Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 62


__ADS_3

Bagas terus melihat kepergian Dina dengan hati yang hampa, entah mengapa dia merasa hatinya begitu sakit tanpa sadar Bagas memegang dadanya yang terasa begitu sakit dan sesak.


"Aku kenapa? kenapa hati ini begitu sakit dan dada ini begitu sesak mendengar kata putus dari Dina, gak mungkin kan aku jatuh cinta sama Dina, yang aku cinta itu Dian bukan Dina." ucap Bagas menampik rasa yang di rasakan nya.


Kini mobil yang di kendarai Diki sudah terparkir dengan rapi di besmen apartemen, dengan langkah pelan Diki mendorong kursi roda ibu Dian menuju unitnya sedangkan Dian menuntun adiknya yang saat ini masih menangis dalam pelukan Dian.


Tak lama sampailah mereka di depan unit Diki dengan segera Diki membuka pintu dan menyuruh yang lain masuk, Diki pun dengan telaten membuatkan minum untuk ketiga perempuan beda generasi itu dan seketika membuat Dian tak enak hati karna yang seharusnya melayani itu dia, bukan dia yang di layani.


"Mas maaf, bikin mas repot seharusnya biar aku saja yang buat minum mas, gak perlu mas yang buat minum untuk kami." ucap Dian tak enak hati.

__ADS_1


"Gak papa, kamu temani ibu dan adik kamu dulu ya, mas mau keluar dulu, jangan bukain pintu siapapun yang datang, karna kalo mas yang datang pasti akan buka sendiri pintunya mengerti!." ucap Diki karna tak ingin Dian dan keluarganya dapat masalah saat dia pergi.


"Iya mas, mas hati hati ya." ucap Dian dan di balas anggukan oleh Diki, dan setelah itu Diki pergi dari unitnya menuju kantor.


Meski begitu Diki tetep memerintahkan beberapa anak buahnya berjaga di daerah apartemen untuk mengawasi apartemennya, sengaja Diki tak menyuruh anak buahnya berjaga di depan pintu unitnya karna tak ingin menimbulkan kecurigaan buat penghuni yang lain dan juga buat musuh yang sedang mencari Dina, karna Diki yakin jika Bagas pasti akan menyuruh anak buahnya untuk mengikuti mobilnya tadi.


Tapi Diki meletakkan kamera kecil yang mirip magnet di pintu yang letaknya sengaja Diki tempel di lubang kecil di pintu tersebut agar siapa pun yang lewat tidak curiga jika yang di tempel di pintu itu kamera.


Anak buah Diki pun langsung melaporkan apa yang baru saja mereka lihat pada Diki sesuai apa yang Diki perintahkan dan menunggu perintah selanjutnya lagi.

__ADS_1


Mendengar ada yang datang Diki pun langsung meminta anak buah yang melaporkan tadi untuk melihat cctv agar tau kemana tujuan mereka, dan setelah itu Diki pulang karna tak ingin ada yang menemukan keberadaan Dian dan juga keluarganya.


"Mau kemana? kok udah balik aja, padahal ada yang ingin gue bicarakan sama Lo." ucap Rey yang kebetulan Beru sampe di perusahaan Diki dan bertemu Diki di lobi yang sedang buru buru.


"Nanti kak, sekarang gue lagi buru buru, atau Lo ikut aja, nanti gue jelasin." ucap Diki dan tanpa kata Rey pun langsung mengekor Diki karna Rey yakin pasti ada yang tak beres jika sampe Diki tergesa gesa seperti ini.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2