Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 68


__ADS_3

Setelah siap dengan penampilan yang gagah dan tampan Diki dan Tomi keluar dari kantor tepat pukul enam sore Diki pun meminta pada Tomi untuk mencari masjid di jalan yang searah dengan apartemennya, meski Diki orang nya super sibuk tapi tak lupa dengan kewajibannya sebagai umat muslim yang salah satunya menjalankan solat lima waktu.


Diki tak menyadari kemana Tomi membawanya karna ia sibuk dengan tab di tangannya memeriksa email karna besok sore Diki akan terbang ke Singapura untuk kunjungan ke salah satu cabang yang ada di sana, memang itu sudah menjadi agenda Diki bulan ini dan setelah dari Singapura Diki akan langsung ke Belanda dan setelah itu baru ke Bali untuk meninjau proyek pembangunan hotel yang sedang berjalan.


Tiba di salah satu masjid yang Diki tidak tau namanya Diki langsung keluar begitu saja tanpa memperhatikan orang yang ada disana, karna tujuan ia kesana hanya untuk ibadah, tapi saat ia selesai mengambil wudu dan berjalan masuk kedalam masjid tersebut Diki di buat kaget karna mendapati ruangan masjid tersebut di penuhi banyak orang dan salah satu yang ia kenal adalah mamanya yang terlihat sangat cantik dengan kebaya putih yang membalut tubuh indahnya.


"Looh mah, kok ada di sini? dan ini kenapa pake kebaya emang ada acara apa disini kok Diki gak tau?" tanya Diki saat sudah berada di depan mama Nadin yang terlihat sangat cantik di usianya yang sudah tak muda lagi itu.

__ADS_1


"Kamu sudah sampe sayang. Kamu ganteng banget, anak anak mama memang semuanya tampan sama seperti papa kamu." ucap mama Nadin tanpa menghiraukan pertanyaan Diki.


"Kan Diki udah tampan dari lahir mah, Diki kan kembarannya papah." ucap Diki bangga.


"Enak aja, gue nih yang kembarannya papah, bahkan gue lebih tampan dari papah tau." ucap Dika yang tiba tiba saja ikut dalam percakapan Diki dan mamanya itu.


"Sudah sudah anak anak papah memang semua tampan seperti papah, tapi hanya papah yang bisa memiliki mamah kalian, makanya kalian lahir dari rahim perempuan yang cantik dan juga baik hati ini." puji papa Juna terhadap mama Nadin dan memeluk pinggang mama Nadin dengan erat.

__ADS_1


Obrolan tidak berpaedah itu terus berlanjut di barengi dengan pertengkaran Dika dan Diki yang seketika membuat Diki lupa akan pertanyaannya terhadap mama Nadin ada di masjid itu dan pertengkaran kecil itu berhenti saat pembawa acara memanggil papa Juna untuk menyampaikan kata pembuka untuk acara malam ini.


Diki semakin di buat bingung karna namanya di panggil papa Juna untuk duduk di depan penghulu yang di sana sudah duduk penghulu untuk menikahkannya namun yang menjadi pertanyaan Diki pada siapa dia akan menikah, apakah mama dan papanya menikahkannya dengan orang lain yang ia tak kenal haruskah dia membatalkan pernikahan ini yang resikonya adalah mempermalukan keluarganya atau ia terima saja dengan dirinya yang sebagai korban harus melepaskan cintanya pada Dian. Pertanyaan pertanyaan seperti itu terus ada di benaknya, mu kabar kasihan nama baik keluarganya tapi ia tak mau menikah dengan gadis pilihan orang tuanya karna ia ingin menikahi Dian dan hanya Dian.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Diki sudah mau nikah nih, ada yang mau ikut kondangan gak bareng othor, atau yang bisa ikut titip amplopnya sama othor aja ya, di jamin di kasih up lagi deh...


__ADS_2