
Tadi malam Dian tidak jadi melakukan tes karna keburu tidur pas ngasih asi si kembar, akhirnya tadi pagi saat baru bangun mau solat subuh akhirnya Dian menampung urinnya dan mencelupkan testpack dan setelah itu Dian melakukan solat subuh berjamaah sama Diki, Dian lupa dengan hasil tesnya karna setelah melakukan solat subuh Dian pergi ke dapur untuk membantu membuat sarapan dan membuatkan MPA si kembar hingga Diki mandi pagi hari Diki menemukan hasil tesnya yang membuat Diki menangis karna gak nyangka Dian hamil lagi, sungguh Diki sangat bahagia akan mendapatkan keturunan lagi.
"Senyum Diki terus mengembang hingga sampai di dapur untuk melakukan sarapan, saat sampai di dapur Diki langsung berlari memeluk Dian yang lagi menyiapkan makanan dan itu membuat Dian kaget.
"Mas.., Bikin kaget aja deh.." ucap Dian saat dirinya berada di dekapan Diki.
"Mas terlalu senang sayang.." ucap Diki gembira.
"Seneng kenapa? tanya Dian dan melepaskan diri dari pelukan Diki.
Diki langsung mengangkat tubuh Dian dan memutarnya Hinga Dian berteriak kaget.
"Mas turunin..." ucap Dian.
"Makasih sayang..." ucap Diki setelah menurunkan Dian dan menatap mata Dian dalam
"Makasih buat apa?" tanya Dian bingung.
__ADS_1
"Ada apa Diki, kok kelihatanya kamu seneng banget?" tanya mama nadin yang dari tadi mengamati kebahagiaan Diki.
"Iya mah, Diki bahagia sekali, " ucap Diki menatap mama Nadin dengan senyum mengembang.
"Dian hamil lagi mah.." ucap Diki dengan bahagia dan langsung berjongkok di depan Dian untuk mencium perut Dian.
"Wah.... Selamat ya sayang.., di jaga kandungannya baik baik ya.." ucap mama Nadin dan langsung berjalan memeluk Dian setelah Diki berdiri.
"Mas udah tau hasilnya? aku belum lihat Lo.." tanya Dian.
"Udah, hasilnya positif, habis Inai ha ia sarapan kita periksa ke dokter ya, biar tau udah berapa Minggu umurnya." ucap Diki antusias.
"Ada apa ini, kok pagi pagi sudah heboh begini, apa ada kabar gembira?" tanya Kiara yang baru datang dari membangunkan keempat anak anaknya.
"Tebakan kita bener Kiara, Dian positif hamil." ucap mama Nadin.
"Wah selamat ya Dian, mba seneng kamu hamil lagi, jadi makin rame aja rumah ini dengan suara tawa anak anak." ucap Kiara memeluk Dian.
__ADS_1
"Mama sama mbak Kiara juga sudah menebak Dian hamil?" tanya Diki.
"Iya, mama dan mbak mu udah menebak Dian lagi hamil, karna Dian kan paling gak bisa makan buah nanas maupun selai nya, lah ini makan makanan yang kamu suka, kan itu udah otomatis bukan keinginan dia dong, sebagai orang yang sudah berpengalaman hamil pasti mama bisa nebak begitu." ucap mama Nadin.
"Diki pun juga berpikiran sama seperti mama, makanya Diki semalam ajak Dian keluar mau beli testpack untuk membuktikan tebakan Diki dan juga perkiraan Dian yang juga mengira dirinya hamil Karan sudah telat beberapa Minggu." ucap Diki menjelaskan.
"Sudah berapa Minggu telat Dian?" tanya Kiara.
"Gak tau mba, Dian lupa, tapi yang jelas bulan kemarin Dian belum dapat halangan makanya Dian pikir Dian hamil." ucap Dian.
"Ya udah nanti mba ikut ke dokter ya sekalian buat suntik KB." ucap Kiara dan di angguki Dian dan Diki
Tanpa keempatnya tau kalo papa Juna mendengar semua ucap mereka dari tadi dengan air mata yang menetes karna terharu tidak menyangka masih di kasih Allah untuk melihat cucunya lahir lagi.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....