
"Papa minta aku datang lebih dulu kesini untuk menjemput mas, kata papa dan mama sekalian buat bulan madu katanya" ucap Dian dengan wajah merah saking malunya, karna secara tidak langsung Dian lah memberikan dirinya dengan suka rela pada Diki.
Mendengar ucapan Dian seketika pikiran Diki jadi berkelana dan membayangkan hal yang ehem... ehem... berputar di kepalanya sambil tersenyum misterius.
"Mas.." tegur Dian saat melihat Diki tersenyum menyeramkan buat Dian.
"Mama sama papa tau aja apa yang mas mau.. Makin sayang deh sama mama papa." ucap Diki tersenyum manis..
"Mas..." ucap Dian mencubit pinggang Diki.
"Kok di cubit sih sayang.."ucap Diki sambil meringis menahan cubitan Dian yang panas dan sakit.
"Biarin...! biar pikiran mas gak mesum..!" ucap Dian kesel namun tak melepaskan rangkulan tangan Diki di pinggangnya.
"Gak di pikirkan kok sayang, tapi nanti langsung praktek ya.."ucap Diki dengan mengedipkan mata sebelah dengan genit.
"Maaassss..."rengek Dian semakin membuat wajah Dian merah bahkan kini sudah sampe telinganya juga merah.
"Iya... Iya... yuk jalan, kita samperin trio kembar, mas kangen sama mereka."ucap Diki dan di anggukin Dian dan keduanya pun berjalan menuju trio kembar yang sudah ada Tomi di sana menunggu kedatangannya sedari tadi menyaksikan pertemuan yang manis itu.
"Om... " rengek Lina dan langsung berhambur memeluk Diki erat. Diki pun juga membalas pelukan princess keluarga Wijaya itu dengan erat dan mengusap kepala princess dengan sayang.
__ADS_1
"Kangen.." rengeknya lagi.
"sama om juga kangen sama princess om satu ini. Apa kabar kamu hem?" tanya Diki mengurai pelukannya dan menatap sayang ponakannya itu.
"Lina baik om, tapi mereka jahat sama Lina suka gangguin Lina terus." adu Lina dan melirik kedua kembarannya itu.
"Mulai deh..." ucap berbarengan Ello dan Elio. dan setelah itu keduanya langsung memeluk Diki berbarengan.
Setelah acara melepas kangen di bandara selesai kini keenam orang itu pergi ke salah satu restoran seafood yang ada di Jimbaran untuk makan siang karna waktu sudah memasuki waktu makan siang.
"Duh..., kenyang banget.." ucap Lina mengusap perutnya yang sedikit membuncit.
"Tom, Lo bayar ya gua mau ke toilet dulu." ucap Diki pada Tomi dan keduanya pun bangun berbarengan namu saat keduanya berjalan yang sengaja mata Tomi dan Diki melihat ke arah yang sedang jadi topik di restoran itu dan seketika tubuh Tomi terpaku melihat wajah perempuan yang sangat ia kenal.
Jantung Tomi berdetak dua kali lebih cepat saat melihat wajah perempuan yang selama ini ia cari cari meski tak ada yang tau selain dirinya dan tuhan.
Dengan langkah cepat Tomi menghampiri perempuan itu yang sedang di marahi oleh salah satu ibu ibu yang kelihatan paling kaya.
Tanpa bicara Diki langsung mendekap perempuan itu dan menatap tajam ibu ibu yang sudah memarahi perempuan yang Tomi cari selama ini.
Diki yang juga ikut menyusul Tomi dan melupakan niatnya ke toilet langsung angkat bicara karna Tomi sibuk memeluk perempuan itu tanpa memperdulikan sekitar.
__ADS_1
"Ada apa ini?" tanya Diki datar.
"Ini karyawan yang sudah menggoda suami saya sehingga suami saya sekarang jarang pulang gara gara ****** ini." ucap ibu ibu itu marah.
"Tidak...! itu tidak bener, saya tidak pernah deketin suami ibu. saya di fitnah." ucap perempuan itu di balik tubuh Diki dengan sesegukan karna mendapat tamparan dan juga jambakan di rambutnya yang sangat keras.
"Cukup... sebaiknya ibu pergi dari sini."ucap Tomi marah.
"Kalian yang pergi! ini restoran saya jadi yang seharusnya pergi itu kalian sekalian bawa wanita penggoda ini dari sini agar tidak menggoda suami saya lagi." ucap ibu itu tak kalah marah.
"Baik kami akan pergi, tapi jangan Salakan saya jika restoran ini akan tutup sebentar lagi.:" ucap Diki tersinggung karna baru kali ini Diki di perlakukan tidak baik dan merasa terhina dan setelah itu Diki pergi dari hadapan ibu itu menuju kasir dan setelah itu pergi dari restoran itu dengan menahan amarah.
.
.
.
Bersambung....
Kira... kira ada yang tau gak siapa wanita yang di selamatkan Tomi barusan?...
__ADS_1
komen di bawah ya.
Mau absen dong siapa yang paling pertama komen... biar othor semakin semangat up...