
"halo kak lu di mana?"tanya Tommy saat panggilan teleponnya terhubung di handphone Dika.
"gue di taman sama Dicky, di taman belakang dekat kantin."ucap Dika memberitahu di mana dia berada saat ini.
"ya udah kak gue ke sana sekarang karena gue dapat informasi penting dari dokter tentang papa."ucap Tommy dan setelah itu Tommy pun memutus sambungan telepon dan berjalan menuju di mana Dika dan Dicky berada sedangkan Rey saat itu sedang berada di kantor cabang yang ada di negara itu untuk melakukan sidak dadakan seperti apa yang diperintahkan Dika karena Dika merasa kondisi perusahaan di sana sedang tidak baik-baik saja karena Dika dapat informasi dari anak buah kepercayaannya di sana bahwa terjadi korupsi besar-besaran di perusahaan tersebut juga ada orang yang membocorkan file-file penting perusahaan terhadap perusahaan lawan yang saat ini sedang bersaing memenangkan tender proyek pembangunan apartemen.
sekitar 10 menit Tommy berjalan menyusuri lorong rumah sakit hingga tak sengaja mata Tomi melihat sesuatu yang nampaknya sedikit mencurigakan karena Tommy melihat ada sepasang suami istri dan juga seorang perempuan muda keluar dari ruangan Papa Juna dengan wajah sendu serta kedua perempuan beda usia itu berlinang air mata yang Tommy tidak tahu apa penyebabnya namun yang jelas keberadaan orang itu sungguh membuat dia khawatir sehingga ia pun memutuskan untuk mengecek keadaan papa Juna terlebih dahulu nanti setelah itu baru ia akan bertemu dengan Dika dan Dicky untuk memberitahu kabar terbaru dari dokter tentang kesehatan Papa Juna.
"assalamualaikum.."ucap Tommy memberi salam saat ia membuka pintu ruangan Papa Juna.
"waalaikumsalam.."ucap Mama Nadine Dan Papa Juna berbarengan.
__ADS_1
"mah pah tadi Tomi tak sengaja melihat ada orang yang keluar dari ruangan papa apa mereka kenalan papa?"tanya Tommy to the point karena rasa khawatirnya takut Papa Juna kenapa-napa.
"iya nak tadi papa ada yang menjenguk, dan itu teman lama Papa saat Papa awal-awal merintis perusahaan kita dan dialah orang pertama yang mau berinvestasi di perusahaan kita saat itu dan tadi dia beserta anak istrinya datang ke sini menjenguk papa karena rumah sakit ini adalah miliknya Dan dia mengetahui Papa di sini dari laporan asisten pribadinya yang tidak sengaja melihat keberadaan kalian di rumah sakit ini makanya dia meminta asistennya untuk mencari tahu siapa yang berada di sini dan dia mengetahui bahwa papa yang sedang dirawat di sini maka dari itu ia langsung ke sini untuk menjenguk papa."ucap Papa Juna menjelaskan.
"oh kirain siapa, syukur deh kalau itu teman Papa ya udah kalau gitu Tommy keluar dulu ya pah ma mau ketemu sama kak Dika ada yang mau Tommy bicarakan sama kak Dika."pamit Tommy kepada Papa Juna dan mama Nadine setelah itu Tommy pun meneruskan langkahnya menuju taman belakang dekat kantin tempat Dika dan Dicky berada saat ini.
"kak assalamualaikum..."ucap Tommy memberi salam saat mereka sudah bertemu.
"bagaimana apa yang dikatakan dokter tentang kondisi papa?"tanya Dicky tidak sabaran.
"ada kabar bagus, kata dokter ada seseorang yang bersedia mendonorkan ginjalnya kepada papa dan besok pagi orang itu akan menjalani tes apakah ginjal dia cocok atau tidak sama papa karena jika cocok hari itu juga bapak akan melakukan operasi namun jika ginjalnya tidak cocok maka kita disuruh untuk bersabar ."ucap Tommy yang seakan memberikan angin segar.
__ADS_1
"Alhamdulillah..."ucap Dika dan Dicky berbarengan...
.
.
.
Bersambung..
udah double up ya kak...
__ADS_1
terima kasih buat kakak-kakak semua yang masih menunggu kelanjutan cerita ini jangan lupa like comment ya kak...