Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 63


__ADS_3

Dengan kecepatan penuh Diki melajukan kuda besinya agar segera sampe di apartemennya dan syukur Diki tidak mendapatkan rintangan apa pun di jalan sehingga ia bisa selamat dan cepat sampai.


"Ada apa sih, jangan bilang perempuan Lo itu lagi dalam masalah?" tebak Rey yang melihat dari gelagat Diki yang sangat panik namun bagi orang lain yang tidak mengenal Diki biasa saja karna Rey sudah tau Diki dari kecil maka dengan mudah ia bisa menebak apa yang terjadi yang bisa membuat Diki panik.


"Iya kak, dan sekarang anak buah laki laki itu sedang mencarinya kesini, gue gak tau yang dia cari Dian apa adiknya, karna yang saat ini jadi pacar laki laki itu adiknya Dian tapi yang gue tau dia sukanya sama Dian dan hanya memperalat adiknya Dian untuk balas dendam.


"Wah... parah to cowok, kalo gitu kita harus gerak cepat dan jangan sampe dia duluan yang sampe ke unit Lo." ucap Rey yang juga ikut panik.


"Gue tadi udah bilang buat Dian gak usah buka pintu siapa pun yang datang, biar dikira unit kita kosong, karna kalo gue yang datang pasti akan langsung masuk, dan mudah mudahan saja Dian mau dengerin perintah aku tadi kak." ucap Diki semakin mempercepat langkahnya karna saat ini keduanya lagi jalan sedikit berlari menuju lift.


.

__ADS_1


Dan benar saja saat Diki keluar dari lift Diki melihat ada empat orang yang sedang berdiri di depan unit nya sedang mengetuk pintu dan mengucapkan permisi agar pintunya di buka.


Tapi syukur pintu itu masih tertutup rapat dan Dian menuruti ucapannya tadi sehingga keempat orang itu masih berdiri di depan unitnya.


Dengan memelankan langkah Diki menghubungi Dian yang berada di dalam unitnya dan menyuruh untuk bersembunyi di dalam kamar agar lebih aman, dan Dian pun menuruti ucapan Diki meski Diki mendengar nada Dian yang bergetar karna takut.


"Permisi.., ada apa ya mas berdiri didepan apartemen saya." ucap Diki dingin.


Salah satu dari mereka pun memberanikan diri berbicara meski dengan nada bergetar karna terintimidasi dari tatapan mata Diki dan Rey.


"Begini tuan, kami sedang mencari seorang perempuan yang lari dari majikan saya karna perempuan itu sudah membawa kabur uang majikan saya." ucap laki laki berbohong.

__ADS_1


Mendengar ucapan orang itu tanpa orang tau Diki menaikan sudut bibirnya sangat tipis sehingga tidak ada yang sadar jika Diki tersenyum mengerutuki kebodohan laki laki itu.


"Di unik kami tidak ada perempuan, jadi silahkan pergi dari unit kami karna kami sibuk." ucap Diki dingin dengan menatap laki laki yang berbicara itu dengan tatapan menusuk bahkan sangat mematikan.


"Ba... Baik kami pergi.." ucap laki itu dan langsung meninggalkan unit Diki tanpa menoleh lagi dan di susul teman temannya yang juga ikut pergi karna tak kuat dengan aura mematikan dari Diki.


Setelah melihat keempat laki laki itu kabur, Diki menghela nafas lega karna sudah bisa mengusir hama pengganggu yang membuat wanita tersayangnya ketakutan di dalam sana.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2