Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 91


__ADS_3

Setelah melakukan ibadah solat subuh, Diki lagi lagi minta di layani hasratnya karna Diki selalu tak bisa menahan hasratnya saat berada di dekat Dian, dan Dian pun juga begitu setelah tau rasanya bercinta membuat dia kecanduan dan ingin terus mengulang dengan kekasih hati.


Pukul setengah tujuh pagi kedua nya baru selesai membersihkan diri dan Dian pun langsung keluar kamar setelah menyiapkan baju kerja Diki dan langsung menuju dapur untuk membuat sarapan, meski di villa itu ada pembantu yang masak namun Dian tetep membantu meski sudah di larang, karna Dian sangat suka memasak dan masakannya pun juga sangat nikmat, apa lagi Diki tak mau di buatkan kopi kalo gak Dian yang buatkan.


"Mas sarapan dulu." ajak Dian saat melihat Diki keluar dari kamar.


"Ya sayang,,"saut Diki dan berjalan ke arah Dian dan langsung mencium pipi Dian tanpa malu dilihat sama pembantu yang sedang membantu Dian menyiapkan sarapan.


"Maass..." geram Dian kesal bercampur malu sehingga pipinya merah.


Tak lama ketiga Angel pun juga keluar kamar dari kamar yang berbeda, di susul Tomi yang kelihatan wajah kusutnya menghampiri Diki dan langsung duduk di samping Diki begitu saja.

__ADS_1


Semua sarapan dengan hidmat meski suasana hati Tomi buruk tapi tak mengganggu selera makan dia pagi ini, karna Tomi sampe nambah dua kali makan masakan Dian, dan itu sungguh di syukuri Diki yang setidaknya di saat Tomi patah hati ia masih mau makan dengan lahap.


"Kenapa om...? kok kusut amat tu wajah kaya baju belum di setrika aja..?" Tanya Lina karna baru pertama melihat wajah Tomi yang berantakan tidak seperti biasanya yang kelihatan rapi dan gagah,


"Om tidak apa apa Angel.." jawab Tomi mencoba tersenyum meski pun terlihat sekali di paksakan.


"Mau Angel hibur gak? kita jalan jalan yuk.... Yuk...." ajak Lina semangat.


"Tapi om hari ini kerja Angel, lain kali ya.." ucap Tomi menolak halus ajakan Angel.


"Habis selesai kita peninjauan kita ke Bali Zoo ya, kita jalan jalan kesana kan kita belum ada jalan jalan semenjak tiba di Bali."ucap Diki pada Tomi yang secara tidak langsung mendukung ide Angel untuk jalan jalan.

__ADS_1


"Asyikkkkk... yyyee,..."teriak Angel senang.


Setelah sarapan Diki dan Tomi pun pergi meninggalkan villa tersebut menuju lokasi peninjauan, sedangkan Dian, ia kembali masak buat bekal jalan jalannya nanti, karna Dian pikir lebih enak bawa makanan sendiri biar kaya piknik keluarga yang di bantu Ketiga Angel menyiapkan semuanya,


Tepat pukul sepuluh Diki dan Tomi sudah pulang dan langsung berganti pakaian karna sudah di tunggu yang lain di ruang keluarga, sedangkan Dian ikut masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan baju Diki, meski sebenarnya baju Diki sudah di siapkan Dian tapi Diki memaksa Dian untuk ikut karna ada yang harus di selesaikan Diki sebelum pergi.


Saat sampai kamar, tanpa membuang waktu Diki langsung menutup pintu dengan kasar dan menempelkan Dian ke dinding menyerang Dian dengan gerakan cepat sehingga tak sempat buat Dian untuk protes Karena bibirnya sudah lebih dulu di sesap dan tangannya dengan cepat melepaskan celana yang Dian pakai dan menyatukan miliknya sehingga dengan pasrah Dian mengikuti kemauan Diki meski dalam hati nya menggerutu.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2