Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 77


__ADS_3

"Maksud kamu?" tanya Diki datar.


"Orang tua ku menjodohkan aku enam bulan lalu saat aku baru pulang dari Belanda, aku udah berusaha menolak dan mempertahankan cinta kita tapi karna penolakan aku itu papa aku kena serangan jantung dengan terpaksa aku terima perjodohan itu dan aku langsung nikah hari itu juga, maafkan aku Diki." ucap Laura lirih.


Diki masih diam mendengarkan semua penjelasan Laura agar nanti saat ia bicara Laura tak menyela pembicaraannya.


Karena Diki pun juga berniat memberi tahu pernikahannya pada Laura agar bisa Laura tidak terus merasa bersalah dan bisa menjalani rumah tangga dengan baik.


"Aku sudah berusaha melupakan kamu dan menerima suami aku, tapi sulit dik, aku terus di hantui rasa bersalah bahkan aku berniat mengajak suami aku ke Indonesia mencari kamu untuk minta maaf, agar aku terlepas dari rasa bersalah ini." ucap Laura lagi dengan sesegukan.

__ADS_1


"Laura, aku hargai ketulusan kamu sama aku, tapi alangkah lebih baik jika mulai saat ini kamu fokus saja pada rumah tangga kamu, kamu tidak perlu merasa bersalah sama aku, karna sebenarnya aku pun juga sudah melangsungkan pernikahan beberapa hari lalu, jadi saat ini kita sudah punya keluarga masing masing dan aku harap kamu bisa menerima pernikahan kamu dan berusaha untuk mencintai suami kamu." ucap Diki panjang lebar dan itu membuat Laura bengong karna baru pertama kalinya mendengar kalimat terpanjang Diki selama ia kenal Diki hampir dua tahun.


Setelah bisa menguasai dirinya lagi dari keterkejutannya mendengar kalimat panjang Diki Laura pun mulai lagi bertanya.


"Apa perempuan yang kamu nikahi itu pilihan kamu atau di jodohkan dengan keluarga kamu? kalo di jodohkan lebih baik kita kabur yuk.." tanya Laura sekaligus ajakan


"Aku menikah dengan perempuan yang aku pilih sendiri, maaf aku gak bisa kabur sama kamu, karna dari dulu hingga sekarang aku gak pernah menganggap kamu lebih dari sahabat."ucap Diki mematahkan semangat Laura.


"Sedikit pun kamu tidak punya perasaan pada ku Dik?" tanya Laura dan di jawab gelengan kuat sama Diki.

__ADS_1


"Baik lah jika begitu aku harap kamu hidup bahagia Dik, dan aku akan berusaha keras untuk melupakan kamu dan menerima pernikahan ini." ucap Laura tegas.


Laura memang bukan orang jahat, dia adalah orang yang tulus mencintai Diki meski tak pernah di anggap oleh Diki namun ia tak pernah menyerah mempertahankan cintanya dan tak pernah membuat Diki susah atau bahkan terbebani oleh kehadirannya, Makanya saat Diki minta tolong untuk membiarkan dia hidup bahagia dengan istrinya dengan ikhlas Laura melepaskan Diki meski sakit hati tapi tak apa asal Diki bahagia melupakan Diki bukan perkara yang mudah tapi melihat Diki bahagia adalah selalu yang Laura inginkan.


"Kamu orang baik Laura, aku yakin jika kamu bisa menerima pernikahan kamu dan menerima suami kamu dengan lapang dada pasti kamu juga akan merasa bahagia, aku yakin itu." ucap Diki pada Laura yang berusaha menghentikan tangisannya dengan terus menghapus air matanya yang terus mengalir.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Laura bukan pelakor ya,.. di hanya orang yang tulus mencintai Diki...


__ADS_2