Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 173


__ADS_3

setelah mendapatkan pasti di mana lokasi titik terakhir security penghianat itu Dicky dan yang lainnya bergegas keluar dari ruang kerjanya setelah mendapat laporan dari bodyguard kalau ular tersebut sudah diamankan dan juga sudah dibawa pergi ke penangkaran ular oleh salah satu dari mereka dan tak lupa bodyguard itu menyampaikan bahwa saat ini rumah dalam keadaan aman karena sudah diperiksa ke seluruh penjuru area.


setelah sampai di ruang keluarga mereka kembali duduk di sana dan berbincang sebentar dengan seluruh anggota keluarga hingga tak lama Dicky mendapat telepon dari orang yang ia suruh untuk terlebih dulu menyelidiki keadaan di sana di tempat titik terakhir lokasi security tersebut hingga membuat Dicky dan yang lainnya bergegas keluar dari rumah utama menuju lokasi tersebut yang dikabarkan sedang dalam posisi aman.


"kak ayo kita berangkat klien sudah menunggu."ucap Dicky kepada Rey dan Dika dan sengaja bilang saya menunggu karena tak ingin para istri bertanya mau ke mana dan tak ingin membuat para istri khawatir.


"oh ya udah ayo."ucap Dika karena sudah mengerti kode yang diberikan oleh Dicky.


"sayang mas pamit dulu ya. hati-hati di rumah kalau ada apa-apa kasih tahu mas secepatnya ya dan ingat jangan makan ataupun minum sesuatu dari buatan orang lain kalau tidak ingin masak lebih baik kamu beli online oke sayang."ucap Dicky kepada Dian.

__ADS_1


"iya mas. mas jaga hati-hati ya dan jangan lupa makan siang."ucapkan menuruti ucapan Dicky begitu pun dengan yang lain yang juga larangan dari suami masing-masing yang isinya sama persis seperti apa yang diucapkan kepada Dian.


setelah keluar dari rumah utama keempatnya pergi dengan dua mobil yang berbeda karena setelah ke lokasi tersebut Dika dan akan menuju ke tempat yang berbeda.


dan tak berapa lama sampailah mereka semua di lokasi tersebut yang tempatnya berada di sebuah bangunan rumah sederhana yang mereka berempat yakini bahwa itu adalah rumah Bastian saat ini karena semenjak Bastian diusir dari rumah istrinya yang besar dan mewah itu Bastian sudah tidak punya apa-apa lagi dan hanya rumah itu satu-satunya tempat ia berlindung yang merupakan rumah orang tuanya.


Tok.... Tok... Tok....


dengan santai Dicky mengetuk pintu rumah tersebut l.

__ADS_1


"siapa sih yang datang ganggu aja.."ucap Bastian kesal karna mengira tetangga samping rumahnya yang datang mengetuk pintu rumahnya untuk melarangnya menyalakan musik keras seperti biasanya.


"Tono kamu buka pintunya."perintah Bastian kepada security penghianat itu yang bernama Tono.


"maaf bos saya kebelet mau kamar mandi dulu."ucap Tono dan langsung bergegas menuju kamar mandi karena sudah tidak tahan ingin ke kamar mandi.


dengan malas Bastian berjalan menuju pintu dan membukanya dengan raut wajah kesal karena mengira seorang ibu-ibu berdaster datang menghampirinya seperti biasanya. namun saat ia membuka pintu betapa terkejutnya ia melihat keempat laki-laki keluarga Wijaya berdiri tepat di hadapannya dengan Dicky berada di paling depan hingga membuat dia langsung berhadapan dengan Dicky saat ia membuka pintu.


"Elo...."ucap Bastian kaget...

__ADS_1


__ADS_2