
"Gak salah kamu minta kue brownies pake selai nanas?" tanya mama Nadin heran.
"Bukannya kamu gak suka dan gak bisa makan buah itu ya?" tanya Kiara.
"Gak tau kenapa Dian pingin makan kue brownies dengan selai nanas mah, mba," ucap Dian lirih.
"Beneran pingin? tapi nanti gatal gimana?" tanya mama Nadin khawatir.
"Gak papa kali ini saja mah, lagi pingin banget Dian." ucap Dian memelas.
Karna gak tega akhirnya mama Nadin membiarkan Dian makan kue brownies dengan selai nanas itu dengan tatapan khawatir. Namum apa yang di takutkan tidak terjadi Dian makan kue brownies itu dengan lahap bahkan nyaris habis satu boks jika saja Diki tak menghentikan makannya karna si kembar F minta susu.
"Mah, mama sama gak dengan apa yang aku pikirkan?" tanya Kiara yang sedari tadi melihat cara Dian makan dengan lahap tanpa merasa gatal sedikit pun.
"Apa jangan jangan...?" tanya mama Nadin menggantungkan ucapannya karna Diki datang kemeja makan untuk mengambilkan air untuk Dian.
"Bisa jadi mah, kan Dian gak pasang KB karna gak dikasih Diki." ucap Kiara membenarkan dugaan mama Nadin.
__ADS_1
"Mudah mudahan kali ini perempuan ya biar ada dua putri di keluarga kita." ucap mama Nadin girang.
"Jangan dua mah tiga karna Diki bercita cita punya anak perempuan dua kata Dian." ucap Kiara.
"Itu lebih bagus, karna mamah semakin rame rumah ini dengan celotehan cucu perempuan mamah seperti Lina yang sangat cerewet kalo sudah kumpul." ucap mama Nadin yang sangat menyukai anak perempuan maka tak heran kalo kedua menantunya ia anggap anak sendiri karna mama Nadin tidak di karuniai anak perempuan.
"Aku udah gak sabar mendengar kabar bahagia itu mah."ucap Kiara dengan senyum tulus.
"Ada apa mah?" tanya papa Juna yang baru saja ikut bergabung ke meja makan untuk menikmati kue yang di bawa Diki tadi.
"Gak ada apa apa pah," jawab Mama Nadin yang tak ingin memberi tahu dugaanya tentang Dian yang hamil lagi, agar jika nanti Dian tidak hamil biar papa juga gak kecewa karna sudah berharap mendapat cucu lagi.
Sedangkan di ruang keluarga Diki dan Dian masih menemani si kembar F bermain hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam dan sebentar lagi waktunya untuk makan malam, sebelum sebelum melanjutkan solat isya.
"Mas, aku mau ngomong penting nih ada yang ingin aku tanyakan pada kamu." ucap Dian saat ini keduanya tengah menemani si kembar bermain di kamar karna belum tidur.
"Ada apa?" tanya Diki masih memangku Fazal yang berada di pangkuannya sambil minum susu perah yang Dian taruh di botol susu untuk malam hari jaga jaga jika keduanya bangun barengan minta susu.
__ADS_1
"Seandainya jika aku hamil lagi gimana?" tanya Dian hati hati sambil mengawasi Fadhel yang lagi memainkan robot robotannya.
"Ya gak papa, justru bagus karna sebentar lagi ucapan aku terwujud mempunyai anak empat." ucap Diki.
"Tapi nanti kalo gak perempuan gimana?" tanya Dian lagi.
"Gak papa sayang, laki laki atau pun perempuan itu sama saja, karna yang terpenting buat aku adalah keselamatan dan kesehatan kalian, memang aku menginginkan anak perempuan dua, biar adil dua laki laki dan dua perempuan tapi kalo Allah kasihnya laki laki semua mau gimana lagi tapi yang jelas aku menerima semua yang di kasih Allah dengan senang hati. " ucap Diki menenangkan ke gundahan hati Dian.
"Emang kamu lagi hamil..?" tanya Diki..
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
yang belum tau novel Tomi, jangan lupa mampir ya, ini othor udah kasih profil nya nanti cari ya, episodnya juga udah banyak ok.... Jadi sudah bisaulai maraton bacanya..