Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 137


__ADS_3

Keesokkan harinya bener apa yang di katakan Diki semalam pada Dian bahwa hari ini Diki akan mengajukan pada dokter untuk ia di rawat jalan saja, tepat pukul satu siang dokter mengijinkan Dian pulang dan harus betras total serta rajin kontrol agar bisa mengetahui kondisi luka di perutnya apa kah sudah kering atau belum.


Meski dengan hati yang tidak karuan Dian berusaha untuk tenang dan mengikhlaskan kepergian putrinya karna di rumah ada dua putra kembarnya yang sedang menunggunya dan Dian pun harus kelihatan ceria agar kedua putra kembarnya tak ikut sedih dan menangis kalo melihat Dian sedih dan menangis.


"Mas Dian mau ke makam Ayu dulu mas sebelum pulang,." pinta Dian.


"Iya sayang, kita langsung ke makam Ayu nanti di dekat makam kita beli bunga dulu ya."jawab Diki mengiyakan permintaan Dian.


Setengah jam berlalu sampailah mobil Diki di toko bunga dan dengan segera Diki keluar membeli Bungan mawar putih dan setelah itu langsung kembali ke mobil agar segera sampai di makam putrinya.

__ADS_1


Lima menit berselang setelah dari toko bunga sampailah Diki dan Dian di pemakaman umum tempat peristirahatan terakhir anaknya dengan langkah pelan Diki menuntun Dian menuju makam putrinya yang masih kelihatan merah dari jauh karna hanya makam Ayu saja makam baru di TPU itu.


"Assalamualaikum sayang, ayah sama bunda datang."ucap Diki saat sudah sampai di depan makam Ayu.


"Assalamualaikum sayang, ini bunda maaf ya bunda baru bisa datang, dan maaf kemarin bunda tidak bisa ikut mengantar kamu nak." ucap Dian sambil mengusap nisan Ayu dengan berderai air mata.


"Sayang kita kirimkan doa yuk, jangan nangis lagi lebih baik kirimin doa agar Ayu tenang disana dan hati kamu juga jadi lebih tenang."ucap Diki lembut karna dia pun juga sebenarnya udah gak kuat menahan sesak di dadanya.


Setelah sampai di mobil, Diki langsung memeluk Dian karna sedari tadi Diki melihat kondisi Dian yang semakin lemah setelah melihat makam putrinya, Diki memeluk erat Dian sambil mengusap punggung Dian agar Dian tenang karna saat masuk mobil Dian kembali menangis di pelukan Diki.

__ADS_1


Setelah hampir satu jam Diki membiarkan Dian menangis dalam pelukannya hingga Dian tertidur dalam pelukannya Diki pun melepaskan pelukan dan menyenderkan Dian di sandaran kursi setelah itu mengusap wajah Dian dengan tisu karna penuh dengan air mata dan masih sesenggukan dalam tidurnya hingga membuat mata Diki memanas karna Diki sedari tadi sudah menahan agar terlihat kuat di depan Dian akhirnya tumpah juga air mata Diki setelah Dian tertidur.


"Diki gak pernah menyangka melihat istrinya terluka seperti ini sungguh sangat menyakitkan bahkan lebih sakit dari kemarin saat memakamkan anaknya, andai dia bisa mengulang kembali waktu pasti Diki tidak akan pernah meninggalkan Dian dan akan membawa Dian kemana pun dia pergi meski harus ribet tapi masih bisa melihat dia tersenyum dan bahagia dari pada seperti ini sedih dan penuh air mata.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2