
Pagi hari ketika semuanya sudah bangun Dian masih tidur nyenyak sehingga Diki tak tega membangunkannya karna semalam Dian begitu rewel karna tidurnya susah dan juga badannya yang gerah padahal AC nya sudah di nyalakan paling rendah bahkan minus sampai Diki kedinginan dan menggigil namun di tahan karna tak tega ninggalin Dian dalam ke adaan seperti itu hingga sehabis solat subuh Dian baru bisa tidur setelah tidak bisa menahan kantuk sama sekali.
Diki pun mengecup kening Dian setelah ia selesai berpakaian karna ada rapat penting yang harus ia datangi dan setelah itu keluar dari kamar menuju meja makan.
"Pagi semua..." ucap Diki saat baru sampai di meja makan.
"Pagi sayang, Dian mana kok gak ikut kamu? tanya mama Nadin.
"Dian masih tidur mah, kasihan semalam gak bisa tidur karna kegerahan dan baru bisa tidur habis sholat subuh." terang Diki.
"Efek hamil itu Dik, kamu yang sabar saja hadapi Dian jika nanti dia marah atau pun menyusahkan kamu,harap kamu ngerti dan kamu juga dulu pernah merasakan ini, mungkin tidak separah i
__ADS_1
kali ini, dan mama harap kamu ikhlas dan sabar menghadapi semua sikap Dian sama kamu kedepannya." ucap mama Nadin menasehati Diki.
"Iya mah, Diki kasihan lihat Dian seperti itu mah, belum lagi ngurus si kembar yang lagi Deket deketnya sama bundanya jadi kepikiran Diki kalo ninggalin Dian kalo kekantor." ucap Diki lesu.
"Kamu jangan pikirkan itu, kan dirumah ada mba dan juga mama yang akan bantu jaga si kembar, mba juga udah meminta asisten dan sekertaris mba buat ngurus kerjaan mba selama itu bisa mereka handle dan mba akan pergi kalo penting saja, agar mba bisa bantu Dian jaga si kembar." ucap Kiara membuat hati Diki lega dan tenang meninggalkan Dian pergi ke kantor.
"Ya udah yuk sarapan dulu, nanti kamu telat ke kantornya." ucap mamah Nadin dan mengambilkan nasi untu papa Juna dan setelah itu mama Nadin mengambilkan nasi buat Diki karna Dika sudah ada Kiara yang melayaninya.
Setelah selesai sarapan Diki dan Dika pun berangkat ke kantor masing masing dengan ke daratan masing masing juga, hingga tak terasa waktu begitu cepat bergulir dan sekarang sudah pukul setengah lima sore namun Diki masih begitu banyak pekerjaannya sehingga ia belum bisa pulang dan masih di temani Tomi yang selalu setia di mana pun dia berada dan membutuhkannya kapan pun itu.
"Lo balik ajak duluan, gue masih ada kerjaan nih banyak banget lagi, mana besok gue gak tau bisa ke kantor atau gak." ucap Diki tanpa melihat ke arah Tomi.
__ADS_1
"Gimana gue bisa pulang kalo Lo masih di kantor, gue kan sekertaris Lo." ucap Tomi kesal.
"Ya gak papa Lo balik duluan kan Lo lagi ada urusan, Lo juga gak sering kan pulang lebih dulu ketimbang gue." ucap Diki.
"Udah balik aja sonoh,! gue gak papa kok, paling juga bentar lagi gue balik dan gue bakal bawa pulang sisanya." ucap Diki lagi.
"Ogah...! mending gue tunda aja perginya sama Citra dari pada gue ninggalin Lo sendirian di kantor." ucap Tomi karna Tomi sudah tau dari anak buahnya jika ada yang mengincar nyawa Diki.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....