
"nggak mungkin, nggak mungkin lebih segar tega melakukan itu sama kita, di Sekar sudah ikut kita dari dulu sayang dan selama ini di Sekar tidak pernah berbuat buruk pada kita."ucapkan mana Din yang tidak percaya kalau disekar pelayan kepercayaannya adalah orang yang berniat jahat kepada keluarganya.
"benar Mama Dicky tidak bohong, dan Dicky sudah tahu dari seminggu yang lalu tentang bi Sekar yang terlibat dalam berapa musibah yang kita alami belakangan ini mah, selama ini bi Sekar hanya memberitahu tentang kondisi di rumah ini dan juga kegiatan yang kita lakukan di rumah ini namun tepat sehari sebelum Dian keluar dari rumah sakit anak bi Sekar yang tak lain adalah Bastian orang yang berniat jahat kepada Dicky dan juga keluarga kita meminta bi Sekar untuk membuktikan bahwa bis Sekar sayang terhadap Bastian dengan cara membantu membalaskan dendam nya sama keluarga kita dengan cara menghabisi salah satu dari kita bila perlu semuanya namun karena bik Sekar sayang terhadap keluarga kita dan tak ingin terjadi apapun terhadap keluarga kita karena besok kan tak tega harus membunuh kita menggunakan tangannya maka dari itu di Sekar menerima beberapa orang yang sengaja Bastian masukkan ke dalam rumah ini untuk membantu di Sekar menjalankan rencana yang sudah disusun Bastian karena bis Sekar tidak tega dan tidak bisa melakukan pekerjaan yang disuruh Bastian untuk membunuh kita."jelas Dicky.
"dan saat ini di Sekar dan juga pelayan yang sudah di tangkap kepala keamanan sudah berada di ruang bawah tanah untuk di introgasi dan untuk empat pekerja baru masih dalam pengawasan, dan Dicky minta sama mama agar mama tenang dan tidak panik agar kedua menantu dan juga kelima cucu mama tidak takut tinggal di rumah ini yang saat ini dalam ke adana tidak aman." ucap Diki duduk di sebelah mama Nadin dan menggenggam erat mama nadi. penuh permohonan.
"mama akan usahakan, dan untuk masalah masak kedepannya biar mama dan Kiara saja yang masak, mama gak bisa lagi percaya pada siapa pun untuk urusan makanan kita." putus mama Nadin.
__ADS_1
"begitu lebih baik mah, karena Papa pun sudah kangen dengan masakan mama."ucap apa Juna yang ingin membuat nama Nadine semangat untuk terjun kembali ke dapur mengingat sudah sejak lama memanah di pensiun dari dapur.
"baiklah mulai besok Mama akan membuatkan kalian semua nasi goreng pete udang kesukaan kalian."ucap Mama Nadine penuh semangat dan melupakan ketegangannya tadi karena begitu semangat untuk membuatkan sarapan kesukaan laki-laki terhebat di hadapannya.
"baiklah karena ini sudah malam lebih baik kita kembali ke kamar masing-masing karena Papa masih ada urusan yang belum terselesaikan sama mama."ucap papa Juna sengaja mengakhiri rapat dadakan ini segera karena tak ingin merubah suasana hati Mama Nadin yang sedang bahagia dengan masalah rumah utama yang ada dalam keadaan genting.
"ayo mah kita ke kamar Papa masih pada urusan dengan Mama dan harus segera dituntaskan kalau tidak apa bisa pusing semalam."ucap papa Juna memberi kode mama Nadin dan seketika wajah mama Nadin merah karna masih saja malu jika membahas masalah ranjang meski usianya tak muda lagi.
__ADS_1
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1