Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 42


__ADS_3

Suasana di dalam mobil sungguh hening Dian tak tau harus memulai dari mana berbicara karna melihat wajah Diki yang dingin dan datar membuat nyali Dian langsung ciut. Dian bertanya tanya dalam hati, mengapa tadi Diki memanggilnya sayang dan bersikap hangat padanya namun saat berdua seperti ini justru hanya Dian dan mengeluarkan aura yang sangat dingin.


Tak terasa tibalah mereka di apartemen Diki, dengan segera Dika keluar dari mobil dan berjalan mengitari untuk membuka pintu untuk Dian, Dian yang mendapatkan perlakuan itu jadi bingung tapi ia menurut saja dengan apa yang Diki lakukan dan tak ingin membuat tuannya itu marah.


Saat sampe di dalam unitnya Diki membawa Dian duduk di sofa dan tanpa aba aba Diki langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Dian dan tindakan yang Diki lakukan itu membuat jantung berlaju dengan cepat.


Dian duduk dengan kaku karna perlakuan Diki yang begitu manja padanya, Dian tak suka suasana seperti ini ia takut mengartikan kebaikan majikannya itu yang membuat dia sakit akhirnya.


"Dian kamu tau, melihat dia tadi membuat dada ku panas dan mengingat kembali apa yang pernah ia lakukan di belakang ku, tapi saat melihat wajah kamu hati aku adem kembali, sungguh aku gak suka bertemu dengannya." ucap Diki tanpa membuka matanya.


Mendengar ucapan Diki tak berani Dian menyahuti karna Dian tak tau siapa yang di maksud Diki, Dian tak tau masa lalu Diki dan ia juga tidak berani mencari tahu karna itu adalah privasi tuannya ia hanya seorang pelayan yang tak berhak ikut campur urusan pribadi tuannya.


"Aku harap kamu tidak akan melepaskan genggaman tangan ku, karna kamu adalah kekuatan ku saat aku rapuh, jangan tinggalin aku dian" ucap Diki dan melihat wajah Dian dari bawah dengan mata penuh harap.

__ADS_1


Tanpa sadar Dian menganggukkan kepalanya karna ia juga bingung mau jawab apa.


Melihat jawaban Dian yang mengangguk langsung saja Diki bangun dari tidur nya dan langsung duduk menatap Dian dengan lembut penuh damba.


"Janji jangan tinggalin aku?" tanya Diki lagi memastikan.


"I...Iya mas." jawab Dian gugup


"Maksudnya mas..?" tanya Dian bingung.


"Dian mungkin ini terlalu cepat untuk mu, tapi aku tidak bisa lagi menahan perasaan ku padamu, sungguh aku suka sama kamu Dian, aku cinta sama kamu, maukah kamu menjadi yang terakhir dalam hidup ku?" tanya Diki menyatakan perasaanya pada Dian.


Dian kaget setengah mati dengan pernyataan Diki, dia senang tapi ia takut karna tak ingin Diki hanya mempermainkan dia saja.

__ADS_1


"Aku akan jujur pada mu sebelum kamu menjawab pernyataan perasaan ku pada mu agar kamu tidak tau dari orang lain tentang ku, aku duda, dan perempuan yang tadi kita temui di mall itu adalah matan istri ku."ucap Diki jujur.


"Berarti anak kecil itu anak mas?" tanya Dian.


"Bukan, dia tidak mau mengandung anak ku, dan anak itu adalah anak dari selingkuhannya, aku memergokinya saat dia lagi berhubungan badan dengan laki laki lain dan kejadian itu tiga tahun yang lalu, dia selingkuh di belakang ku lebih dari tiga tahun dan aku tidak tau itu karna aku terlalu percaya sama dia dan dia mengkhianati kepercayaan aku dengan begitu kejam." ucap Diki menceritakan masa lalunya tanpa ada yang ia tutupi karna tak ingin Dian tau dari orang lain.


Mendengar penuturan Diki membuat Dian kasihan dengan Diki, tapi Dian tak bisa memutuskan begitu saja menerima Diki karna Dian ingin tau seberapa besar Diki cinta padanya dan apa Diki sudah bisa melupakan wanita itu sepenuhnya atau Dian di jadikan pelarian saja.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2