Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 80


__ADS_3

Di lain tempat tepatnya di apartemen mewah milik suaminya, Laura duduk termenung di balkon kamarnya semenjak pertemuannya dengan Diki beberapa hari yang lalu, Laura makin diam dan Laura pun semakin mengurung dirinya dikamar tanpa mau suaminya itu datang untuk melihat keadaanya, meski ia tau sikapnya itu membuat suami ya salah paham dan tersakiti namun untuk saat ini Laura sedang berusaha melupakan masa lalunya.


Laura sangat mencintai Diki meski ia tau Diki tak pernah membalas perasaanya tapi ia tetap mempertahankan cintanya pada Diki, Laura selalu setia pada Diki dan sangat tulus memberikan hatinya sepenuhnya buat Diki, maka bukan suatu yang mudah bagi Laura melupakan Diki yang menjadi cintanya lebih dari dua tahun. Meski sudah banyak usaha ia lakukan untuk melupakan Diki namun rasa bersalah karna telah mengkhianati Diki terus menghantuinya yang membuat ia bersikap dingin pada suaminya.


Meski usia pernikahannya sudah memasuki enam bulan namun rasa cintanya pada Diki tak bisa hilang begitu saja meski Laura tau ia sangat bersalah pada suaminya tapi Laura berniat memulai dari awal pernikahannya setelah mendapat maaf dari Diki karna rasa penyesalan terus menghantuinya membuat dia mengenyampingkan perasaan suaminya, ketika urusannya dengan Diki selesai Laura berjanji akan membuka selebar lebar hatinya buat suaminya dan memberikan semua hatinya buat suaminya sampe suaminya itu tidak ada niat untuk berpaling darinya.


Lama Laura berada di balkon kamarnya menata kembali hatinya yang sudah hancur meski begitu ia merasa lega karna saat ini Diki pun sudah menemukan wanita pilihannya sendiri dan tak mempermasalahkan dirinya yang artinya ia pun berhak memulai rumah tangganya pelan pelan dan mulai membuka hatinya buat suaminya karna satu kata yang ia ingat dari sahabat terbaiknya adalah mengobati patah hati adalah dengan cara membuka hati lagi buat orang lain agar kita bisa lupa akan sakit hati yang kita rasakan dan di gantikan dengan kebahagian yang di beri dari orang baru yang menyayangi kita.


Tok.... Tok.... Tok....


Pintu kamar Laura di ketuk dari luar dengan tidak sabaran dan terus menerus karna memang Laura mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang mengganggunya.

__ADS_1


Dengan langkah malas Laura berjalan menuju pintu dan seketika saat pintu terbuka nampak lah suaminya yang sedang berdiri disana dengan nafas ngos ngosan.


Laura semakin di buat membeku karna suaminya itu tanpa kata langsung memeluk tubuhnya dengan erat.


"Ada apa Jim?" tanya Laura heran karna tak biasanya suaminya itu seperti ini.


"Maaf..." ucap Jimi lirih dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Maaf aku sudah berprasangka buruk sama kamu, dan mengira kamu akan meninggal aku dengan laki laki itu, aku cemburu." akui Jimi tanpa malu mengakui kesalahannya.


Mendengar ucapan Jimi seketika rasa bersalah dalam diri Laura menyeruak dan tak terasa air mata Laura keluar membasahi baju Jimi.

__ADS_1


"Kenapa menangis?" tanya Jimi lembut.


"Aku juga minta maaf Jim, karna sudah mengabaikan kamu selama ini, maaf aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu" ucap Laura terisak.


"Gak papa, tapi aku mohon lupakan dia ya, buka lah hati kamu buat aku, aku akan sabar menanti hari di mana kamu membalas perasaan aku pada mu."ucap Jimi dengan lembut dan mengurai pelukannya dan mengangkat kedua tangannya mencakup wajah Laura yang masih basah karna air mata.


Laura pun mengangguk mengiyakan ucapan Jimi karna Laura sudah berjanji akan memulai semuanya dari awal setelah masalahnya dengan Diki sudah selesai. Dan ini adalah saatnya.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2