
Karena khawatir dengan ke adaan adik Dian, Diki pun akhirnya ke apartemen karna ingin memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan ada kata Tomi tadi yang membuat Diki sangat penasaran yaitu tentang Dian yang sebenarnya berpacaran dengan anak Bu Marta itu, sungguh hati Diki bagaikan hancur mendengar kabar yang sangat menyesakkan itu, dan ucapan Tomi tadi semakin memperkuat dugaan Diki jika selama ini Dian tidak memberikan jawaban atas pernyataan perasaannya karna dia sudah punya pacar.
"Hati hamba sakit sekali ya Allah..." ucap Diki memegang dadanya yang sangat sakit saat mengingat ucapan Tomi tadi.
Ya, saat ini Diki tengah berada di mobil menuju apartemennya se orang diri, Diki sengaja pergi setelah semuanya bubar dari kumpulnya tadi di samping kolam, Diki tak ingin Tomi atau yang lain tau kalo saat ini ia pergi ke apartemen untuk memastikan yang sebenarnya terjadi, karna Diki berniat melepaskan Dian jika ternyata apa yang Tomi kasih tau tadi itu benar, Diki tak ingin egois lagi mengurung Dian di apartemennya dan akan melepaskan seluruh perasaannya pada Dian meski sakit tapi Diki pikir ini yang terbaik untuk semuanya.
Tak terasa mobil yang di kendarai Diki sudah masuk dalam pelataran apartemen dengan langkah lesu Diki kelaut dari mobil dan berjalan memasuki lift yang akan membawanya menuju unitnya.
Tepat saat Diki berada di depan pintu apartemen miliknya Diki memantapkan hati dan menghela napas panjang sebelum menekan password pintu dan tak lama terbuka lah pintu itu dengan perlahan Diki masuk ke dalam namun langkahnya terhenti saat kedua matanya bertatapan dengan mata Dian yang menatapnya begitu lekat dengan mata yang berkaca kaca.
__ADS_1
Diki semakin dibuat terkesiap dengan tindakan Dian yang langsung memeluknya tanpa bicara sampe Diki mundur dua langkah untuk menyeimbangkan tubuhnya agar tak jatuh akibat tubrukan Dian yang begitu keras.
Dian mengeratkan pelukannya di pinggang Diki dan menyandarkan kepalanya di dada Diki sampe ia bisa mendengar detak jantung Diki yang bergemuruh hebat.
"Mas.. Dian kangen..." ucap Dian dan semakin mengeratkan pelukannya, Diki pun tak kalah erat memeluk Dian setelah mendengar ucapan Dian yang membuat dia tersadar dari terkejutannya.
Ucapan Dian seketika membuat tubuh Diki mendesir bagai terkena angin sejuk yang menyejukkan hatinya.
Dengan perlahan Diki mengurai pelukannya meski Dian masih enggan melepaskan pelukan itu dan akhirnya kedua tangan Dian masih memeluk tubuh Diki meski kini wajahnya sudah menjauh dari dada bidang Diki yang begitu hangat dan menenangkan.
__ADS_1
"Mas..." ucap Dian menatap mata Diki dengan mata yang berkaca karma masih sangat rindu dan bersyukur karna Diki pulang dengan ke adaan selamat tanpa kurang satu apa pun.
"Dian... A..." ucapan Diki terputus karna dibungkam dengan Dian yang menciumnya dengan cepat karna tak ingin mendengarkan apa yang Diki bilang, sebab dari saat Diki masuk ke dalam apar temen Dian sudah melihat wajah sedih Diki dan Dian berpikir Diki akan bilang kalo diinya tak bisa menunggu lagi jawaban Dian karna berpikir Dian menolaknya.
"Mas aku mau jadi pacar mas, aku juga suka sama kamu." ucap Dian tanpa ragu setelah melepaskan kecupannya di bibir Diki karna Dian tak tau caranya berciuman dan itu adalah ciuman pertamanya Dian kasih pada laki laki yang s!dah berhasil memporak porakkan hatinya.
Deg....
.
__ADS_1
.
Bersambung....