
Sebenarnya tanpa Dian tau kalo Diki sudah menyiapkan tempat makan malam romantis dengannya namun saat perjalanan pulang, tak sengaja Diki melihat sekrumunan warga di pinggir jalan yang menarik perhatiannya dan Diki pun menepikan mobilnya karma penasaran.
Namun saat tiba di tempat kerumunan Diki di buat kaget karna yang di kerumuni itu adalah seorang anak kecil yang bersimbah darah tanpa ada yang berani menolongnya.
Diki pun langsung berlutut dan membalikkan badan anak kecil itu, dan betapa kagetnya dia saat melihat wajah anak kecil itu adalah Citra anak Clarisa yang beberapa hari lalu di temuinya di restoran mall.
"Citra..." teriak Diki.
"Apa yang terjadi?" tanya Diki pada warga sekitar dan langsung memeluk tubuh mungil itu dalam pelukannya.
"Anak ini korban tabrak lari mas, tadi saya lihat dari tempat saya kerja namun tak bisa menolong karna jauh." ucap seorang lelaki yang berpakaian tukang parkir.
"Apa dia sendirian? trus ibunya kemana?" tanya Diki lagi.
"Saya tidak tau mas, karna adik ini sudah dari siang berdiri disini sendirian." jawab laki laki itu lagi.
__ADS_1
Setelah mendapat jawaban dari laki laki itu, Diki pun langsung membawa tubuh Citra menuju rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan.
Diki tak menyangka jika Clarisa menelantarkan anaknya di jalan sendirian sehingga mengakibatkan kejadian ini.
Tak lama mobil Diki pun sudah sampe di rumah sakit dan dengan segera Diki menggendong tubuh Citra ke UGD dan langsung di sambut suster disana karna melihat kondisi Citra yang berlumuran darah.
Diki menunggu dengan gelisah karna sudah lebih dari satu jam namun masih belum ada tanda tanda dokter itu keluar dari UGD.
Diki pun melihat jam yang ternyata sudah jam delapan dan dengan segera ia meminta Tomi untuk menjemput Dian untuk datang kesini menemani dia dan sekalian membawakannya baju ganti karna bajunya sudah penuh dengan darah Citra.
Pikiran Dian jadi kalut takut Diki kenapa kenapa sebab Tomi tak menjelaskan apa yang terjadi karna dia pun juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada tuannya itu. Dengan hati bergemuruh khawatir Dian menyiapkan keperluan Diki, tak lupa masakan yang ia masak tadi pun ia bawa takut nanti Diki minta makan.
Saat sampe di rumah sakit, Dian pun dengan tergesa berjalan masuk kedalam rumah sakit, namun langkahnya terhenti di tengah karna ia tak tau Diki berada dimana saat ini.
"Tuan, mas Diki berada dimana?" tanyanya panik hampir menangis.
__ADS_1
"Di UGD, ikut saya nanti kamu nyasar nanti." ucap Tomi dan di jawab anggukan oleh Dian.
Setelah melihat Diki duduk di depan ruang UGD dengan segera Dian berlari mendekati Diki tanpa kata Dian langsung memeluk Diki karna rasa khawatirnya begitu besar.
"Mas, mas gak papa kan? gak ada yang luka kan?" tanya Dian tapi tidak mau melepaskan pelukannya.
Diki yang mendapatkan pelukan dadakan dari pujaan hatinya pun dengan senang hati membalas pelukan itu karna sejujurnya saat ini ia sangat membutuhkan pelukan hangat untuk mengurangi rasa khawatirnya pada ke adaan Citra di dalam sana.
"Mas baik baik saja, cuma nafas mas yang agak sesak karna pelukan kamu yang terlalu erat." ucap Diki dan seketika Dian melepaskan pelukannya dengan wajah yang merah padam.
.
.
Bersambung....
__ADS_1