Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 111


__ADS_3

Tiga hari berlalu dan hari ini adalah hari aqiqahan buat kedua bayi kembar Dian dan Diki, semua keluarga sudah rapi dengan baju warna biru yang sengaja Kiara buat untuk seragam keluarga kali ini, persiapan aqiqah anak Diki pun sudah rame di datangi anak yatim dan juga kaum duafa serta sanak keluarga juga kerabat dekat sudah berada di halaman belakang yang di jadikan tempat aqiqahan karna tempatnya yang luas juga sejuk sangat cocok untuk di jadikan tempat acara.


"Sudah siap sayang..?" tanya Diki saat baru saja membuka pintu kamarnya dan melihat Dian lagi memberi asi si adek dan si abang tengah di gendong Lina.


"Bentar mas, adek lagi nyusu biar kenyang dan gak rewel nanti saat acaranya di mulai."ucap Dian dan di anggukin Diki sambil berjalan menuju Lina yang lagi bermain sama Abang.


"Duh... gantengnya anak ayah..." ucap Diki mencium wajah Abang yang berada di pangkuan Lina.


"Yuk mas, adek udah selesai nyusunya, " ucap Dian dan memberikan adek pada Diki setelah itu ia merapikan lagi penampilannya.


Ketiganya keluar dari kamar dan berjalan menuju taman belakang yang di jadikan tempat acara yang sudah rame dan acara pun langsung di mulai karna semua sudah hadir tak lupa juga tokoh agama untuk memimpin doa.


Berbagai rangkaian acara telah terlaksana dengan lancar dan kini saatnya untuk mengumumkan nama kedua bayi kembar identik itu yang berada di gendongan ayah dan bundanya. Diki pun berdiri dari duduknya sambil menggendong Abang dan mulai berbicara.


"Assalamualaikum, dengan ini saya mengumumkan nama anak pertama saya yang saya beri nama

__ADS_1


MALIK FAZAL GAFI KUSUMA.


Malik Fazal Gafi artinya anak laki laki berjiwa pemimpin yang baik dan ramah serta berhati lembut, dan Kusuma adalah nama keluarga." ucap Diki dan langsung mendapatkan tepuk tangan dari semuanya.


"Dan untuk yang kedua saya beri nama.


NAJIB FADHEEL FATHANA KUSUMA.


Najib Fadhel Fatana artinya anak laki laki cerdas yang penuh kemuliaan dan kemenangan hidup. dan Kusuma adalah nama keluarga.


"Bagus sekali nama anak kamu nak, sangat cocok dengan wajahnya yang tampan. Mudah mudahan berkah." ucap ibu panti asuhan itu.


"Amin...."jawab semuanya.


Tak terasa seharian berlalu begitu saja dengan begitu happy dan bermakna, dan kini saatnya semua penghuni rumah untuk istirahat setelah makan malam bersama dan rumah pun kembali lagi seperti biasa meski halaman belakang masih tersisa sisa acara tadi karna dekorasi akan di buka besok pagi.

__ADS_1


"Sayang seneng banget deh rasanya, akhirnya acara yang mas tunggu tunggu telah selesai dengan lancar." ucap Diki yang saat ini tengah berbaring di samping Dian karna kedua buah hatinya sudah tidur dalam boks bayi yang ada di sebelah tempat tidurnya.


"Iya mas, namanya bagus aku suka, dan aku juga seneng banget gak nyangka sekarang kita sudah sampai di tahap ini." ucap Dian memandang wajah Diki penuh cinta


"Mas juga gak nyangka kalo kita sudah sampai tahap ini, tapi ini adalah tahap awal buat kita untuk menjadi orang tua, dan mas berharap semoga kita kedepannya bisa menjadi orang tua yang bisa membimbing dan mendidik anak anak kita dengan baik serta menjadi anak Soleh." ucap Diki


"Iya mas,aku juga berharap seperti itu, dan aku ingin menjadi mama Nadin yang selalu adil pada semua anak serta menantunya." ucap Dian yang kagum dengan sifat mama Nadin yang baik serta tegas di waktu yang tepat.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2