadi sesuatu pada anak kecil yang tak berdosa itu, dan maaf jika mas menyelidiki ibunya Citra tanpa minta persetujuan kamu terlebih dahulu karena itu mas lakuin hanya untuk Citra tak lebih dari itu."ucap Diki jujur karena tak ingin Dian berfikiran yang tidak tidak dengan apa yang kini di lakukan ya untuk menolong anak kecil itu.


" Iya mas aku gak marah, justru aku baru mau minta sama mas agar mas mencari tau di mana ibu Citra dan kenapa sampai dia tega meninggalkan Citra sendirian di jalan kemarin " ucap Dian dan seketika membuat sudut Diki terangkat dan memperlihatkan senyum manisnya pada Dian karena Banga pada istrinya yang begitu baik tanpa ada rasa cemburu karena Diki menyelidiki ibu Citra yang notabennya adalah mantan istri Diki.


"Makasih sayang, mas bangga sama kamu, kamu adalah wanita baik, anak anak kita nanti pasti Banga punya ibu yang berhati baik ini." ucap Diki dan menarik Dian dalam dekapannya.


Bukan Diki tak kasihan dengan Citra tapi kalo untuk menjadikan anak Clarisa jadi anaknya itu masih sulit untuk Diki lakuin, lebih baik Diki menyerahkan Citra ke panti asuhan dari pada ia sendiri yang merawatnya karena Diki sudah tak mau lagi ada hubungan apa pun yang berhubungan dengan Clarisa tapi takdir selalu mempermainkannya sehingga ia masih saja di kaitkan dengan Clarisa.

__ADS_1


Tapi kalo untuk menolak ke inginkan Dian juga sulit untuk Diki lakukan, karena Diki sudah berjanji pada dirinya sendiri akan selalu membuat Dian bahagia dan menuruti apa pun yang Dian minta apa pun itu akan ia berikan sebisanya.


"Kita bicarakan itu nanti ya sayang, mas masih menunggu laporan dari Tomi tentang penyelidikan yang mas minta " ucap Diki mengalihkan pembicaraannya dan jawab anggukan oleh Dian.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Yeey... gak kerasa udah bab 100 aja ya, makasih ya kakak kakak yang masih setia menanti kelanjutan cerita Diki dan Dian, dan juga terima kasih untuk Hadian vote dan like serta komentarnya, maaf othor tidak bisa balas satu per satu tapi othor baca kok semua komen nya, sekali lagi makasih banyak ya kakak kakak semua... salam sayang dari othor buat kalian semua....


__ADS_2