
Kembali ke Diki.
Diki yang sudah siap dengan setelah jasnya menunggu Tomi untuk menjemputnya pasalnya asisten sekaligus sahabatnya itu mengatakan sepuluh menit yang lalu lewat sambungan telpon sudah berjalan menuju kamar Diki, padahal kamar mereka sebelah namun sampe sepuluh menit berlalu Tomi belum juga menunjukan batang hidungnya, dengan rasa bosan Diki berjalan menuju pintu dan segera keluar dari kamar, tapi saat baru saja Diki mengangkat tangannya hendak mengetuk pintu Tomi tak sengaja Diki mendengar perdebatan Tomi dengan seseorang di sebrang sana. Diki pun berlalu dari depan pintu kamar Tomi dan menunggu Tomi di ruang tamu sambil berkirim pesan pada Dian yang baru saja membuka matanya itu.
"Bos sorry gue telat." ucap Tomi saat sudah berada di belakang Diki.
"Gak apa, telpon sama siapa Lo sampe debat gitu?" tanya Diki karna merasa penasaran karna Tomi tak pernah keras berbicara jika orang itu tidak keterlaluan.
"Ada laki laki yang marah marah sama gue karna istrinya katanya pake foto gue jadi foto profilnya di handphone nya, dia kira gue selingkuhan istrinya, parah gak tu orang, kenal aja kagak sama istrinya malah di tuduh selingkuh, bikin mood gue hancur aja pagi pagi." kesel Tomi dan duduk di sofa depan Diki dan menyandarkan tubuhnya disana setelah itu ia menghembuskan nafas kasar karna dituduh jadi selingkuhan orang yang tak dikenal.
Suruh Jon cari tau siapa laki laki dan istrinya yang telpon Lo tadi, karna gue gak mau ada orang yang ingin menghancurkan nama Lo yang akan berimbas pada kerjaan kita." ucap Diki dan anggukin Tomi.
__ADS_1
"Udah yuk berangkat, kerjaan kita hari ini full sampe malam, karna malamnya kita harus menghadiri makan malam di acara ulang tahun putri tuan Josep." ucap Tomi dan beranjak dari duduknya berjalan lebih dulu untuk membukakan pintu mobil yang sudah standby di halaman rumah.
.
Tak terasa waktu menunjukan pukul tujuh waktu Singapura Diki pun memutuskan untuk mencari makan untuk mengisi perutnya dulu sebelum menghadiri pesta ulang tahun anak tuan Josep, Diki pun menyempatkan diri menghubungi istri tercintanya untuk mengobati rindu meski hanya sekedar mendengar suaranya sudah cukup membuat hati Diki menghangat. Dan setelah selesai Diki pun melanjutkan tujuannya ke hotel menghadiri undangan tersebut tak lupa Diki membawa kado satu set perhiasan berlian untuk hadiah putri tuan Josep itu.
"Selamat malam tuan Wijaya terima kasih sudah berkenan hadir di pesta ulang tahun anak saya." sapa tuan Josep pada Diki menyambut Diki dengan ramah, kita
( translate pake bahasa indo aja ya biar lebih gampang )
"Mari tuan saya antar tuan ke meja yang sudah kami siapkan untuk tamu VVIP." ucap tuan Josep dan berjalan di depan Diki menunjukan di mana meja yang di maksud.
__ADS_1
Ketiganya berjalan melewati banyak manusia yang rata rata dari pengusaha karna putri tuan Josep pun adalah direktur di perusahaan tuan Josep sendiri. Banyak apaan yang di terima Diki karna siapa sih yang tidak tau keluarga Wijaya Diki, Dika dan juga papa Juna sudah sangat terkenal namanya di kalangan pebisnis bahkan namanya Wijaya sudah masuk dalam jajaran sepuluh besar orang terkaya di dunia ( versi halu othor )
Bug.....
Tubuh Diki di tabrak dengan seorang perempuan saat tuan Josep membukakan pintu untuknya dan memberikan Diki jalan terlebih dahulu.
"Diki..." ucap perempuan itu.
.
.
__ADS_1
Bersambung....
Kira kira siapa ya yang udah nambrak Diki itu...