
"mama penting, sangat penting malahan, kalo gak ada mama di hidup papa, papa gak mungkin bisa merasakan kebahagian yang teramat sangat ini, memiliki mama dalam hidup papa adalah salah satu anugrah tuhan terbesar dalam hidup papa. karna dengan hidup bersama mama papa bisa merasakan bahagia, usaha yang kita rintis dulu dengan perlahan membaik hingga sekarang bisa untuk mencukupi semua keinginan mama dan juga semua keinginan anak anak kita. dengan mama juga papa bisa memiliki anak anak yang tampan bahakan kini kita sudah memiliki anak mantu dan cucu cucu sudah besar. peran mama dalam hidup papa sungguh luar biasa, dan papa tidak bisa kalo tanpa mama, maka dari itu papa sangat ingin membahagiakan mama sampe akhir hayat papa sebagai bentuk rasa cinta dan sayang papa pada mama yang sangat besar." ucap papa Juna yang bikin hati mama Nadine tambah sedih hingga mama Nadine menangis karna tak sanggup mendengar ucapan papa Juna yang tulus dari dalam hatinya.
"tapi kenapa papa sembunyikan penyakit papa dari mama, mama gak pernah lo sembunyikan apa pun dari papa, mama hanya ingin papa membagi semuanya seperti kita dulu." ucap mama Nadin.
"papa lakuin itu karna papa gak bisa lihat air mata mama jatuh karna papa, contohnya saat ini. melihat mama bercucuran air mata hati papa sangat sakit mah, papa merasa gagal jadi laki laki karna membuat wanita yang sangat papa cintai menangis." ucap papa Juna sambil mengusap air mama Nadin dan membawa mama Nadine ke dalam pelukannya dan memeluk mama Nadine dengan erat.
anak, menantu dan cucu yang melihat kemesraan juga cinta yang luar biasa pada mama Nadin dan papa Juna ikut terharu karna tak menyangka papa Juna melakukan itu semua karna cintanya pada mama Nadin yang begitu besar dan rela menanggung penyakitnya seorang diri hanya demi bisa melihat mama Nadin terus tersenyum.
__ADS_1
"sekarang papa akan jujur pada mama juga pada anak, menantu serta cucu papa tentang penyakit yang papa miliki, tapi papa mohon jangan tunjukan wajah sedih kalian setelah pembahasan ini selesai cukup kalian semua menangis saat kita masih disini membahas penyakit papa dan setelah itu papa minta bersikaplah biasa saja karna papa akan juga mengikuti keinginan kalian untuk berobat seperti apa yang di inginkan kalian semua dan papa hanya minta dukungan dan doa bukan air mata kesedihan." ucap papa Juna sambil menatap semuanya dan di balas anggukan oleh semuanya.
"apa penyakit papa yang selama ini papa tutupi dari mama adalah penyakit yang dulu pernah ayah alami?" tanya mama Nadin dan yang di maksud ayah adalah ayah dari papa juna yang berarti papa mertua mama Nadin.
"iya.." jawab papa Juna dan seketika mama menangis tambah keras tapi tidak dengan yang lain karna tidak mengerti maksud pertanyaan mama Nadin.
"papa sakit gagal ginjal, dan kondisi ginjal papa sekarang sudah sangat rusak parah dan juga selama ini papa hidup dengan satu ginjal karna satu ginjal papa sudah papa donorkan pada kakek kalian dulu waktu beliau masih hidup dan penyakit yang papa alami ini adalah penyakit keturunan karna sudah menjadi turun temurun keluarga kita dari dulu." ucap papa juna yang membuat mereka syok...
__ADS_1
"aku bersedia mendonorkan ginjal aku pada papa asalkan papa bisa kembali sehat seperti sedia kala karna aku tidak ingin melihat perempuan cinta pertama ku menangis seperti ini." ucap Diki dan berjalan ke arah mama Nadin dan langsung memeluk mama Nadin erat.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...