Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 102


__ADS_3

Setelah melakukan panggilan telepon dengan Tommy Dicky pun berjalan menuju meja makan karena sudah ditunggu oleh yang lainnya tanpa Dicky sadari bahwa sedari tadi Dika berada di balik tembok yang awalnya berniat memanggil Dicky untuk diajak sarapan bersama.


"Loh Dicky kakak kamu mana kok datang sendiri?"tanya mana Nadine saat melihat Dicky datang seorang diri.


"Emang tadi kakak ke mana mah?"tanya Dicky bingung.


"Bukannya kakak kamu nyusul kamu buat ngajak sarapan bersama karena semua sudah pada lapar"jawab Mama Nadine.


"Aku di sini mah" jawab Dika yang tiba-tiba datang dan menepuk pundak Diki dua kali sebelah itu pergi duduk di samping sang istri Kiara.


Dicky yang melihat tatapan mata Dika berbeda dari biasanya merasa heran juga tepukan kan di pundaknya nya yang membuat Dicky merasa Dika sudah mengetahui masalah yang kini iya hadapi.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan Dicky pun meminta kepada semua anggota keluarga termasuk keempat ponakannya yang saat ini ini tengah berlibur semester untuk ikut serta berkumpul di ruang keluarga dan meminta salah satu asisten rumah tangganya untuk membawa Citra bermain in di halaman belakang rumahnya.


"Ada apa Dicky kamu mengumpulkan kami semua disini?" tanya papa Juna mengawali pembicaraannya pagi ini.


"Ini masalah Citra pah, dan Dicky merasa jika semua anggota keluarga kita harus tahu tentang keadaan yang sebenarnya tentang Citra agar Dicky bisa menentukan langkah apa yang harus diambil untuk masalah Citra kali ini."ucap Dicky.


"Tinggal kamu kembalikan sama ibunya atau nenek kakeknya kan selesai masalahnya."ucapan Mama Nadine karena mama Nadine sudah sangat benci dengan Clarissa.


"Masalahnya tidak segampang itu mah."ucap Diki dan Dicky pun menceritakan apa yang ia dengar informasinya dari Tommy.


"Aku juga kasihan Mbak sama Citra, makanya aku meminta sama mas Diki agar citra dirawat di sini."ucap ucap Citra pada Kiara.

__ADS_1


"Maaf sayang kalau untuk masalah Citra tinggal di sini mama tidak setuju karena bagaimanapun Citra masih punya ibu dan mama tidak mau nantinya Citra cara menjadi jalan untuk kita kembali lagi berhubungan dengan ibunya lebih baik kita serahkan dia ke panti asuhan yang dikelola Kiara saja agar kehidupannya lebih terjamin daripada di luaran sana dia hidup seorang diri." ucapan Mama Nadine menolak keinginan baik Dian.


"Papa setuju apa yang diucapkan mama, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya jika Citra berada di rumah ini ini ini dan menjadi tanggung jawab kalian. lebih baik kita menjauhi masalah sekecil apapun daripada kita terlibat cat dalam masalah rumit yang dialami ibunya Citra.


Mendengar jawaban kedua mertuanya yang tidak mengizinkan Citra cara tinggal di rumah ini membuat iya berpikir bahwa apa yang diucapkan kedua mertuanya itu ada benarnya juga. lagipula Citra pun akan tinggal di panti asuhan yang berada di bawah binaan Kiara yang sudah pasti akan merawat Citra dengan baik dan dan berlimpah kasih sayang yang dari semua orang yang ada di sana.


"Mas rasa apa yang diucapkan mama dan papa apa benar sayang yang jadi kamu nggak keberatan kan kalau Citra akan tinggal di panti asuhan untuk sementara waktu itu sebelum nanti ibunya menjemput?"tanya Dicky pada Dian dengan lembut dan dijawab anggukan oleh Dian.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2