
Diki menatap kakaknya yang tersenyum ke arahnya sungguh senyum Dika kali ini sungguh sangat menyebalkan di mata Diki, Diki sangat yakin jika ini ada sangkut pautnya dengan semua ini.
Dengan menahan marah Diki mendekati kakaknya tanpa memperdulikan panggilan MC yang memintanya untuk mendatangi penghulu.
"Maksud Lo apa kak? kenapa Lo lakuin ini ke gue kak? gue minta tolong sama Lo buat hubungan gue sama Dian tapi kenapa mama papa nikahin gue dengan perempuan yang sama sekali gak gue kenal kak.? kenapa?" tanya Diki mengeram kesal sambil berbisik agar tidak di dengar orang lain.
"Lo gak usah kesel gitu sama gue, lebih baik Lo baca ini dan hapalin nama calon istri Lo." ucap Dika menyerahkan secarik kertas ke pada Diki tanpa meladeni kekesalan adiknya itu.
"Udah sana pergi...! gak usah lihat gue dengan tatapan Lo yang menyeramkan itu." ucap Dika dan mendorong tubuh Diki dan menuntunnya menuju penghulu.
"Kak ini gak lucu.! gue gak mau nikah." ucap Diki menahan langkahnya yang di dorong oleh Dika.
"Bener Lo gak mau nikah,? gak nyesel Lo, kasih tau pengantin wanitanya sudah menunggu untuk di panggil namanya setelah Lo bayar tunai. Dan gue yakin Lo akan menyesal jika sampe Lo nolak pernikahan ini." ucap Dika yang membuat Diki bingung.
__ADS_1
"Maksud Lo kak?" tanya Diki bingung dengan ucapan kakaknya itu.
"Coba Lo buka kertas itu dan lihat siapa nama calon pengantin Lo." ucap Dika dan terus menuntun adiknya itu tanpa perlawanan lagi.
Dan betapa kagetnya Diki saat melihat nama calon istrinya di kertas itu, sungguh hati Diki campur aduk saking kagetnya dan tanpa kata Diki langaung membalikan badannya dan memeluk Dika erat.
"Kak makasih, Lo emang kakak gue yang terbaik..." ucap Diki dengan senyum bahagia.
SAHHH....
Kata sah terdengar menggema di masjid itu yang menandakan jika kini sudah membayar Dian dengan tunai dan tak berapa lama Dian turun dengan di tuntun ibu dan adiknya di sisi kanan dan kirinya, Dian turun dengan kebaya putih dan kain batik yang membalut tubuh rampingnya dengan sempurna, hiasan wajah yang natural semakin membuat Dian tambah cantik alami, Diki sampe bengong melihat Dian berjalan menuju dirinya karna harus menyelesaikan berkas berkas yang akan dia tanda tangani.
"Gak usah gitu juga kali lihatinnya, nenatr di kamar kalo mau pandang pandangannya, lebih juga gak papa kok." ucap Dika mengoda adiknya yang kini sudah sah sebagai seorang suami lagi.
__ADS_1
.
Setelah selesai ijab kabul kini resepsi di pindahkan ke hotel keluarga Wijaya yang letaknya di sebrang masjid, sengaja memang papa Juna merencanakan itu agar setelah ijab kabul resepsi pindah ke hotel yang tempatnya lebih luas agar bisa menampaung para tamu undangan yang sudah ia undang jauh jauh hari yang rencananya untuk ulang tahun Diki kini menjadi resepsi pernikahan Diki.
Waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam dan pesta baru selesai beberapa menit lalu, meski pesta sudah usai tapi masih banya tamu dan juga teman teman Dika dan Diki yang masih di sana untuk mengobrol, Diki yang merasa kasiha sama Dian langsung saja meminta pada mama Nadin untuk mangantar Dian ke kamarnya disana lebih dulu karna Diki masih ingin menyapa teman temannya lebih dulu, ya Diki dan anggota keluarga yang lain punya kamar pribadi di setiap hotel di lantai paling atas, karna itu sudah aturan yang di buat papa Juna untuk kenyamanan keluarganya jika sewaktu waktu menginap di hotel keluarganya.
.
.
Bersambung...
Yah... pada gak mau ikut kondangan padahal acaranya malam Lo, othor aja Ampe kenyang banget makan di resepsinya Diki dan Dian, makanannya enak enak tau, kalian pasti nyesel....
__ADS_1