Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 98


__ADS_3

Sore harinya Diki pulang dengan wajah kekasihnya, meski begitu tidak mengurangi ketampanan wajahnya. sedikit pun, dengan mengendarai mobil pelan karena berniat menjemput Dian untuk melakukan pemeriksaan pada kandungannya, namun saat di persimpangan jalan, tak sengaja mata Diki melihat seorang anak kecil yang menangis di pinggir jalan seorang diri, karna tak tega dak Diki tau siapa anak kecil itu Diki pun menepikan mobilnya dan menghampiri anak kecil yang tengah menangis sambil berjongkok itu.


"Hay...." sapa Diki pada anak kecil itu.


Anak kecil itu yang merasa ada orang di sampingnya langsung saja mengangkat wajahnya dan langsung berhambur ke pelukan Diki dan menangis sangat kencang.


"Om Diki...." panggil anak kecil itu yang tak lain anak Clarisa Citra.


Ya, orang tua Clarisa sudah bilang pada citra waktu di rumah sakit dulu, yang mengatakan kalo Diki dan Dian itu bukan mama papanya, hanya teman mamanya saja, meski awalnya Citra sedih karna Dian dan Diki bukan orang tuanya tapi akhirnya Citra terima dan sampai saat ini Citra masih belum ingat dengan apa yang sudah pernah terjadi sebelum kejadian itu, dan Citra pun akhirnya tau kalo Clarisa ibunya namu ayahnya ia tak ingat, makanya saat melihat Diki ia langsung memanggil dan memeluk Diki erat karena yang Citra ingat Diki itu teman mamanya.


"Masih ingat om..?" tanya Diki. karena meras kaget Citra masih bisa mengingatnya


"Om kan temen mamah, kata nenek." jawab Citra polos.

__ADS_1


"Oh... ya ya, kamu lagi apa di sini?" tanya Diki.


"Tadi aku ngejar mamah om, mamah di bawa sama banyak orang." jawab Citra dan memeluk Diki erat.


"Banyak orang ?" tanya Diki memastikan.


"Iya om, mamah di paksa, mamah tadi juga di pukul." ucap Citra lagi yang masih menangis tapi tetep menjawab pertanyaan Diki.


Karena merasa kasihan dengan anak ini, Diki pun membawa pulang Citra dan akan menghubungi mantan mertuanya nanti pikir Diki.


"Nenek dan kakek marah sama mama kata mama, makanya mamah sama Citra di suruh pergi dari rumah nenek." ucap Citra polos dan menghapus sisa air matanya karena merasa tenang saat bersama Diki.


Mendengar ucapan Citra seketika Diki merasa sangat kasihan dengan anak kecil malang ini, urusan anak kecil ini akan ia urus nanti yang penting sekarang adalah harus pulang cepat agar Dian tak khawatir karena lama menunggu.

__ADS_1


Diki pun tak lupa menghubungi Tomi untuk mencari tau apa yang terjadi sama Clarisa kenapa dia bisa paksa ninggalin anaknya, agar Diki bisa menentukan langkah apa yang harus ia ambil setelah ini.


"Mas..." ucap Dian tertahan saat Diki turun membawa tubuh mungil Citra dalam gendongannya karena anak kecil itu sedang tidur.


"Mas akan jelaskan nanti ya sayang, sekarang mas bawa Citra ke kamar tamu ya." ucap Diki dan mengecup pucuk kepala Dian sekilas dan berlalu menuju kamar tamu.


Setelah sampai di kamar tamu yang di bukakan pintu nya oleh Dian, Diki pun menaruh tubuh Citra di tengah kasur dan menyelimutinya, setelah itu ia membawa tubuh Dian masuk dalam pelukannya karena sudah sangat merindukan istrinya itu.


"Mas kangen sayang..." ucap Diki mengecup bibir Dian sekilas dan melihat wajah ayu yang seharian ini mengganggu pikirannya.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2