
Tanpa di suruh Diki Tomi langsung menghubungi anak buahnya untuk mencari tau apa yang terjadi pada Dian dan anaknya sehingga kejadian itu bisa menimpa mereka. Setelah selesai menghubungi anak buahnya Diki pun juga meminta agen khusus yang di miliki Diki untuk mengecek seluruh CCTV yang ada di sekolah mau pun sepanjang jalan menuju atau pun setelah sekolah si kembar untuk mencari pelaku penabrak Dian.
Setelah sampai di rumah sakit Diki langsung berlari menuju ruang UGD dan disana sudah ada sopir pribadi Dian yang menunggu dengan berlinang air mata,supir yang bernama Agung itu sangat terpukul melihat sendiri kejadian yang menabrak nyonya dan tuan mudanya itu dengan mata kepalanya sendiri dan itu membuat ia hanya bisa mengisi meratapi kecerobohannya yang tak bisa menjaga majikannya itu.
"Pak Agung apa yang terjadi?" tanya Diki saat sudah berada di depan pak Agung.
"Maafkan saya tuan,saya telah lalai dalam menjaga nyonya dan den kecil maafkan saya tuan, ampuni saya." ucap pak Agung menangis dan langsung bersujud di kaki Diki.
__ADS_1
"Bangun pak, bapak ceritakan apa yang terjadi mengapa Dian bisa sampai ketabrak?" tanya Diki pelan menahan segala yang ada di hatinya yang tercampur jadi satu antara sedih, marah namun juga kasihan karna pak Agung sudah bekerja lama dengannya namun dulu jadi supir kantor dan menjadi sopir istrinya sudah empat tahun ini.
"saat itu nyonya dan den kecil lagi berjalan menuju gerbang sekolah sambil bercerita namun saya tidak bisa mendengar apa yang nyonya Dan dan kecil bicarakan tapi terlihat dari raut wajahnya terlihat mereka bahagia dan kebetulan saat itu saya mendapat telepon dari istri saya maka saya tidak lagi memperhatikan nyonya Dan dari kecil karena masih bicara dengan istri saya namun saat saya lagi bicara dengan istri saya saya mendengar suara orang berteriak dan saya lihat waktu itu ternyata nyonya sudah..." ucap pak Agung yang tak bisa menyelesaikan ceritanya karena tak sanggup mengingat lagi apa yang ia lihat saat itu dan hanya bisa menangis di depan Diki.
"namun saya sempat mencatat nomor polisi di mobil itu dan saya juga melihat dari kaca spion nya bahwa ia mengendarai mobil itu adalah seorang laki-laki muda kalau tidak salah seumuran dengan nyonya tuan."ucapan Agung memberikan keterangan sesuai dengan apa yang ia lihat.
setelah selesai menyuruh Tommy untuk mencari laki-laki itu Dicky pun langsung menghubungi keluarganya untuk pemberitahuan kabar duka tentang kecelakaan yang dialami dia dan kedua anaknya agar bisa membantu menjaga kedua buah hatinya di saat dia lagi fokus dengan kondisi diam yang saat ini menurut dokter lumayan parah.
__ADS_1
"apa...? "kaget Mama Nadin saat Diki memberitahu kabar buruk itu seketika tangis Mama Nadin pecah karena dia pun sebenarnya merasakan dari tadi pagi perasaan yang tidak enak saat melihat menantunya dan juga kedua cucunya tapi saatnya manager melihat senyum dia Mama Nadine seketika ingin menangis dan mama Nadine pun tidak tahu apa yang terjadi kenapa dia selalu pengen menangis saat melihat Dian dan ternyata terjawab sudah apa yang membuat Mama Nadin merasakan perasaan seperti itu.
.
.
.
__ADS_1
bersambung