
Setelah pertemuannya dengan Laura beberapa hari lalu, semua berjalan seperti biasa dan Laura pun tak pernah lagi menghubunginya meskipun Laura sempat minta no ponselnya saat mereka mau berpisah di depan pintu restoran itu.
Tok... Tok.... Tok...
"Masuk..." sahut Diki dari dalam ruangannya.
"Permisi tuan, ada tuan Jimi dari perusahaan JB Jaya ingin bertemu dengan anda, dan beliau sedang menunggu anda di ruang tamu tuan." ucap mobil sekertaris Diki.
"JB Jaya? apa kita punya kerja sama dengannya?" tanya Diki.
"Tidak tuan, kita tidak pernah kerja sama dengan perusahaan JB Jaya tuan." jawab Monik.
"Buat apa dia minta bertemu dengan saya? apa kamu tanya apa tujuannya?" tanya Diki.
"Tadi sempat saya tanya, beliau bilang hanya ingin bicara pribadi dengan anda." ucap Monik.
"Ya udah, kamu buatkan minum saya kesana sekarang." ucap Diki dan beranjak dari duduknya berjalan keluar menuju ruang tamu untuk menemui tamu tak di undang itu.
Baru saja Diki keluar dari ruangannya bertepatan dengan handphonenya berbunyi dan dengan segera Diki mengambil ponsel dari saku celananya, betapa senangnya Diki saat melihat nama sang istri disana, dengan senyum yang mengembang Diki menerima panggilan istrinya itu.
"Ya sayang..." sapa Diki.
__ADS_1
"Mas lagi apa? sibuk kah!" tanya Dian.
"Ini mau ketemu tamu di kantor, ada apa? tumben telpon siang siang?" tanya Diki.
"Mau minta ijin sama mas." ucap Dian.
"Ijin kemana? sama siapa?" tanya Diki yang memang sangat posesif sejak menikah dengan Dian.
"Mau ke apartemen ketemu ibu dan Dina mas, boleh gak?" tanya Dian.
"Boleh, tapi di antar sopir ya, kalo mau nginap juga gak papa, asal bilang saja sama mama terutama mas, agar tidak kepikiran kamu yang tidak tidak." ucap Diki mengijinkan Dian pergi.
"Makasih mas, makin sayang deh." ucap Dian senang di sebrang sana.
"Mas kapan pulang?" tanya Dian lagi dengan suara lesu.
"Mas belum tau, kerjaan disini masih banyak sayang, kenapa kangen mas ya..." tanya Diki dengan kekehan kecil di akhir katanya.
"Ya iya lah, emang mas gak kangen sama aku?" tanya Dian cemberut.
"Mas juga kangen banget sama kamu sayang, tapi mau gimana lagi mas harus selesaikan kerjaan mas dulu aga nanti tidak ada yang ganggu saat kita bulan madu nanti." ucap Diki yang membuat wajah Dian merona.
__ADS_1
"Ya udah ya sayang, udahan dulu telponnya ya, mas mau temuin tamu dulu, kamu hati hati berangkatnya ya, dah sayang..." ucap Diki dan setelah itu Diki pun memasukkan kembali handphonenya terus melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu.
"Selamat siang..." sapa Diki saat baru masuk ruang tamu dan membuat laki laki yang tadi duduk seorang diri langsung berdiri dan mengurutkan tangan untuk berjabat tangan dengan Diki.
"Silahkan duduk." ucap Diki lagi dan keduanya pun duduk dan tak lama Mona sekertaris Diki membawakan dua gelas kopi untuk tuan dan tamunya itu.
"Maaf dengan siapa saya bicara?" tanya Diki.
"Saya Jimi Brata, saya kesini bukan untuk masalah perusahaan tapi saya kesini karna ada hal yang ingin saya bahas dan tanyakan dengan anda." ucap Jimi.
"Mau tanya apa?" tanya Diki datar.
"Apa anda mengenal Laura?" tanya Jimi to the points.
"Ya, saya mengenal Laura." jawab Diki.
"Apa hubungan anda dengan Laura?" Tanya Jimi dengan raut wajah datar juga.
.
.
__ADS_1
Bersambung....
Kira kira Jimi itu siapa ya, kok tanya tentang laura?