Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 171


__ADS_3

setelah Papa Juna berangkat ke bandara diantar sopir karena tak ingin diantar oleh anak-anak dan menantunya, Tomi menatap Nanar mobil yang dikendarai sopir mengantar papa Juna ke bandara itu dengan perasaan yang tak bisa dijelaskan. karena Tommy merasa tidak tenang setelah mendengar ucapan Papa Juna tadi saat sarapan namun apa yang Tomi rasakan saat ini tidak bisa kami katakan kepada Dicky, Dika dan Rey anatomi ingin mencari tahu sendiri dan menyelidiki apa yang terjadi bapak Juna belakangan ini sehingga bapak Juna memutuskan untuk berlibur ke Bali berdua di saat di rumah utama masih ada masalah yang belum terselesaikan dan itu jelas bukan Papa Juna sama sekali yang dia kenal karena Papa Juna tidak pernah menyerahkan masalah apa pun itu untuk di tangani orang lain karena Papa Juna selalu menyelesaikan masalah sendiri dan membuat semua orang terutama keluarganya harus tetap aman dalam pengawasannya.


"Tomi ayo kita berangkat ke kantor. banyak berkas yang harus gue periksa hari ini dan gue juga ingin pulang lebih awal karena nanti malam ada sesuatu yang harus gue lakukan."ucap Dicky saat berada di teras rumah setelah pengantar mama dan papanya berangkat ke Bali.


"baiklah hari ini juga kerjaan gue banyak tapi mungkin nanti setelah kita keluar dari perusahaan gue mau ke suatu tempat karena ada yang ingin gue selidiki."hijab Tommy berbicara pelan karena tak ingin didengar oleh Citra yang berada di sampingnya.


"apa yang mau lo selidiki.?" tanya Dicky juga ikut berbisik.


"ada sesuatu hal yang mengganjal dalam hati gue namun belum bisa gue ceritakan sama lu saat ini maka dari itu gue harus menyelidiki dulu sampai tuntas agar nanti aku bisa memberitahu dan juga kak Dika secara lengkap."ucap Tomi dan dijawab angkat boleh Dicky tandanya Dicky mengerti.

__ADS_1


"sayang mas berangkat dulu ya.?"pamit Dicky pada Dian.


"ya mas hati-hati, nanti siang mau aku bawakan makan siang atau mas pulang ke rumah?"tanya Dian.


" maaf mas gak bisa pulang makan siang hari ini karna kerjaan mas banyak hari ini, suruh sopir aja yang nganterin makan siang kantor, kamu dan yang lain tetap di rumah tidak usah ke mana-mana kalau ada yang ingin dibeli beli secara online atau minta pelayan membelikannya oke."ucap Dicky lembut sambil mengelus kepala Dian dengan sayang.


"iya mas."jawab Dian patuh dan setelah itu Dian mengambil tangan Diki untuk Salim dan dibalas kecupan mesra di kening Dian oleh Dicky setelah itu Dicky pun berjalan menuju mobil di ikuti Tomi di belakang karna apa yang Diki lakukan pada dian juga Tomi lakukan pada Citra juga pesan yang tak mengijinkan untuk keluar rumah.


"Tomi kita putar balik sekarang..!" yang sedang fokus menyetir.

__ADS_1


"apa yang terjadi?" tanya Tommy dan menuruti keinginan tiki untuk putar balik.


"Gue lihat dari rekaman CCTV ada yang ingin mencelakai mba Kiara. Dan satpam itu sudah memasukkan ular dari balkon kamar mba Kiara." ucap Dicky dengan wajah merah menahan amarah. dan setelah itu Tomi langsung menelpon Dian untuk melarang siapa pun masuk dalam kamar dan berkumpul di ruang keluarga sampai dia datang.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2