Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 122


__ADS_3

Tiga hari sudah Diki tidak kekantor membuat Harini ia harus lembur karna banyak berkas yang harus ia periksa dan tandatangani hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam akhirnya Diki menghentikan tangannya untuk membuka berkas berikutnya yang masih setia begitu banyak menumpuk di atas meja.


Diki perlahan meregangkan ototnya dengan perlahan setelah di rasa cukup Diki pun mengambil jas yang ia lampirkan di bahu kursi dan langsung memakainya setelah itu keluar dari ruangannya untuk pelang karna sedari tadi handphone nya mati jadi Diki yakin kalo Dian sudah khawatir menunggunya di rumah, memang Diki bilang mau lembur, tapi Diki tak pernah pulang se larut ini paling jam sembilan ia sudah ada di rumah, lah ini jam sepuluh masih di kantor pasti Dian dan keluarganya yang lain sangat mencemaskannya saat ini.


"Harus cepet pulang ni, mudah mudahan tidak ada halangan lagi agar cepat sampe rumah." ucap Diki saat m lihat jam tangan ya g melingkar di pergelangan tangannya.


Baru saja Diki keluar dari lift Diki melihat seorang OB yang masih berkeliaran membawa alat tempurnya dengan wajah lelahnya berjalan melewatinya begitu saja, sontak Diki mengerutkan keningnya dan melihat lagi jam tangannya membuat Diki heran karna ini sudah lewat dari jam lembur seharusnya untuk bagian kebersihan.


Ya, di kantor Diki, Diki memperlakukan jam batas lembur untuk semua karyawan kecuali pada hari hari tertentu dan itu pun hanya untuk para petinggi perusahaan jika ada proyek atau masalah pada perusahaan dan juga bagain divisi divisi tertentu saja yang bisa lembur, dan untuk bagian kebersihan biasanya akan datang lebih pagi jika ada yang lembur bukan ikut lembur seperti sekarang ini, dan ini tidak bisa Diki toleransi.


Dengan langkah pasti Diki berjalan menuju ruangan ob yang tak lain adalah pantry namun saat baru berjalan setengah jalan Tomi mendekatinya karna Tomi baru datang dari rapat untuk mewakilinya dengan sekretarisnya Siska,


"Mau kemana bos?"tanya Tomi.


"Lo ikut gue." ucap Diki datar dan membuat Tomi mengerutkan dahinya bingung.


"Mau kemana?" tanya Tomi mengekori Diki.

__ADS_1


"Siska udah Lo antar pulang?" tanya Diki tanpa menghiraukan pertanyaan Tomi.


"Udah dan.." di ucapan Tomi terpotong saat melihat seorang OB masih berkeliaran di kantor jam segini dan Tomi pun melihat pergelangan tangannya untuk melihat jam dan ini sudah lewat dari batas waktu lembur untuk ob.


"Kamu.." panggil Tomi sedangkan Diki hanya diam saja melihat perempuan itu yang lagi membereskan gelas dan piring kotor.


Perempuan itu yang mendengar di panggil langsung saja berbalik badan dan melihat bos dan juga tangan kanan nya berdiri di belakangnya betapa terkejutnya dia saat melihat dua laki laki yang paling tampan di kantor ini nyamperin nya.


"Saya pak?" tanya perempuan itu.


"Kenapa kamu masih di kantor jam segini?"tanya Tomi mewakili Diki.


"Kerjaan saya masih banyak pak, " jawab perempuan itu.


"Nama kamu siapa?" tanya Tomi.


"Saya Meri pak," jawab perempuan itu yang bernama Meri.

__ADS_1


"Sekarang kamu pulang karna ini sudah lewat dari jam lembur." ucap Tomi datar.


"Tapi kerjaan saya belum selesai pak jawab Meri kekeh.


"Tidak ada bantahan atau saya suruh satpam untuk mengunci pintu keluar agar kamu bermalam di sini."ucap Tomi kesal karna baru sekarang ada yang berani melawannya bicara.


"Baik.."ucap Meri dan setelah itu Diki dan Tomi keluar dari pantry menuju lobby karna mobilnya sudah siap disana.


"Akan aku buat kamu bertekuk lutut.." ucap Meri menyeringai dengan senyum misterius nya.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2