
Setelah Dila keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian Tomi meminta Dila duduk di kasur samping nya duduk karna begitu banyak pertanyaan yang bersarang di otaknya untuk ia tanyakan pada Dila.
"Bagai mana perasaan mu?" tanya Tomi.
"Aku baik." ucap Dila menundukkan kepalanya tak berani menatap Tomi.
"Tatap aku Dila, sudah berapa kali aku bilang kalo aku gak suka di cuekin." ucap Tomi kesal.
"Maaf..." cicit Dila masih tak berani mengangkat kepalanya.
Dengan lembut Tomi mengangkat wajah Dila dan mengarahkan padanya.
Deg...
__ADS_1
Lagi dan lagi jantung Tomi berdetak dengan kencang saat melihat wajah ayu Dila yang menenangkan hatinya.
"Kemana kamu pergi selama ini Dila? tidak tau kah kamu kalo selama ini aku mencari kamu? bahkan sudah banyak tempat yang aku datangi untuk mencari kamu?" tanya Tomi pelan karna Tomi sangat tau kalo perempuan yang ada di depannya itu tidak bisa di ajak bicara dengan nada keras karna kalo sampe Tomi membentak sudah pasti perempuan itu akan melawan dan semakin tidak mau jujur.
"Maaf...." ucap Dila lirih dengar air mata yang sudah mengalir di pipinya.
"Aku minta penjelasan kamu Dila, kenapa kamu tega tinggalin aku disaat aku sudah sangat mencintai kamu."pinta Tomi
"Aku merasa tidak pantas berada di sisi kamu dengan keadaan aku yang sudah hancur, aku ingin kamu mendapatkan perempuan lain yang lebih layak bukan seperti aku yang sudah kotor karna wanita jahat itu." ucap Dila lirih.
"Tapi aku gak pantas sama kamu Tomi, aku sudah rusak, kamu berhak dapat yang lebih bagus dari aku yang masi suci bukan kaya aku sudah bekas banyak orang." ucap Dila lirih.
"Tapi aku maunya kamu Dila, aku gak peduli dengan yang suci atau bekas, yang aku mau cuma kamu, kamu juga ngelakuin itu karna terpaksa, bukan karna niat kamu sendiri, jadi aku mohon Dila jangan tinggalin aku lagi, sudah cukup selama ini kamu siksa aku, aku mohon Dila." ucap Tomi memelas
__ADS_1
"Dan satu hal yang harus kamu tahu, jika perempuan yang dulu membuat hidupmu hancur kini sudah berada di penjara karna Diki yang membuat perempuan jahat itu mendekam di balik jeruji besi." ucap Tomi.
"Benarkah jika wanita tua itu sudah tidak akan mencari ku lagi? selama ini aku terus menghindar darinya dan ank buahnya sampe aku memutuskan ke Bali agar tidak bertemu dengannya lagi, aku takut dia memaksa aku buat kerja haram itu." ucap Dila senang di dalam tangisannya
"Iya, di sudah di penjara, tapi anaknya sudah kembali dia yang saat ini menjalankan bisnis itu lagi, maka dari itu kamu kembali sama ku lagi, aku janji akan menjaga kamu sekuat ku, aku janji Dila." pinta Tomi penuh harap.
"Perasaan aku sama kamu tidak pernah berubah sama sekali, bahkan berkurang pun tidak, aku masih sangat mencintai kamu Dila." ucap Tomi mengungkapkan perasaannya pada perempuan yang sangat ia cintai itu.
"Apa aku pantas bersanding dengan kamu Tomi? aku merasa sangat tidak pantas," ucapan Dila terhenti karna bibir Tomi sudah lebih dulu mendarat di bibirnya dan menyesap dengan lembut penuh kerinduan.
.
.
__ADS_1
Bersambung....