Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 190


__ADS_3

hari-hari yang dijalani Dicky sangat tidak tenang karena terus memikirkan perasaan Dian di rumah yang Diki yakin pasti hatinya terluka karena mimpi yang dialami itu. namun ia tak bisa cepat pulang karena harus memastikan kondisi Papa Juna yang sedang berjuang melawan penyakitnya di rumah sakit dan juga menjaga Mama Nadine yang dengan setia selalu dalam keadaan apapun bahkan Mama Nadine tidak pernah sekalipun meninggalkan Papa Juna di rumah sakit sendirian walau hanya untuk ke apartemen untuk membersihkan dirinya karena Mama Nadin sangat mengkhawatirkan keadaan papa Juna takut terjadi sesuatu jika ia meninggalkan papa Juna maka dari itu semua aktivitas Mama Nadine dilakukan di rumah sakit agar selalu bisa menemani papa Juna 24 jam.


Dicky, Dika, Rei dan Tommy begitu selut Dengan cinta diantara kedua orang tuanya itu meskipun di usianya yang sudah mulai senja tapi cinta keduanya selalu berkobar dan tak pernah sekalipun padahal hingga keempat anak laki-laki itu merasa bahagia memiliki orang tua yang saling mencintai saling menyayangi dan selalu ada untuk pasangannya apapun itu tanpa pernah berpikir untuk meninggalkan.


.


.


tak terasa sudah tiga Minggu Diki dan yang lain berada di Singapura Menemani papa Juna melakukan perawatan dan syukur kondisi papa Juna saat ini sudah membaik meski belum mendapatkan pendonor namun setidaknya kondisi papa Juna sudah lebih baik berkat berobat dan di rawat di rumah sakit itu.

__ADS_1


Ingin rasanya Diki maupun Dika menyumbangkan salah satu ginjalnya agar papa Juna segera sembuh dan bisa kembali dengan keluarga di Jakarta namun apa lah daya jika papa Juna sangat melarang anak anaknya untuk melakukan itu karna papa Juna tidak ingin anak anaknya mengalami hal yang sama dengannya dan papa Juna juga sudah ikhlas jika sampe ia menutup mata untuk selamanya belum juga mendapatkan donor tidak apa asal ia tidak merenggut kebahagiaan anak anaknya nanti karna papa Juna sudah mengalami sendiri bagaimana sakitnya menahan sakit yang teramat sangat bertahun apalagi dalam kondisi menyembunyikan penyakit agar tidak ada yang tau penyakitnya itu.


"kak udah Lo tanyain sama dokter apa sudah ada pendonor buat papa?" tanya Diki pada kakaknya Dika.


"Itu Rey lagi urus, soalnya tadi pas mau ketemu dokter mba mu nelpon mungkin bentar lagi datang." ucap Dika.


"kakak juga sepemikiran sama kamu ingin rasanya kakak mendonorkan ginjal kakak sembunyi-sembunyi sama papa tapi kakak takut jika suatu saat nanti papa tahu apa yang sudah kakak lakukan akan membuat kondisi papah drop makanya kakak hanya bisa berdoa dan mensupport apapun keinginan Papa agar Papa bisa menikmati hari tuanya dengan bahagia meskipun kita sebagai anak-anaknya tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu meringankan penyakit papa."ucap Dika yang juga merasakan apa yang Diki rasakan.


tanpa keduanya tahu bahwa saat ini bapak Juna sedang menerima tamu di kamar rawatnya yang tak lain adalah rekan bisnis Papa Juna yang berada di negara tersebut dan antara apa yang dibicarakan para orang tua di sana hingga membuat Papa Juna dan mama Nadin di ambang dilema.

__ADS_1


.


.


.


.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2