
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, kini waktu sudah menunjukan pukul lima sore dan Diki masih enggan beranjak dari kursi kebesarannya meski sudah berulang kali Tomi mengajak dia pulang tapi tak di indahkan oleh Diki, Diki masih termenung dengan ucapan Dian tadi siang, Diki bingung harus apa, ingin datang menepati janjinya pada Dian dan membuktikan bahwa cintanya tidak main main, namun Diki merasa tak pantas meski wajahnya sangat tidak mencerminkan dia sudah berumur dan berstatus duda.
Tapi jika ia tak datang maka hubungannya dengan Dian terancam putus dan Diki tak mau itu terjadi, susah payah Diki mengurung Dian di apartemennya dengan lebel pembantu agar Dian selalu dalam genggamannya dan tidak dekat dengan laki laki lain, jangankan dekat di lihat oleh laki laki lain dalam waktu yang lama saja sudah membuatnya marah dan Diki tak bisa membayangkan jika bener Dian memutuskan hubungannya dan pergi dari hidupnya.
"TIDAAAKK....." teriak Diki bangun dari lamunannya dan mengagetkan Tomi yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kenapa Lo..?" tanya Tomi pura pura tak tau padahal Tomi sudah tau apa yang sedang menimpa bosnya sekaligus sahabatnya itu.
"Gue gak bisa kaya gini terus, gue harus perjuangin cinta gue sebelum Dian bener bener marah dan pergi dari apartemen." ucap Diki tanpa menghiraukan pertanyaan Tomi.
"Ayo..." ucap Diki lagi dan bangun dari duduknya sambil mengambil jasnya yang tadi ia taruh di belakang kursinya.
__ADS_1
"Kemana?" tanya Tomi.
"Lo harus ikut gue ke apartemen, gue mau lamar Dian dan bila perlu gue nikahin Dian sekarang juga." ucap Diki menggebu Gebu.
"Tapi gak sekarang juga kalo, Lo gak niat mandi dulu gitu, ganti baju masa mau ketemu calon mertua masih pake baju kerja ketahuan banget Lo gak punya waktu buat mandi dan ganti baju, dan gue yakin melihat penampilan Lo yang masih pake baju kerja gini dengan wajah yang kusut akan membuat ibunya Dian nolak Lo karna Lo dia anggap tidak bisa membagi waktu dan itu pasti berujung Lo gak bisa bahagian anaknya " ucap Tomi sengaja menahan Diki karna itu sudah bagaian dari rencana Dika.
"Ya juga ya, kenapa gue gak kepikiran begitu ya, gue harus kelihatan fresh dan ganteng ketemu calon istri agar Dian makin cinta sama gue." ucap Diki membenarkan ucapan Tomi.
Setelah kepergian Diki, Tomi pun melaporkan pada Dika apa yang sedang Diki lakukan saat ini, dan setelah itu Tomi pun menyiapkan baju yang sudah diantar oleh karyawan butik Kiara untuk Diki dan juga dirinya untuk acara malam ini yang begitu sepesial buat Diki dan akan menjadi malam yang paling membahagiakan buat Diki atas kejutan yang di berikan oleh keluarga nya, karna tanpa Diki sadari jika hari ini adalah hari ulang tahun Diki, dan ia kan mendapatkan hadiah paling istimewa yang di persembahkan kelurganya untuknya malam ini yang mungkin akan menjadi malam bersejarah dalam hidup Diki.
"Kenapa Lo kasih gue jas, gue kan mau ke apartemen mau ketemu Dian dan makan malam bersama kelurganya?" tanya Diki saat Tomi menyerahkan satu set jas lengkap sama Diki.
__ADS_1
"Udah Lo pake aja, ribet banget dah, semua sudah di urus jadi Lo tinggal peke ok.." ucap Tomi dan memaksa Diki untuk memakai jas itu, dan Diki pun memakai pakaian itu tanpa kata karna ia sangat percaya dengan sahabat sekaligus asistennya itu.
.
.
Bersambung...
Masih teka teki nih.. ada yang tau gak ya kejutan apa yang di berikan keluarga Wijaya buat hadiah ulang tahun Diki kali ini?...
Yang tau komen di bawah ya kakak kakak cantik....
__ADS_1