
Tak terasa waktu cepat berlalu, kini sudah hampir seminggu, lebih tepatnya enam hari Dian di rawat di rumah sakit namun kondisi Dian belum mengalami kemajuan apa pun selain bisa mengeluarkan air mata di saat Diki bercerita dan sesekali menggerakkan tangannya. hanya itu saja perkembangan Dian saat ini dan yang lainnya masih sama.
Hari ini kebetulan adalah hari di mana si kembar Fadhel dan Fazal keluar dari rumah sakit karna kondisinya sudah benar benar sehat namun Dicky tidak bisa mengantarkan kedua anaknya pulang ke rumah karena hari ini Dicky harus menghadiri rapat penting tentang proyek yang akan perusahaan Dicky kerjakan dengan kliennya.
Siang hari saat Dicky sudah berada di sebuah restoran dengan Tomi entah mengapa perasaannya jadi tidak menentu dan pikirannya tertuju pada Dian seorang, bahkan saat rapat di mulai pun Dicky tak bisa fokus dan alhasil Tomi yang mengambil alih jalannya rapat agar kliennya gak kecewa.
Satu jam berlalu kini tinggallah Dicky dan Tomi saja di restoran itu karena kliennya sudah pulang. Tomi memberanikan diri bertanya pada Dicky karna tidak biasanya Dicky seperti ini.
"Lo kenapa? gak biasanya Lo gak konsen seperti ini saat rapat?" tanya Tomi sambil membereskan berkas yang masih berserakan di atas meja.
"Perasaan gue gak enak banget, pikiran gue juga tertuju pada Dian aja, gue takut terjadi sesuatu sama Dian di rumah sakit." ucap Dicky menjelaskan dan menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Ya udah lebih baik Lo balik ke rumah sakit gih, biar gue balik ke kantor naik taksi." ucap Tomi mengerti.
"Tapi kerjaan gue banyak di kantor, sudah beberapa hari gue gak masuk kantor dan banyak berkas yang menumpuk di meja gue."ucap Dicky bimbang.
"Nanti gue anter ke rumah sakit semua berkas yang ada di meja Lo setelah kerjaan gue kelar, dari pada gue lihat Lo kaya gini raga Lo disini tapi pikiran Lo di rumah sakit." ucap Tomi.
"Ya udah gue ke rumah sakit ya, dan sorry gue terus ngerepotin Lo terus." ucap Dicky akhirnya setuju ucapan Tomi.
"Gak usah bicara gitu kali, kita saudara dan gue juga asisten Lo jadi udah seharusnya seperti itu.! Udah balik sonoh..! ini juga gue mau langsung balik." ucap Tomi dan bangun dari duduknya di ikuti Dicky dan setelah itu keduanya keluar dari restoran tersebut dan berpisah di di jalan.
.
__ADS_1
"Mah, pah, ada apa ini?" tanya Dicky saat sudah berada di dekat semuanya.
"Ayah...." panggil kedua anaknya dan langsung berhambur ke dalam pelukan Dicky saat melihat ada ayahnya di sana.
"Dian tadi mengerakkan tangannya dan sudah membuka matanya, dan saat ini sedang di tangani dokter." ucap papa Juna.
"Alhamdulillah ya Allah..." ucap Dicky lega..
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....