
Sudah dua jam berlalu, tapi belum ada tanda tanda lampu di depan pintu ruangan operasi mati yang menandakan bahwa operasi belum selesai membaut perasaan Diki semakin khawatir takut terjadi sesuatu sama istri dan anaknya.
Diki duduk di kursi depan ruangan operasi dan matanya tak lepas dari pintu itu berharap operasinya cepat selesai.
Setengah jam berlalu, lampu di atas pintu operasi itu mati menandakan bahwa operasi telah selesai, namun sedari tadi tak terdengar suara bayi menangis semakin membuat Diki dan yang lain khawatir.
Kriet.....
"Pintu ruangan operasi terbuka dan keluarlah dokter yang menangani Dian berjalan menghampiri semuanya yang sudah berdiri menanti dokter itu bicara.
"Dik bagai mana anak dan istri saya?" tanya Diki tidak sabaran.
__ADS_1
"Saat ini kondisi istri anda dalam ke adaan stabil dan sudah melewati masa kritis karena benturan yang di alami pasien pada perutnya cukup keras sehingga menyebabkan pendarahan yang cukup hebat sehingga pasien banyak kehilangan darah dan untungnya di bank darah kami masih punya stoknya sehingga bisa cepat di atasi, dan akan segera di pindahkan ke ruangan ICU." ucap dokter itu seketika membuat tubuh Diki hancur mendengar kabar buruk itu,.
"Bagai mana kondisi cucu saya dok?" tanya mama Nadin karena Diki hanya diam saja dengan air mata yang mengalir begitu deras.
"Saat ini kondisi dede bayinya sehat namun harus di rawat di inkubator karena umur Dede bayinya belum cukup umur dan tadi hanya menangis kecil jadi kami akan melanjutkan observasi lanjutan, dan selamat, bayinya kembar laki laki." ucap dokter itu seketika membuat mama Nadin menutup mulut tak menyangka anak Dian dan Diki kembar padahal saat pemeriksaan cuma satu.
"Dok kok bisa kembar, bukannya saat pemeriksaan bayinya cuma satu?" tanya mama Nadin.
"Saat pemeriksaan saya sudah curiga tapi saya belum bisa memastikan karena tidak terlalu kelihatan padahal di layar waktu itu hanya kelihatan satu embrionya, dan ini adalah satu mukjizat dari Allah but kita semua karena mendapat rejeki yang tak di kira "ucap dokter itu.
"Tunggu sebentar tuan,sebentar lagi suster akan memindahkan istri anda ke ruangan ICU, nanti disana anda bisa menjenguknya." ucap dokter itu.
__ADS_1
Dan tak lama keluar lah dia boks bayi yang berisi kedua anak Diki, melewatinya untuk segera di bawa ke ruangan NICU, sempat Diki melihat sekilas wajah bayinya yang ternyata sangat mirip dirinya dan Dian, pembagian yang pas satu dirinya dan satu Dian yang di ambil oleh anaknya.
.
Seminggu berlalu, ke adaan kedua bayi Diki sudah berangsur pulih dan normal, meski masih harus tetap berada di inkubator tapi kesehatannya sudah jauh lebih bagus dari saat mereka pertama di lahirkan.
Dan kondisi Dian masih sama saja belum ada tanda tanda akan bangun dari tidur panjangnya sehingga membuat Diki seperti mayat hidup yang tak pernah tidur lama, Diki akan tidur saat matanya sudah tak bisa ia tahan dan akan bangun beberapa menit lagi karena perasaan was was takut Dian bangun dia tak melihatnya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....