Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 140


__ADS_3

Dian tertabrak dan terlempar beberapa meter dari tempat kejadian tak cuma Dian juga kedua buah hatinya Fazal dan Fadhel juga terpental namun tak begitu jauh hanya beberapa meter saja, dan si pengendara pun langsung kabur begitu rencananya sudah terlaksana dengan sempurna tanpa melihat keadaan Dian dan kedua anaknya yang sudah terkapar tak berdaya di atas aspal.


Semua orang yang melihat kejadian itu langsung berteriak bahkan ada beberapa yang pingsan dan menangis saat melihat kejadian yang terjadi begitu kilat itu.


Satpam sekolah pun dengan sigap langsung menelpon ambulans dan juga polisi Karni ini merupakan tindakan kriminal apa lagi korbannya adalah istri dari donatur tetap di sekolah ini.


.


Di lain tempat Diki merasa perasaanya sangat tidak nyaman sejak ia meninggalkan anak dan istrinya di sekolah kedua buah hatinya, namun Diki selalu menepis pikiran negatif nya tersebut karna banyak pekerjaan yang sudah menunggu dan Diki pun mau tak mau harus bisa fokus agar


pekerjaannya bisa segera selesai dan ia cepat pulang bertemu anak istrinya yang selalu terbayang di pelupuk matanya.

__ADS_1


"Kenap bos..?" tanya Tomi.


"Dari pagi perasaan gue gak enak banget, bahkan sekarang dada gue sesak banget dan selalu kepikiran Dian dan si kembar."jawab Diki sambil mengelus dadanya karna rasa sesak yang datang tiba tiba.


"Mungkin lo lagi kangen aja kali sama mereka,coba Lo telpon aja siapa tau habis dengar suara mereka hati Lo jadi lebih baik." saran Tomi karna Tomi pun juga akan melakukan hal yang sama jika ia kangen istrinya.


(Di sini Tomi sudah kembali ingat semuanya ya, dan sudah kembali kerja seperti biasanya. yang mau tau kisah Tomi yuk cus langsung baca kisahnya dan akan berlanjut di judul yang berbeda yang masih on going ).


Jantung Diki serasa berhenti berdetak saat mendengar penjelasan dari sopir Dian dan tanpa Diki sadari handphonenya sudah terlepas dari genggamnya dan jatuh begitu saja sehingga menimbulkan suara yang nyaring yang membuat Tomi mengalihkan matanya dari berkas yang ada di tangannya dan langsung melihat Diki yang sudah duduk dengan keadaan diam dan berlinang air mata.


Dengan segera Tomi bangun dari tempat duduknya dan langsung berjalan mengambil handphone Diki yang masih tersambung panggilan pada sopir Dian dan Tomi pun langsung menanyakan apa yang terjadi, setelah Tomi sudah tau apa yang terjadi dan mendapatkan alamat rumah sakit yang akan di tuju sopir Dian tomi pun mematikan panggilan tersebut dan menepuk bahu Diki dengan pelan.

__ADS_1


"Diki lo harus kuat dan sekarang tenangin diri Lo habis itu kita ke rumah sakit." ujar Tomi dan seketika membuat Diki beristighfar.


Setelah cukup tenang dan dapat kembali menguasai dirinya, Diki pun langsung bangun dari duduknya dan berjalan dengan tergesa gesa dengan mata yang memerah di ikuti Tomi dari belakang.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2