
Diki dan Dian mengunjungi salah satu taman yang dekat dengan rumah karna tak mungkin Diki membawa istrinya keluar jauh karna ada di kembar yang menanti di rumah dan tak bisa di tinggal lama.
Diki dan Dian duduk di salah satu bangku menikmati malam sambil melihat orang yang ternyata banyak juga berada di taman itu, Diki melihat orang yang lalu lalang hingga ia melihat salah satu warung bakso yang menarik perhatiannya dan ia pun mengajak Dian untuk makan disana.
"Yank, makan bakso yuk.., kayaknya enak tuh rame lagi yang beli" ucap Diki mengajak Dian.
"Yuk..., lagi pingin juga.." ucap Dian semangat.
"Jangan pedes pedes ya, ingat masih menyusui." ucap Diki memperingati Dian.
"Baik mas.." ucap Dian patuh.
Selepas makan bakso Dian pun minta pulang karna merasa sudah lama keluar takut anak anaknya rewel dan tak lupa membelikan bakso buat semuanya yang ada di rumah karna ternyata bakso itu rasanya sangat enak maka tak heran rame banget pembelinya.
"Sayang, mas aja yang turun, kamu Dian saja di mobil ya." ucap Diki saat sudah sampai di depan apotik.
"Gak malu mas?" tanya Dian bercanda
"Kenapa harus malu, justru mas semangat ini, mau tau adiknya si kembar udah launching belum." ucap Diki terkekeh.
__ADS_1
Diki keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu apotik, tak tanggung tanggung Diki membeli sekotak testpack dan juga vitamin yang biasa Dian minum.
"Kok banyak banget belinya mas?" tanya Dian kaget saat melihat sekotak testpack.
"pake stok, nanti sampai rumah langsung pake ya mas udah gak sabar ingin tau hasilnya" ucap Diki semangat.
"Gimana nanti kalo negatif hasilnya mas, apa gak kecewa?" tanya Dian takut Diki kecewa.
"Kalo negatif kita buat aja lagi, bila perlu sehari tiga kali biar cepat jadi."ucap Diki di akhir kalimatnya dia tertawa membayangkan sehari bercinta tiga kali bisa langsung encok dia.
"Gila kamu mas, sehari bercinta tiga kali, emang minum obat tiga kali sehari."ucap Dian kesal dan menepuk pundak Diki dengan dompet yang ia bawa.
"Dasar maniak ****...!" kesel Dian.
"Becanda sayang, kalo sekali kali bercinta tiga kali sih gak papa, kalo setiap hari ya gak kuat akunya, bisa bisa gak kerja kerja aku." ucap Diki sambil fokus nyetir.
"Tau ah..." ucap Dian kesel dan memalingkan wajahnya yang merah karna membayangkan bercinta dengan Diki, Dian akui akhir akhir ini otaknya memang rada eror selalu membayangkan bercinta saat melihat Diki berada di dekatnya.
"Mau belanja lagi gak?" tanya Diki saat mobilnya mendekati minimarket.
__ADS_1
"Mau es krim rasa kacang hijau mas " ucap Dian semangat.
"apa lagi?" tanya Diki dan membelokkan mobil di parkiran minimarket tersebut.
"Sama minuman rasa kacang hijau sama Pai kacang hijau juga."ucap Dian.
"Ya udah, kamu tunggu disini ya, biar mas yang keluar."ucap Diki sambil mengecup kening Dian setelah itu keluar dari mobil menuju minimarket.
Setengah jam Diki di minimarket itu mencari Pai kacang hijau namun tak ketemu hanya ada pia bulet yang biasa ada di minimarket saja dengan terpaksa Diki membelikan itu satu kotak dan itu pun tinggal satu kotak saja sedangkan es krim dan juga minuman rasa kacang hijau Diki beli banyak karna tak ingin Dian sampai kekurangan.
Setelah selesai melakukan pembayaran Diki pun kembali ke mobil dan di sambut antusias oleh Dian dan setelah itu langsung pulang karna rumahnya sudah tak jauh dari minimarket tersebut.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1