Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 153


__ADS_3

Dicky yang saat ini berada di ruang ICU melihat dengan jelas apa yang dokter lakukan pada istrinya tanpa bisa bertanya karna Dicky merasa bibirnya kaku, bahkan untuk mengucapkan sepatah kata pun Dicky gak sanggup hingga tak terasa sudah hampir satu jam Dicky berdiri disana menunggu dengan gelisah tentang apa yang dokter lakukan saat ini di depan matanya banyak tanya yang ada dalam pikirannya apa yang sedang terjadi dan apa yang dokter lakukan kepada istrinya namun kembali lagi Dicki hanya bisa mengamati semua aktivitas di dalam ruangan itu hingga salah satu dokter di sana yang menangani Dian mendekat ke arahnya dan mulai mengajaknya bicara.


"suami pasien?"tanya dokter perempuan itu yang bernama dokter Lily.


"iya dok saya suaminya.


apa yang terjadi pada istri saya dok apa istri saya baik-baik saja?"tanya Dicky dengan raut wajah cemas.


"begini tuan, kami para dokter mempunyai dua kabar yang akan kami sampaikan kepada anda satu kabar gembira dan satunya lagi adalah kabar duka."ucap dokter Lily.


"maksud dokter?"tanya Dicky was-was.

__ADS_1


"begini Tuhan kami para dokter semua yang ada di sini sudah melakukan berbagai pengecekan terhadap istri anda dan kami mendapatkan dua kabar yaitu kabar baik dan juga kabar duka dan saya harap anda menyiapkan hati untuk berlapang dada sebelum mendengar kabar yang akan kami sampaikan ini."ucap dokter Lily semakin membuat Dicky deg-degan.


"Sa .. sa... saya siap dokter mendengar kabar itu."ucap Dicky gugup namun ia terus memaksakan diri dan menyiapkan hati untuk mendengarkan kabar yang akan dokter sampaikan.


"saya akan memulai dengan kabar bahagia dulu agar nanti anda tidak terlalu syok saat mendengar kabar dukanya. dan kabar dukanya adalah bahwa istri anda sudah melewati masa kritisnya dan saat ini kondisi istri anda sudah stabil dan semua alat vitalnya berfungsi secara normal jadi kita hanya menunggu pasien sadar saja karena kondisi pasien saat ini sudah benar-benar stabil."ucap dokter Lily yang terdengar bagaikan angin segar buat Dicky di tengah suasana hati yang gelisah.


"Alhamdulillah dokter istri saya sudah melewati masa kritisnya." ucap Dicky bisa bernafas lega.


berhubung istri anda kondisinya sudah mulai stabil maka dari itu saya sebagai dokter kandungan yang akan langsung menangani proses pengangkatan rahim istri anda maka dari itu saya menyampaikan bahwa dalam beberapa hari nanti saya akan melakukan operasi pengangkatan rahim kepada istri anda dan pastinya anda tahu bahwa setelah operasi pengangkatan rahim istri anda tidak akan bisa hamil lagi."ucap dokter Lily menjelaskan.


Deg...

__ADS_1


Dicky sempat tertegun sebentar saat mendengar penjelasan dokter Lily barusan, namun setelah ia memahami maksud dari ucapan dokter Lily Dicky pun dengan segera mengiyakan apa yang dokter Lilis sampaikan karena itu demi kebaikan istrinya, di samping itu mereka sudah mempunyai si kembar dan itu sudah lebih dari cukup buat Dicky karena dengan adanya si kembar dan Dian di sampingnya adalah kebahagiaan Dicky.


"lakukan yang terbaik buat istri saya dokter. saya hanya ingin istri saya sembuh dan kembali lagi seperti dulu tidak apa-apa istri saya tidak bisa hamil kami sudah mempunyai dua anak laki-laki dan itu sudah cukup buat saya, dan masalah nanti jika istri saya sadar saya sendiri ya akan memberitahunya Dan saya yakin dia pasti mengerti."ucap Dicky dengan mantap.


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2