
Dian merasa kasihan terhadap Citra yang sampe saat ini ibunya belum juga datang padahal hari sudah pagi menjelang siang, dan Tomi pun bilang kalo Clarisa tidak ada di tempat kerjanya dan di rumah yang dulu di kasih Diki pun juga tidak ada sebab rumah itu sudah di jual Clarisa.
"Papa..." panggil Citra saat Diki diam saja sejak semalam.
Dengan perlahan Diki mendekat, baru saja Diki akan bicara Dian sudah dulu menariknya untuk keluar.
"Kami keluar sebentar ya sayang, ada yang ingin kamu bicarakan sebentar." ucap Dian dan di jawab anggukan oleh Citra meski dengan wajah cemberut.
"Ada apa?" tanya Diki saat keduanya sudah berada di luar ruangan Citra.
"Mas aku tau mas mau bicara apa, tapi aku mohon jangan sekarang kasih tau dia kalo kita bukan orang tua kandungnya, tunggu sampe ibunya datang, gak tega aku lihat dia kaya gitu mas." ucap Dian sedih.
"Tapi aku gak mau di panggil papa oleh anak hasil perselingkuhan ibunya." jawab Diki dingin.
__ADS_1
"Aku tau, mas sakit hati, tapi jangan mas lampiaskan pada Citra, dia gak tau apa apa mas, yang salah itu orang tuanya, terutama ibunya, tapi tidak dengan Citra, dia masih kecil dan tidak tau urusan orang dewasa, bahkan dia pun juga tak ingin lahir dari hubungan perselingkuhan mas, aku mohon tahan dulu sebentar saja sampe ibunya datang, habis itu kita jelaskan dan pergi dari sini ya." ucap Dian lembut menenangkan Diki yang kini di Liputi amarah mengingat pengkhianatan Clarisa waktu itu.
"Ok, mas turuti ke inginan kamu, tapi setelah ibunya datang kita pergi, aku gak mau ada urusan lagi dengan perempuan itu." ucap Diki dan di jawab anggukan oleh Dian.
"Dian tidak tega dengan keadaan Citra saat ini, lupa ingatan ibunya tidak tau entah dimana, lalu pada siapa gadis kecil itu berlindung, siapa yang akan menjaganya jika di tinggal pergi begitu saja.
Keduanya pun masuk ke dalam ruangan itu lagi dan melihat Citra duduk dengan kepala tertunduk sedih.
Dengan perlahan Diki mendekat menekan egonya yang sangat membenci ibu dari anak itu.
"Mau peluk papa." ucap Citra lirih dengan air mata sudah menetes di pipinya.
Dengan perlahan Diki memeluk anak kecil itu karna tak tega melihat wajah anak kecil itu dengan air mata hanya karna ingin di peluk.
__ADS_1
Dian yang melihat Diki mau memeluk Citra hatinya bahagia karna Diki bisa mengendalikan dirinya dan tidak melampiaskan pada anak kecil yang tak berdosa itu.
"Bos.." sapa Tomi saat baru masuk ke dalam ruangan itu.
Diki pun melepaskan pelukannya dan memberikan pada Dian dan setelah itu ia keluarga dari ruangan itu karna ingin mendengarkan laporan Tomi tentang pencarian Clarisa meski tak ingin.
"Apa yang Lo dapat?" tanya Diki saat keduanya sudah berada agak jauh dari ruangan Citra.
"Dia di tangkap oleh anak buah istri sah suaminya dan pada saat itu dia lagi berada di tempat kejadian sama anaknya siang kemarin makanya dia meninggalkan anaknya disana sendirian karna tidak tau kalo dirinya di tangkap dan akan di jual jadi pelacur di club' untuk jadi wanita penghibur.
Dan dari semalam dia sudah berada di sana gue gak bisa bawa dia pulang karna dia harus menebus hutang uang selama ini di berikan suaminya padanya oleh istri sahnya." jawab Tomi menjelaskan.
.
__ADS_1
.
Bersambung....