
Tak terasa sudah dua bulan Diki pergi keluar negri dan kini hanya menyisakan perjalanan ke Bali saja, sungguh Diki sudah sangat merindukan istrinya itu namun ia tak bisa mengabadikan tugasnya yang sudah menunggu untuk ia sentuh, malas rasanya ia langsung berangkat ke Bali, karna Diki ingin pulang dulu kerumah menjemput Dian dan membawa Dian ikut ke Bali sekalian bukan madu namu ada sesuatu yang penting disana mengharuskan ia langsung berangkat kesana dan keinginannya pupus sudah untuk sekalian bulan madu.
Padahal tanpa Diki tau kalo Dian sudah lebih dulu berangkat ke Bali dengan trio Angel perintah papa Juna untuk memberikan kejutan Diki di bandara.
Tepat pada saat Diki berjalan di bandara di di buat kaget saat melihat istrinya sudah berdiri menyambutnya dengan senyum manis.
"Apa karna gue terlalu merindukan Dian ya sampe gue lihat Dian disini?" tanya Diki pada Tomi yang berjalan di sampingnya.
"Gak, Lo gak salah lihat, itu emang bener bini Lo, apa Lo gak lihat di sampingnya ada trio Angel?"Tanya Tomi dan seketika Diki melepaskan pegangan kopernya dan berlari menuju Dian saat ia sadar ada tiga ponakannya di samping istrinya.
Dian pun juga melakukan hal yang sama setelah melihat Diki berlari ke arahnya tanpa terasa air mata Dian tumpah saat melihat laki laki yang sangat ia rindukan dua bulan ini.
"Sayang..." ucap Diki.
__ADS_1
"Mas..." ucap Dian berbarengan setelah berdiri berhadapan dengan nafas terengah engah karna berlari dari jarak yang lumayan jauh.
Keduanya pun langsung memeluk satu sama lain dan menumpahkan segala rasa yang ada di dadanya yang membuatnya sesak dua bulan belakangan ini.
Sungguh hati Dian dan Diki sama sama merasakan kehangatan saat keduanya berpelukan erat tanpa perduli jika saat ini keduanya sedang jadi tontonan gratis bahkan ada yang mengabadikan momen tersebut dan salah satunya adalah si cantik Angelina karna ia berniat akan mengirimkan Vidio itu ke grup keluarga.
Setelah sekian menit akhirnya keduanya melepaskan pelukan namun tak melepaskan pegangan tangan karna Diki masih belum puas memeluk istri tercintanya itu.
"Sama mas aku juga." ucap Dian dan lagi Diki menarik pinggang Dian dan kembali memeluk Dian erat.
"Apa kabar sayang..? tanya Diki lembut karna melihat tubuh istrinya agak kurusan.
"Aku baik mas, mas kok lebih kurus sih dari saat berangkat?" tanya Dian dan ternyata bukan hanya Dian yang lebih kurus akibat perpisahan sementara ini, nyatanya Diki pun begitu, ia tak pernah berselera makan bahkan ia sering tak makan siang karna lupa, meski Dian sudah sering mengingatkan namun nafsu makan Diki hilang begitu saja saat melihat banyaknya pekerjaan yang menunggu karna Diki hanya ingin segera menyelesaikan pekerjaan ini agar bisa cepat pulang.
__ADS_1
"Kamu juga lebih kurus? apa keluarga mas tidak memperlakukan kamu dengan baik setelah mas tinggal sehingga kamu jadi kurus begini?" tanya Diki yang berprasangka buruk mengira keluarganya tidak memperlakukan Dian dengan baik.
"Tidak mas, semua keluarga mas menerima aku dengan baik, semua memperlakukan aku bagai seorang gadis, masa aku mau masak saja tidak di bolehin mas, kan aku ingin masak makan malam mas, katanya nanti mas marah jika aku sampe luka." adu Dian dengan wajah cemberut seketika tawa Diki pecah karna ucapan Dian yang begitu menggemaskan dengan bibir monyong gitu.
"Duh..... Gemes banget sih... Pengin cium deh." ucap Diki mencubit bibir pink Dian yang lagi monyong itu.
"Kenapa sudah ada di sini? padahal mas baru saja mau minta kamu kesini besok?" tanya Diki.
.
.
Bersambung....
__ADS_1