Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 36


__ADS_3

Dian sampe di rumahnya langsung membantu ibunya yang sedang menyiapkan sayur buat makan malam, di sela sela masaknya Dian berpamitan pada ibunya.


"Bu, kemarin kan Dian cerita sama ibu kalo kak Diki yang membayar hutang kita pada Bu Marta kan, dan tadi kak Diki minta Dian jadi pelayan di apartemennya Bu." ucap Dian mulai bercerita pada ibunya.


"Trus kerjaan kamu di restoran gimana?" tanya ibunya.


"Dian besok akan mengundurkan diri Bu, Dian ingin membalas kebaikan kak Diki Bu pada keluarga kita, lagian Dian juga masih dapat gaji setengah Bu, jadi Dian boleh kan kerja di apartemen kak Diki.


"Ibu serahkan semuanya sama kamu nak, kamu sudah besar kamu tau mana yang buruk dan bagus jadi semua keputusan ada di tangan kamu ibu selalu mendukung semua keputusan kamu nak." ucap ibunya yang mengerti maksud putrinya yang tak mau minta bantuan tanpa membalas Budi karna itu adalah ajarannya sedari kecil ia tanamkan pada kedua putrinya.


"Tapi kak Diki minta aku buat tinggal disana Bu, kak Diki minta aku buat nyiapin makanan dan juga keperluan lainnya seperti pelayan pada umumnya Bu, apa ibu tidak keberatan aku pergi dari rumah?" tanya Dian.

__ADS_1


"Jujur, ibu keberatan, tapi mau gimana lagi, kamu kan kerja nak jadi ibu tidak bisa melarang kamu karna kamu adalah tulang punggung keluarga kita, tapi ibu minta tolong kamu jaga diri kamu baik baik." ucap ibunya dan seketika Dian menghambur kepelukan ibunya saat ibunya selalu mengerti apa maksudnya.


"Makasih Bu, ibu memang terbaik." ucap Dian memeluk ibunya erat.


"Lagi apa kok aku gak di ajak?" tanya Dina yang baru pulang sekolah, sekolah Dian masuk siang karna Dian baru kelas dua SMP.


"Kaka hanya kangen sama ibu, oh ya ganti baju kamu, habis itu bantu kakak masuk." titah Dian pada adiknya.


"Baik bos." jawab Dina dan langsung menuju kamarnya.


"Dek mulai besok kamu sendiri yang akan menyiapkan makan malam buat kamu dan ibu, karna mulai besok kakak akan tinggal di rumah majikan kakak." ucap Dian pada adiknya.

__ADS_1


"Loh, kok gitu, bukannya kakak kerja di restoran ya kok tinggal di rumah majikan kaya kakak kerja jadi pelayan saja." ucap Dian cemberut.


"Mulai besok kakak akan bekerja jadi pelayan dek, kakak akan bayar hutang Budi pada orang yang sudah menolong keluarga kita, ingat kan apa yang kakak bicarakan semalam tentang orang yang menolong kita dari Bu Marta." ucap Dian dan seketika Dina sedih karna dia akan berpisah dari kakak satu satunya itu,


"Trus kapan kakak akan pulang? aku bakal kesepian tanpa kakak." ucap Dina sedih.


"Nanti kalo kakak dapat ijin dari majikan kakak untuk pulang, pasti kakak akan pulang dek, dan selama kakak tidak ada tugas kakak kamu yang ambil alih ok.." ucap Dian dan jawab anggukan oleh adiknya yang cemberut.


Di lain tempat tepatnya di kediaman keluarga Wijaya Diki tengah berbaring di pangkuan ibunya yang berada di ruang keluarga karna sedang menunggu ngobrol bersama yang lain, Diki tampak sangat menikmati usapan lembut tangan mama Nadin di kepalanya yang membuat ia damai dan hampir tertidur jika tidak di ganggu Gio yang minta di beliin es krim padanya.


.

__ADS_1


Bersambung..


Jangan lupa jempolnya ya kak...


__ADS_2