Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 86


__ADS_3

Dian yang baru selesai mencuci wajah langsung di kagetkan dengan kehadiran Diki di kamarnya yang sudah duduk bersandar di kepala ranjang menunggu Dian dengan senyum manis yang selalu membuat Dian meleleh.


"Mas..., Sejak kapan masuk kamar kok aku gak tua?"tanya Dian basa basi mengurangi kecanggungan nya karna malam ini adalah malam kedua ia tidur bersama setelah sah jadi istri Diki dua bulan lalu.


"Tadi saat kamu berada dalam kamar mandi.


Sini..! mas kangen banget sama kamu.."Ucap Diki saat Dian berjalan dengan Pelan menghampiri nya.


Dengan ragu Dian duduk di samping Diki tapi belum juga duduk dengan benar Diki sudah menarik tubuh Dian masuk dalam pelukannya.


"Mas..."pekik Dian kaget.


Dengan erat Diki memeluk tubuh Dian dengan erat dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Dian yang wanginya khas itu.


Dengan perlahan Diki memutar tubuh Dian agar berhadapan dengannya, dan setalah itu Diki tanpa kata langsung menenggelamkan bibirnya di bibir pink Dian yang sudah dari tadi melambai lambai.

__ADS_1


Entah sudah berapa lama keduanya saling melu mat sehingga de sa han lolos begitu saja keluar dari mulut Dian begitu aja tanpa Dian sadari.


"Mas menginginkan mu sayang..


Apa boleh mas minta hak mas sekarang?" tanya Diki, meski Diki sudah sangat menginginkan Dian tapi Diki masih meminta ijin dulu agar Dian menyerahkan mahkotanya tanpa ada paksaan apa pun.


Deng nafas yang terengah engah Dian menganggukkan kepalanya sebagai jawaban karna Dian sudah ikhlas lahir batin menyerahkan dirinya sepenuhnya pada Diki suaminya.


Mendapat jawaban anggukan dari Dian tanpa membuang waktu lama Diki kembali menenggelamkan bi bir nya di bi bir Dian dan melu matnya secara bergantian atas bawah.


"Mas masuk ya, kalo sakit kamu jambak mas aja gak papa kok." ucap Diki dan di jawab anggukan oleh Dian dengan mata sayunya.


Dengan perlahan Diki memposisikan dirinya di depan tubuh Dian yang sudah pasrah dan dengan tiga kali hen takan Diki bisa membobol gawang Dian bersamaan dengan jeritan Dian yang menggema di kamar itu pertanda keduanya sudah saling memiliki secara lahir batin.


Diki membiarkan miliknya menyesuaikan diri dengan rumah barunya dan melu mat bibir Dian yang sudah bengkak itu untuk mengalihkan perhatian Dian dari rasa sakitnya.

__ADS_1


Setelah dirasa Dian sudah cukup tenang dengan perlahan Diki mulai bergerak sehingga suara yang awalnya rintihan kecil dari mulut Dian menahan perih berganti dengan desa han yang menggema di seluruh kamar itu bersautan dengan Diki yang sangat menikmati penyatuannya malam ini setelah hampir tiga tahun puasa dan tak lupa Diki terus mengucapkan kata cinta sampe akhirnya keduanya lemas setelah mendapatkan pele pasan secara bersamaan.


"Terimakasih sayang sudah menjaganya utuk mas, tapi kamu malah mendapatkan bekas."ucap diki memeluk tubuh erat.


"Gak apa mas bekas, yang penting mas milik aku sekarang dan selamanya."Ucap Dian lirih karna lelah setelah bercinta hampir satu jam setengah.


"Mas tidur yuk, aku capek." pinta Dian dengan mata terpejam.


Melihat Dian sudah dengan mata terpejam membuat Diki mengurungkan niatnya untuk mengulangi lagi percintaannya karna tak tega melihat wajah lelah istri tercinta.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


Panas buk..... suami mana suami....


__ADS_2