
Dicky memasak dengan rasa kesal karena Dian tidak mau pergi dari dapur, ingin rasanya Diki membawa Dian ke dalam kamar dan mengurungnya di sana agar Dian tidak melihat koki ganteng itu, hatinya sangat panas seperti wajan yang berada di atas kompor yang iya pegang saat ini.
Setelah bersusah-payah dan diarahkan oleh koki laki-laki itu akhirnya Diki bisa menyelesaikan membuat betutu ayam yang diinginkan Dian sang istri, dengan langkah percaya diri Diki membawa masakannya itu ke meja makan yang sudah ditunggu Dian dan yang lainnya di sana.
Melihat wajah Dian yang berseri dan mata berbinar saat menatap ayam betutu di piringnya itu sungguh membuat hati Dicky terharu dan bahagia, hanya dengan membuatkan masakan yang diinginkan seperti ini saja sudah membuat Dian begitu bahagia hingga tanpa Dicky sadari air matanya lolos begitu saja di pipi putihnya.
"Mas kamu menangis" tanya Dian saat melihat wajah Diki yang berderai dengan air mata tanpa disadari oleh Dicky.
"Enggak sayang mas hanya terharu melihat kamu makan dengan begitu lahapnya." jawab Dicky.
"Sini mas duduk di samping aku, mas harus merasakan bagaimana nikmatnya masakan yang mas buat, sungguh aku sangat menyukainya mas." ajak Dian dan meminta Dicky duduk disampingnya.
__ADS_1
Dicky menuruti apa yang diinginkan Dian karena tak ingin melihat wajah Dian yang bahagia itu berubah sendu karena penolakannya, karena sejujurnya saat ini Diki hanya ingin mandi badannya sudah bau keringat setelah bertempur hampir 3 jam hanya untuk membuat betutu ayam kampung itu.
Semua orang memakan masakan Dicky dengan nikmat tak ada yang menyangka jika seorang Dicky bisa memasak makanan khas Bali itu.
"Nak besok mama mau dong dimasakin ayam betutu lagi enak banget loh masakan kamu" ucap Mama Nadine memuji masakan Dicky.
"Baik mah, tapi ijinkan Dicky untuk memakai pakaian santai ya, karena berpakaian kantor seperti ini sungguh membuat Dicky pengap mah." ucap Dicky dengan senang karena melihat wajah sang mamah bahagia.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu kini usia kandungan Dian sudah memasuki usia 7 bulan dan itu artinya sebentar lagi Dian dan Dicky akan menjadi orangtua, dan hari ini adalah jadwal kontrol Dian untuk memeriksakan kandungannya nya dan juga untuk melihat jenis kelamin anaknya, karena setiap ingin melihat jenis kelaminnya bayi itu selalu bersembunyi tidak ingin memperlihatkan jenis kelaminnya seolah-olah ingin memberikan kejutan buat sang mama dan papa.
"Sayang nanti kontrolnya sore saja ya mas sudah buat kan janji dengan dokter kandungan kamu, karna hari ini mas ada jadwal rapat penting yang tidak bisa mas tinggalkan." ucap Dicky saat Dian memasangkan dasi di lehernya.
__ADS_1
"Iya mas terserah mas saja mau nganterin aku kapan." jawab Dian pasrah dan senyum di bibir manisnya.
"Terima kasih sayang kamu memang istri yang paling pengertian, mas sayang banget sama kamu."ucap Dicky dan langsung memeluk erat tubuh Dian meski tidak bisa terlalu erat sih karena ada bayi yang sedang Dian kandung saat ini menghalanginya untuk memeluk Dian erat.
"Sama mas aku juga sayang banget sama mas, mas adalah laki-laki pertama Dan aku harap menjadi yang terakhir buat aku, mudah-mudahan kita bisa melihat anak dan cucu kita sampai kita tua ya mas." ucap Dian dalam pelukan hangat Dicky.
.
.
Bersambung...
__ADS_1