
Papa Juna yang merasa akhir akhir ini kesehatannya menurun membuat Papa Juna berinisiatif datang ke ada pengacara keluarganya dan di sana papa Juna mulai menulis wasiat untuk anak istri menantu serta cucu-cucunya tak lupa papa Juna juga membagi seluruh hartanya kepada anak menanti serta cucunya mendapatkan bagian tersendiri-sendiri.
Untuk nama Nadine papa Juna memberikan 20% dari seluruh harta warisannya sedangkan untuk kedua anak kandungnya Dika dan Dicky bapak Juna memberikan sebesar 25% dan untuk Rey dan Tommy Papa Juna memberikan bagian sebesar 10% dan untuk kedua menantu papa Juna yang tak lain Kiara dan Dian mendapatkan bagian 5%. dan untuk semua cucu Papa Juna dari anak Dika, Dicky, Rey serta Tommy masing-masing mendapatkan satu buah perusahaan yang akan diberikan saat usianya sudah cukup untuk memimpin perusahaan dan selama umur mereka belum cukup usia perusahaan tersebut akan dipegang oleh orang tua masing-masing.
dengan secara sadar papa Juna menulis surat wasiat itu membagikan kepada seluruh anak serta cucunya namun Papa Juna tak lupa memberikan sesuatu kepada keluarga Kiara karena tanpa bantuan dari orang tua Kiara dulu papa Juna tidak akan bisa berhasil seperti sekarang ini.
Papa Juna menulis surat khusus untuk Tommy dan Dicky yang isinya entah hanya papa Juna dan Tuhan yang tahu karena Papa Juna berpesan kepada pengajarannya jika nanti terjadi apa-apa terhadap dirinya atau mungkin meninggal Papa Juna berpesan kepada pengacara tersebut untuk memberikan surat khusus tersebut dan meminta agar Dicky dan Tomi memenuhi keinginan papa Juna tersebut karena apa yang disampaikan di dalam surat tersebut merupakan keinginan terbesar Papa Juna selama ini.
__ADS_1
.
lain halnya dengan papa Juna yang saat ini berada di kantor pengacara sedangkan di rumah utama Dika, Dicky, Rey dan Tommy sedang berada di ruang bawah tanah tepatnya sebelah ruangan yang menjadi tempat untuk pelayanan dan juga bi Sekar saat ini karena jauh di lubuk hati keempat laki-laki dewasa itu tidak tega melihat keadaan bi Sekar yang sudah sangat mengenaskan karena mendapat beberapa pukulan dan siksaan dari anak buah mereka karena bi sekar tetap ngotot tidak ingin memberitahu siapa yang menyuruhnya namun meski begitu keempat laki-laki dewasa itu sudah tahu dan bisa menebak bahwa yang menyuruh bi Sekar itu adalah anak bi sekar yang tak lain adalah Bastian.
"kak aku keluar ya nggak tega melihat keadaan bi Sekar seperti itu."ucap Diki saat melihat keadaan bi Sekar dari layar laptop yang terhubung dengan CCTV di ruangan sebelah.
"lu harus kuat Dik, karena bukan cuma lo yang gak tega melihat keadaan disekap seperti itu namun karena kita harus mendapatkan bukti dari pengakuan di Sekar agar kita bisa menjebloskan Bastian ke penjara kita harus tega."ucap Tomi yang duduk samping Dicky.
__ADS_1
"tapi suaranya gue nggak tega kak."ucap Dicky dengan tampang melas.
"ya udah lu keluar aja, biar ini jadi urusan gue dan yang lain aja dan lo di luar periksa seluruh rekaman CCTV di rumah ini karena gue nggak ingin kejadian beberapa hari lalu terulang kembali."ucap Rey pada Dicky dan dibalas anggukan oleh Dicky setelah itu Dicky pergi keluar dari ruangan itu karena sudah tidak tahan mendengar suara jeritan kedua perempuan beda generasi itu di ruangan sebelah.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....