Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 112


__ADS_3

Hari hari yang di lalui Dian dan Diki dalam mengasuh kedua buah hatinya sungguh memberikan kesan yang sangat mendalam dan tak akan terlupakan, Dian yang begitu telaten mengurus kedua buah hatinya meski di bantu Kiara dan mama Nadin membuat Dian banyak belajar dan mengerti kenapa ia bisa hamil anak kembar, karna mertua dan iparnya pun juga memiliki anak kembar, karna mang sudah dari leluhur keluarga Wijaya memiliki Anak kembar, maka tak heran keturunannya memiliki anak kembar,.


Meski Dian sibuk mengurus kedua buah hatinya, tapi Dian tak pernah lalai mengurus Diki di sela kesibukannya, Diki pun masih tetap mendapat jatah malamnya meski ia tak pernah meminta karna mengerti dengan keadaan Dian yang pasti lebih lelah atas dirinya, karna Diki cuma bisa menemani dan juga bantu mengurus si kembar saat malam hari dan juga hari Minggu saja, kadang tak jarang Diki harus lembur sehingga ia tak bisa membantu istrinya merawat kedua anaknya.


Seperti malam ini,Diki baru saja mendapat jatah malamnya, meski harus cepat cepat karna takut membangunkan si kembar dengan kegiatan yang mereka lakukan.


"mas, kamu selalu saja membuat ku puas meski kaya di kejar setan." ucap Dian di akhir penyatuannya.


"Mas gak mau di saat lagi enak anak maka bangun dan membuat mas jadi sakit kepala sepanjang malam, mau lanjut saat mereka tidur lagi sudah tidak berselera lagi." ucap Diki masih memeluk Dian erat dari samping.


"Yuk bersih bersih dulu, mas gendong ya.." ucap Diki dan langsung mengangkat tubuh Dian dalam gendongannya berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan diri bersama, ( ingat hanya membersihkan diri saja) Diki dan Dian pun duduk di sofa yang ada di kamar mereka dan melihat kedua buah hatinya tertidur dalam boks bayi yang tertidur dengan nyenyak tanpa terganggu dengan apa yang di lakukan ayah bundanya.


"Sayang, gak kerasa ya anak kita sudah mau satu tahun, mereka sudah pinter ngomong dan juga pintar berjalan, tapi gak punya gigi " ucap Diki tersenyum mengingat tingkah kedua buah hatinya


Iya mas, apalagi kalo mas pulang telat, udah kaya burung beo terus manggil ayah, yah, yah, yah, da, ayah nya tiga kali baru bunda terakhir."ucap Dian saat mengingat tingkah lucu kedua kembar F itu.


"Foto copy mas banget wajahnya, makin besar makin terlihat seperti kembar tiga sama mas."ucap Dian lagi.


"Tidur yuk mas, besok pagi aku yoga dan juga melakukan senam sama mama dan mbak Kiara, aku ingin menurunkan berat badan ku mas, baju lama aku masih belum muat."ucap Dian.


"Jangan diet sayang, mas suka kamu yang sekarang,lebih berisi dan enak di peluk, apa lagi bo kong dan juga gunung kembar kamu,tambah gede mas suka " ucap Diki.

__ADS_1


"Gunung kembar gede karna aku masih menyusui mas,nanti kalo sudah selesai menyusui juga balik lagi kaya dulu, juga gak lama kencang seperti dulu." ucap Dian sambil memegang gunung kembarnya


"Bagai mana pun kamu mas tetap setia, dan cinta sama kamu, jadi biarkan saja seperti ini dan jangan diet, rawat saja yang bener mas yakin kamu pasti akan tambah seksi.." ucap Diki genit membuat wajah Dian merah meski sudah lama menikah tapi masih malu jika membicarakan tentang asetnya.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2