Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
110


__ADS_3

Tak terasa tiga hari berlalu begitu saja kini saatnya dia pulang karena dokter sudah menyatakan kondisi dia sudah sembuh tapi dengan catatan Dian harus rajin kontrol sebulan sekali sampai keadaan Dian benar-benar sembuh total.


"Mas siapa nama anak kita mas kita kok cuma manggil adik sama Abang aja?" tanya Dian karena Diki tidak pernah menyebut nama anaknya sekalipun.


"Rahasia sayang nanti pas aqiqahan masakan umumin siapa nama kedua jagoan kita" jawab Diki sambil mengusap lembut kepala Dian.


"Terus kapan acara aqiqahan nya mas?" katanya Dian.


"Tiga hari lagi sayang dan semuanya sudah disiapkan mama dan papa kita hanya perlu mempersiapkan diri saja" jadi Diki


"Ya udah yuk pulang semuanya udah siap dan menyambut kedatangan kedua jagoan kita di rumah." ucapnya lagi gandeng tangan Dian dengan sebelah tangannya dan sebelahnya lagi menggendong anaknya begitupun dia sebelah tangannya menjatuhkan anaknya dan sebelahnya lagi ia merangkul tangan di dan untuk urusan keperluannya selama di rumah sakit sudah diurus oleh salah satu asisten rumah tangga yang diperintahkan Mama Nadin membantu Dian beres-beres di rumah sakit karena mama Nadine dan yang lainnya menunggu di rumah menyambut kedua cucu barunya.


"Mas asisten kamu kemana kok aku nggak pernah lihat sekarang ya?" tanya Dian menanyakan keberadaan Tomi.

__ADS_1


"Seminggu ini dia cuti sayang karna istrinya juga mendekati persalinan." jawab Diki.


"Istri? bukankah asisten kamu tuh masih sendiri?"tanya Dian bingung karena dia memang tidak tahu kalau Tomi sudah menikah siri beberapa bulan yang lalu.


"Ceritanya panjang sayang nanti mas ceritain ya."ucap Diki yang tidak mau membicarakan masalah Tomi di depan publik seperti ini karena Tomi punya privasi sendiri dan punya alasan sendiri kenapa dia melakukan pernikahan siri.


"Baiklah masa aku mengerti." ucap Dian mengerti dan tak terasa sudah sampai lah keduanya di lobby rumah sakit dengan mobil yang sudah dibuka pintunya oleh sopir pribadi Diki karena sengaja Diki memakai supir agar dia bisa memangku salah satu anaknya.


Dian merasa sangat terharu dengan penyambutan keluarga suami yang sangat menyayanginya karena di sana tidak hanya ada keluarga suaminya tapi juga ada ibu dan adiknya menyambut kedatangannya.


"Sini sayang masuk jangan terlalu lama berdiri di sana." ucap Mama Nadin saat melihat Dian berdiri mematung di depan pintu menatap semua dengan haru dengan mata berkaca-kaca.


"Yuk sayang." ajak Diki dan merangkul pinggang Dian membawanya masuk ke dalam rumah dengan rumah yang sudah di dekorasi dengan nuansa biru akan ada balon-balon untuk menyambut kedatangan kedua buah hati nya.

__ADS_1


"Masa aku terharu."ucap Dian dengan lirih menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipi mulusnya.


"Kamu pantas mendapatkan ini sayang karena kamu berharga kamu istri mas kamu kesayangan mas Dan kamu masa depan mas."bisik Diki di telinga Dian membuat tangis Dian tidak bisa dibendung lagi.


"Mas..."ucap Dian lirih dan langsung memeluk Diki meski kedua tangan mereka masing-masing pemegang buah hati nya.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2